Work From Bali | The Ambengan Tenten https://www.theambengantenten.com Work & Life Balance Tue, 09 May 2023 16:24:28 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 Mengawali 2023 dengan Resolusi, Konsistensi, dan Serba-serbi Pascapandemi https://www.theambengantenten.com/mengawali-2023-dengan-resolusi-konsistensi-dan-serba-serbi-pascapandemi/ Tue, 03 Jan 2023 09:49:58 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4068 Menjalani 2023 yang baru berjalan beberapa hari lamanya, saya menyadari bahwa semua orang sudah kembali berlomba menentukan resolusi baru mana saja yang akan dijalankannya. Setelah dirundung oleh pandemi 3 tahun belakangan, 2023 seakan menjadi angin segar bagi siapapun yang pernah merasakan kemelut pandemi yang berkepanjangan. Resolusi mungkin menjadi solusi terbaik bagi tiap-tiap kita yang ingin […]

The post Mengawali 2023 dengan Resolusi, Konsistensi, dan Serba-serbi Pascapandemi first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Menjalani 2023 yang baru berjalan beberapa hari lamanya, saya menyadari bahwa semua orang sudah kembali berlomba menentukan resolusi baru mana saja yang akan dijalankannya. Setelah dirundung oleh pandemi 3 tahun belakangan, 2023 seakan menjadi angin segar bagi siapapun yang pernah merasakan kemelut pandemi yang berkepanjangan. Resolusi mungkin menjadi solusi terbaik bagi tiap-tiap kita yang ingin membenahi diri sekali lagi. Tapi pertanyaan yang cukup menggelitik untuk saya: apakah resolusi itu sendiri benar-benar mampu menyelesaikan masalah yang kemarin kita hadapi?

Mengutip dari sebuah jurnal studi perilaku bertajuk, “A Large-scale Experiment on New Year’s Resolutions: Approach-oriented Goals Are More Successful Than Avoidance-oriented Goals”, 77% orang mampu mempertahankan resolusi awal tahunnya pada minggu pertama, di mana angka tersebut berkurang menjadi 55% orang yang mampu mempertahankan resolusinya pada satu bulan pertama, dan kembali berkurang sebanyak 40% setelah 6 bulan, hingga berakhir pada angka 19% saja yang mampu mempertahankan resolusinya pada akhir tahun tersebut.

Untuk saya pribadi, rasa-rasanya resolusi hanyalah basa-basi semata apabila kita tidak mampu mempertahankannya hingga akhir hari. Dan jika bicara tentang resolusi itu sendiri, saya yakin banyak dari kita yang ingin mulai hidup lebih sehat, memiliki karir yang lebih cemerlang, hingga memiliki pasangan yang lebih sejalan dengan nilai yang sudah kita jalani dan amini dalam diri. Tak apa, tulislah setiap gol yang ingin kita capai—toh itu adalah tolok ukur yang dapat kita pegang pada akhir hari, bukan?

Dalam menyikapi resolusi tahun baru yang sering kali tidak memberikan solusi apa pun atas masalah yang kita hadapi pada tahun sebelumnya, berikut adalah beberapa cara sederhana untuk tetap menjadi konsisten:

Mulailah dari hal-hal kecil

Saya mau lari 10K setiap hari. Untuk seseorang yang sudah lama tidak berlari, tidakkah gol 10K/hari terasa kurang relevan? Alih-alih membuat gol semacam ini, buat saja gol-gol kecil yang lebih sederhana seperti 3K pada 2 minggu pertama, dilanjutkan dengan gol 5K pada 2 minggu selanjutnya, dan begitu seterusnya hingga angka yang diinginkan pun meningkat secara bertahap. Bukankah gol-gol sederhana semacam itu akan terasa lebih mudah untuk dicapai?

Buatlah kebiasaan baru

Alih-alih menghentikan kebiasaan lama, studi yang sama yang dilakukan oleh Oscarsson, dkk juga menyebutkan bahwa mereka yang membuat resolusi berupa kebiasaan baru memiliki tingkat kesuksesan yang lebih tinggi. Mereka yang menantang dirinya untuk melakukan hal baru ialah mereka yang memberikan dirinya kesempatan untuk mencoba. Tentunya, tak semua orang menyukai hal tersebut. Namun bukan pula hal yang salah untuk menantang diri sebagai sebentuk cara kita membuat milestone baru.

Carilah teman sepemikiran

Ketika kita mau melakukan hal baru, saya percaya bahwa “keinginan” itu saja tidak cukup. Sejatinya manusia adalah makhluk sosial. Di mana pada akhirnya, kita butuh mereka yang mampu memotivasi kita untuk tetap berada pada jalur pemikiran yang sama. Apabila resolusimu adalah hidup lebih sehat, pergilah ke gym dan temuilah mereka yang memiliki orientasi serupa. Apabila yang kau inginkan ialah membaca 30 buku selama 2023, carilah komunitas penulis dan/atau pembaca di internet—potensi bertukar pikiran dan rekomendasi akan selalu ada di sana. Selama kau tau apa yang kau inginkan, jangan ragu mencari koneksi yang mampu memberikan dirimu peluang untuk tetap berada pada jalur yang tepat.

Pada akhirnya, setiap resolusi memang membutuhkan konsistensi. Terlepas dari setiap gol yang tercapai atau tidak, siapa pun berhak membuat ceklis tersebut. Benar, saya pun memiliki resolusi yang ingin saya kejar tahun ini. Ada banyak hal menarik yang masih ingin saya kulik dalam hidup ini. Namun saya rasa, setahun belakangan menulis untuk The Ambengan Tenten telah berhasil mengubah banyak perspektif yang saya miliki dalam hidup. Komunitas yang suportif, suasana yang mendukung, serta kenyamanan tinggal yang mengusung one-stop living sebagai solusi yang tempat ini tawarkan menjadi sesuatu yang tak saya dapatkan di banyak tempat di luar sana.

The Ambengan Tenten menawarkan konsistensi tersendiri untuk setiap resolusi berkehidupan yang mungkin kaumiliki. Pertanyaannya: apa resolusi yang ingin kaucapai tahun ini?

 

 

Bacaan lebih lanjut:

Oscarsson, Martin dkk. 2020. “A Large-scale Experiment on New Year’s Resolutions: Approach-oriented Goals Are More Successful Than Avoidance-oriented Goals”. Diakses pada 3 Januari 2023.

Mudge, Lou. 2023. “Do New Year’s Resolutions Really Work?”. Diakses pada 3 Januari 2023.

The post Mengawali 2023 dengan Resolusi, Konsistensi, dan Serba-serbi Pascapandemi first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
HNS Studio dan Mimpinya yang Bertajuk “Local Hero” https://www.theambengantenten.com/hns-studio-dan-mimpinya-yang-bertajuk-local-hero/ Mon, 31 Oct 2022 06:02:00 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3853   \Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Jumat lalu (28/10) The Ambengan Tenten kembali menggelar pembukaan pameran untuk kesekian kalinya. Yang membuat saya sedikit tergelitik ialah tema pameran yang diusungnya bertajuk “Local Hero”. Entah apa yang ingin disampaikannya pada pameran kali ini. Namun berbeda dari ekshibisi sebelumnya yang memamerkan sederet karya pribadi seorang visual/street artist, pameran […]

The post HNS Studio dan Mimpinya yang Bertajuk “Local Hero” first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

 

\Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Jumat lalu (28/10) The Ambengan Tenten kembali menggelar pembukaan pameran untuk kesekian kalinya. Yang membuat saya sedikit tergelitik ialah tema pameran yang diusungnya bertajuk “Local Hero”. Entah apa yang ingin disampaikannya pada pameran kali ini. Namun berbeda dari ekshibisi sebelumnya yang memamerkan sederet karya pribadi seorang visual/street artist, pameran kali ini merupakan karya kolektif dari sebuah studio asal Tampaksiring, Gianyar.

HNS Studio adalah sebuah studio desain hasil mimpi seorang seniman lokal kenamaan yang lebih akrab disapa Raka Jana. Dan ketika ditanya mengapa pameran kali ini tidak membawa namanya saja, Raka Jana beranggapan bahwa semua ini bukanlah hanya mimpinya seorang. Melainkan mimpi teman-teman dari HNS Studio juga. Terkait tajuk yang diusungnya, Raka Jana pun mengingatkan kita semua untuk selalu menemukan inspirasi dari hal-hal terdekat di sekitar kita. “Local Hero” seakan hadir sebagai pengingat bahwa mimpi hanyalah mimpi tanpa mereka yang memberikan dukungannya untuk kita. Dan siapa sangka juga? Pada pameran kali ini, Raka Jana membawa serta sudut kamar indekosnya sebagai bentuk memorabilia bahwa sebuah mimpi dapat menjadi realita juga.

Hal yang sama tentunya juga dirasakan oleh seluruh tim HNS Studio—bahwasanya pahlawan menurut versi mereka ialah orang-orang yang sangat menginspirasi dalam berkarya. Ekosistem yang terbangun di dalamnya pun telah berhasil menginspirasi masing-masing dari mereka dan menjadikannya pahlawan versi mereka sendiri. Hal ini dapat dilihat dari kerjasama segenap tim HNS Studio pada hari pembukaan pameran “Local Hero” berlangsung.

Raka Jana mungkin memiliki nama besarnya sendiri. Namun yang membuat saya berdecak kagum ialah keinginannya untuk membagi spotlight yang sama agar baik dirinya maupun HNS Studio bisa menjadi besar bersama. Sederet karya yang dipamerkan pada ekshibisi kali ini tentunya merupakan hasil jerih payah teman-teman HNS Studio. Dan dengan dicoretnya papan pembukaan hari itu, publik dapat menikmati karya-karya HNS Studio dan Raka Jana hingga 2 minggu ke depan sampai tanggal 12 November mendatang.

“Local Hero” resmi dibuka oleh Raka Jana (28/10)

Sekali lagi, TAT Art Space mampu memberikan saya perspektif baru lainnya. Dan sejujurnya, saya tidak sabar menantikan kejutan pameran-pameran mereka selanjutnya.

The post HNS Studio dan Mimpinya yang Bertajuk “Local Hero” first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
How to Tackle Ideas-Blockage as An Entrepreneur? https://www.theambengantenten.com/how-to-tackle-ideas-blockage-as-an-entrepreneur/ Wed, 31 Aug 2022 10:50:31 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3806 As a millenial who works in a fast-paced environment that demands things done within seconds, I think we agree that we get stuck easily from time to time. Clients come and go with things they want from us, yet never enough resources of ideas that keep us afloat. We all have been there, of course—stuck […]

The post How to Tackle Ideas-Blockage as An Entrepreneur? first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

As a millenial who works in a fast-paced environment that demands things done within seconds, I think we agree that we get stuck easily from time to time. Clients come and go with things they want from us, yet never enough resources of ideas that keep us afloat. We all have been there, of course—stuck in a situation where we have to move fast without any anticipation of what to offer on the table.

Of course we all have our own way to tackle this idea-blockage problem. But does everyone really know how? Here’s a little tips on how to tackle idea-blockage!

Move your ass off of that table.

When we don’t know what to do, it’s most likely because we don’t have enough perspective to explore on. Human’s brain is one complex thing that needs constant change to see the bigger picture of many things. So when I’m stuck, I usually choose to take a walk around the house, move a little, and even do chores before going back to things I was supposed to originally do before—which is finishing the deadline of the work itself. Moving around helps your brain to process things better for it helps the flow of your blood.

Meet with people and actually talk

I find that meeting people helps me a lot in finding back my sanity when it comes to writing. Or any kind of creative thinking, really. Connecting ourselves with people somehow gives us perspective we’ve never known existed. Or even better, we could always make something new out of the conversation. Here in The Ambengan Tenten, I could always find that flexibility of connecting myself with people. The fresh-from-the-oven insight is something that we could always use to tackle this idea-blockage problem.

Make a mindmap of things you like

How could one find a great idea if everything else is scattered everywhere around? People always forget this step when we’re trying to find the perfect ideas to pitch. This particular brainstorming idea could be tricky if we don’t remind ourselves of the end goal of the project itself. So my little suggestion is: always make a mindmap of things you’re familiar with so you can always make a better pitching idea out of it. And of course, with a little help from this next step of…

Find references

It could be from nature, the internet, or even the next closest thing to you! I use Pinterest, Medium, or Quora for my own writing research. But there are a lot more references that you can use as an entrepreneur from the internet. Like I said before, we get different styles of working. Creativity is limitless as long as you can always put yourself in different angles. So always find your own reference before you let this blockage even happening on your part.

So tell me, what’s your own best solution to tackle idea-blockage?

The post How to Tackle Ideas-Blockage as An Entrepreneur? first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
Majalabs: dari VR Experience hingga Bali Digital Fashion Week 2022 https://www.theambengantenten.com/majalabs-dari-vr-experience-hingga-bali-digital-fashion-week-2022/ Tue, 23 Aug 2022 05:28:53 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3797 Di tengah gemblengan dunia teknologi yang kian hari kian berkembang, kita semua butuh sumber terbaik untuk tidak ketinggalan. Terlebih dengan banyaknya inovasi yang ada, tiap-tiap kita seakan dipaksa untuk bisa beradaptasi secepat yang kita bisa. Tapi bagaimana apabila kita tidak memiliki sumber-sumber tersebut untuk belajar? Pada acara TERUPA Festival (6/8/20) yang digelar oleh The Ambengan […]

The post Majalabs: dari VR Experience hingga Bali Digital Fashion Week 2022 first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Di tengah gemblengan dunia teknologi yang kian hari kian berkembang, kita semua butuh sumber terbaik untuk tidak ketinggalan. Terlebih dengan banyaknya inovasi yang ada, tiap-tiap kita seakan dipaksa untuk bisa beradaptasi secepat yang kita bisa. Tapi bagaimana apabila kita tidak memiliki sumber-sumber tersebut untuk belajar?

Pada acara TERUPA Festival (6/8/20) yang digelar oleh The Ambengan Tenten, ada banyak ilmu baru terkait teknologi yang bisa kita dapatkan di sana. Salah satu yang menarik bagi saya ialah booth Majalabs yang menyediakan VR Experience pada acara tersebut. Selain untuk entertainment, VR Experience yang mereka berikan juga merupakan sebentuk edukasi untuk teman-teman yang belum sepenuhnya memahami tentang penggunaan teknologi yang dapat diimplementasikan dalam banyak hal.

“Kita hanya ingin mengedukasi teman-teman tentang pentingnya membuka mata terhadap perkembangan dunia. Teknologi kita mungkin belum se-futuristik itu, tapi nggak ada salahnya ‘kan untuk mencoba keep up dengan dunia?” Begitu tutur Rizal selaku juru bicara Majalabs.

Tak hanya edukasi berbasis VR Experience saja, teman-teman Majalabs juga menuturkan tentang kampanye proyek terbarunya yakni Bali Digital Fashion Week 2022 yang akan digelar pada Oktober nanti. Proyek ini tentunya menggandeng salah seorang fashion designer kenamaan, Schieva yang akan menjadi designer utamanya. Yang menarik dari proyek satu ini ialah fashion show yang berbasis digital, di mana semua orang bisa menikmatinya dari mana saja.

Tak sampai di sana saja, Majalabs juga akhirnya mengumumkan pemenang dari NFT Pitch Bali yang digelar beberapa waktu sebelumnya di The Ambengan Tenten. Dari kelima finalis terpilih, ternyata proyek NFT Perkasa oleh Pak Bagong Soebardjo, seorang pengrajin wayang asal Jogja yang menjadi pemenangnya. Pemenang dari NFT Pitch Bali ini nantinya akan didukung sepenuhnya oleh Majalabs dan banyak pihak lain dalam pendanaan, coaching, serta implementasi roadmap dari proyeknya.

Banyak ilmu menarik tentunya bisa kita dapat secara cuma-cuma. Tapi menurut saya, tak banyak orang baik yang mau membagi ilmunya secara cuma-cuma. Hari itu, saya belajar mengenai banyak hal. Berkat Majalabs dan segudang ilmu menariknya, saya rasa sudah saatnya kita membuka diri terhadap perkembangan teknologi yang tak bisa kita hindari lagi.

Klik tautan berikut ini untuk mendapatkan info terbaru mengenai Majalabs.

The post Majalabs: dari VR Experience hingga Bali Digital Fashion Week 2022 first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
NFT Pitch Bali: Merealisasi Mimpi dalam Proyek NFT https://www.theambengantenten.com/nft-pitch-bali-merealisasi-mimpi-dalam-proyek-nft/ Wed, 20 Jul 2022 12:00:58 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3768 What a gloomy Saturday, pikir saya pagi itu ketika memulai hari. Setelah minggu yang panjang, tentunya yang saya inginkan sebenarnya hanya duduk manis di rumah dan menikmati akhir pekan dengan tenang. Tapi nyatanya, di sinilah saya kembali menemui diri—berkumpul di tengah keramaian manusia dan mengoneksikan diri dengan lebih banyak perspektif baru. Hari itu (Sabtu, 16/07), […]

The post NFT Pitch Bali: Merealisasi Mimpi dalam Proyek NFT first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

What a gloomy Saturday, pikir saya pagi itu ketika memulai hari. Setelah minggu yang panjang, tentunya yang saya inginkan sebenarnya hanya duduk manis di rumah dan menikmati akhir pekan dengan tenang. Tapi nyatanya, di sinilah saya kembali menemui diri—berkumpul di tengah keramaian manusia dan mengoneksikan diri dengan lebih banyak perspektif baru.

Hari itu (Sabtu, 16/07), The Ambengan Tenten kembali menggelar satu lagi acara menarik yang cukup membuka mata saya. Bekerjasama dengan Majalabs dan TokoCrypto, kali ini The Ambengan Tenten berkesempatan menjadi tuan rumah untuk acara NFT Pitch Bali yang merupakan program milik Majalabs yang bertujuan untuk mengedukasi teman-teman terkhususnya di Bali terkait dengan teknologi NFT. Dengan beberapa nama besar seperti Adrian Zakhary dan Raka Jana, rangkaian acara NFT Pitch Bali terasa seperti dunia yang begitu awam bagi saya pribadi.

Sesi talkshow bersama para bintang tamu: Adrian, Lee, Raka, Kinno (Sab, 16/07)

Yang menarik dari hari itu, selain talkshow bersama beberapa bintang tamu, terdapat coaching session bagi para finalis terpilih Majalabs. Kelima finalis terpilih ini merupakan finalis proyek NFT yang lantas mendapat privilese tersendiri. Tidak main-main, kelima finalis ini pun didatangkan langsung dari berbagai penjuru Indonesia ke Bali untuk dibantu mengembangkan ide yang sedari awal telah mereka tuangkan dalam proyek NFT mereka.

Walau saya bukan salah satu coach dengan eligibilitas tersendiri, hari itu saya berkesempatan untuk turut serta dalam sesi coaching mereka. Sederet nama seperti Arnold Ong, Adrian Zakhary, Raka Jana, Dwiyana, serta Anto Nugroho memberikan banyak sekali masukan kepada para finalis guna mengembangkan proyek NFT yang mereka miliki. Tak hanya nama penting yang menjadi coach dalam NFT Pitch Bali itu saja, saya pun berkesempatan mendengarkan para finalis mempresentasikan proyek mereka di hadapan para coach. Mulai dari proyek NFT berbasis progressive web app yang bertujuan untuk membantu para petani kopi se-Indonesia hingga proyek NFT yang mendukung konservasi laut—tiap-tiap finalis memiliki misi dan idealisme tersendiri yang mereka tuangkan dalam sebuah proyek berbasis NFT.

Finalis NFT Pitch Bali dalam coaching session (Sab, 16/07)

Saya mungkin bukanlah seseorang yang paham betul mengenai teknologi. Ada banyak hal yang tentunya bisa kita pelajari terkait akan hal ini. Di tengah arus globalisasi dunia yang mau tak mau mengharuskan kita mengerti, rasa-rasanya Majalabs berhasil hadir dengan sebuah solusi edukasi menarik bagi banyak kaum awam. Bersama dengan itu pula, sebagai bentuk dukungan The Ambengan Tenten dalam memberikan edukasi teknologi, tempat ini pun telah berhasil memberikan ruangnya untuk saya dan teman-teman lainnya belajar bersama.

Satu lagi hari di mana saya merasa terisi. Begitu pikir saya sebelum akhirnya pulang ke rumah. Tentunya, disertai dengan bekal ilmu baru dari acara NFT Pitch Bali hari itu.

Mengingat The Ambengan Tenten pun akan menghadirkan sebuah acara ekshibisi NFT bertajuk TERUPA Festival, pemenang dari NFT Pitch Bali (oleh Majalabs) nantinya akan diumumkan pada acara tersebut. Untuk itu, mungkin saya harus kembali mengambil kesempatan dan hadir ke acara yang akan diselenggarakan tanggal 5-7 Agustus 2022 nanti. Bagi teman-teman lainnya yang mungkin luang pada waktu-waktu tersebut, silakan mampir dan ikut saya menyaksikan bagaimana tempat ini mampu menyatukan banyak perspektif manusia dalam satu ruang yang sama di TAT Art Space (oleh The Ambengan Tenten).

The post NFT Pitch Bali: Merealisasi Mimpi dalam Proyek NFT first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
Kenapa Sih Kita Suka Menunda? Dan Bagaimana Cara Menyelesaikannya? https://www.theambengantenten.com/kenapa-sih-kita-suka-menunda-dan-bagaimana-cara-menyelesaikannya/ Fri, 15 Jul 2022 03:51:02 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3763 Sebagai anak muda yang baru mengenal dunia kerja, saya percaya tiap-tiap kita punya mimpi yang ingin dikejar. Entah itu tangga karir yang ingin dicapai atau idealisme pribadi untuk menemukan titik kesempurnaan. Apa pun itu permasalahannya, kita semua pasti pernah menunda pekerjaan. Saya mengerti, sebuah ide tak selamanya bisa datang dalam semalam saja. Semua orang butuh […]

The post Kenapa Sih Kita Suka Menunda? Dan Bagaimana Cara Menyelesaikannya? first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Sebagai anak muda yang baru mengenal dunia kerja, saya percaya tiap-tiap kita punya mimpi yang ingin dikejar. Entah itu tangga karir yang ingin dicapai atau idealisme pribadi untuk menemukan titik kesempurnaan. Apa pun itu permasalahannya, kita semua pasti pernah menunda pekerjaan. Saya mengerti, sebuah ide tak selamanya bisa datang dalam semalam saja. Semua orang butuh waktu untuk berpikir sebelum akhirnya bisa menuangkan ide dalam kepalanya menjadi sesuatu yang nyata.

Menurut Dr. Tim Pychyl, seorang profesor psikologi dan tim Procrastination Research Group di Universitas Carleton Ottawa, procrastination atau menunda terjadi karena masalah regulasi emosi dan bukan karena manajemen waktu seseorang yang buruk. Dalam sebuah studi yang mereka lakukan pada tahun 2013, mereka menemukan bahwa procrastination merupakan sebuah problematika di mana seseorang melihat urgensi untuk memperbaiki suasana hati yang negatif alih-alih menyelesaikan tugas itu sendiri. Artinya, setiap orang bisa memperbaiki itu dengan melihat segala sesuatunya dari perspektif yang berbeda.

Saya pun pernah menunda-nunda pekerjaan. Tapi tentunya, saya punya beberapa cara untuk membuat semuanya menjadi lebih efisien tanpa menunda atau pun menumpuk pekerjaan lainnya.

Multitasking adalah penghambat efisiensi

Kita mungkin berpikir dengan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, kita bisa menambah efisiensi waktu yang kita punya dan menyelesaikan segalanya bersamaan. Tapi tunggu dulu, itu adalah asumsi yang kurang tepat. Ketika kita melakukan dua pekerjaan sekaligus, otak kita tidak akan bisa fokus dan berakhir menunda kedua pekerjaan tersebut karena dipaksa untuk bekerja dua kali lebih keras. Alih-alih, cobalah untuk melakukan pekerjaan satu per satu hingga selesai sebelum melanjutkannya ke pekerjaan lainnya. Dengan begitu, fokus kita tidak akan terbagi ke banyak hal dan kita akan mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa harus menunda-nundanya.

Buatlah task list/todo list selama satu hari

Sebagai seseorang yang cukup berantakan, saya belajar bahwa saya butuh melacak pekerjaan apa-apa saja yang harus saya lakukan dalam satu hari. Dan menurut saya, membuat todo list adalah hal sederhana yang paling mudah untuk saya coba dalam membantu saya lebih fokus melakukan kegiatan dalam satu hari. Dengan begitu pula, saya tidak akan berhenti untuk mengingat-ingat apa saja yang harus saya kerjakan dan berakhir menunda pekerjaan yang ada.

Bangunlah lebih pagi dari biasanya

Memasuki jam 9 pagi, semua orang tentunya sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing dan lupa bahwa ada target yang harus mereka capai dalam satu hari. Saya belajar ini ketika pandemi: kala manusia masih terjaga dalam tidurnya dan dunia belum terlalu bising berkehidupan, gunakanlah waktu-waktu tersebut untuk lebih fokus dalam melakukan kegiatan-kegiatanmu guna meminimalisir distraksi di sana sini. Maka dari itu, cobalah bangun lebih pagi dari biasanya. Menyepilah sejenak untuk merasakan dunia yang lebih tenang. Niscaya, kau akan merasa lebih fokus dengan dirimu dan mampu mengerjakan pekerjaanmu dengan lebih efisien.

Ambillah waktu jeda setiap kau usai melakukan pekerjaan

Di The Ambengan Tenten, kami sering menggunakan trik yang satu ini: lakukan pekerjaanmu selama 25 menit dan beristirahatlah sejenak selama 5 menit. Teknik ini dinamakan Metode Podomoro yang ditemukan oleh Francesco Cirillo pada akhir tahun 80-an. Tujuan dari teknik ini adalah untuk mengurangi efek interupsi internal dan eksternal pada fokus dan aliran. Dengan begitu, seseorang bisa lebih efisien dalam mengerjakan pekerjaannya tanpa banyak distraksi yang disebabkan oleh kepalanya. Dengan teknik ini pula, kita sama saja memberi jeda untuk otak kita beristirahat sejenak setelah fokus bekerja sebelum akhirnya kembali melakukan apa yang seharusnya kita selesaikan.

Pilih tempat yang tepat

Setelah pandemi dan keharusan untuk bisa bekerja dari mana saja, saya belajar bahwa fenomena satu ini ibarat pisau bermata dua: ada hal baik dan buruk yang tentunya berjalan beriringan karenanya. Kita bisa dengan bebas memilih tempat kita bekerja. Namun pada saat yang bersamaan, bisa saja hal itu menjadi bumerang di kemudian hari. Memilih tempat bekerja yang tepat merupakan trik lain untuk bisa lebih fokus dan meminimalisir distraksi. Di The Ambengan Tenten sendiri, saya menemukan sebuah ruang bekerja yang nyaman tanpa banyak gangguan serta lingkungan yang sangat positif dalam memberikan dukungan. Mencari tempat di mana kita bisa terkoneksi dengan banyak kepala yang berpikir sejalan dengan kita adalah hal yang saya temukan di tempat ini. Dan tentunya, kau bisa mencoba hal serupa. Pilihlah tempat yang tepat untuk meminimalisir segala bentuk gangguan yang mampu membuatmu kembali menunda pekerjaanmu. Dan mungkin, The Ambengan Tenten bisa menjadi pilihan yang tepat untukmu.

The post Kenapa Sih Kita Suka Menunda? Dan Bagaimana Cara Menyelesaikannya? first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
5 Kebiasaan Baik Untuk Lebih Produktif https://www.theambengantenten.com/5-kebiasaan-baik-untuk-lebih-produktif/ Mon, 04 Jul 2022 09:00:13 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3725   Katanya, manusia membutuhkan waktu 21 hari lamanya untuk membangun sebuah kebiasaan baru. Fakta trivia ini saya temukan semasa pandemi baru saja melanda. Terlebih di saat semua orang harus berhenti sejenak dari segala kesibukan dunia dan dipaksa menetap di satu tempat yang sama untuk waktu yang lama, saya rasa kita semua setuju bahwa ada banyak […]

The post 5 Kebiasaan Baik Untuk Lebih Produktif first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

 

Katanya, manusia membutuhkan waktu 21 hari lamanya untuk membangun sebuah kebiasaan baru. Fakta trivia ini saya temukan semasa pandemi baru saja melanda. Terlebih di saat semua orang harus berhenti sejenak dari segala kesibukan dunia dan dipaksa menetap di satu tempat yang sama untuk waktu yang lama, saya rasa kita semua setuju bahwa ada banyak perubahan yang harus kita lakukan demi menjaga kebiasaan-kebiasaan produktif yang telah kita punya sebelum pandemi melanda. Dari sana, saya belajar untuk lebih memaksimalkan waktu berlebih yang sempat saya punya menjadi hal-hal yang lebih bermanfaat guna tetap menjaga kewarasan otak saya.

Tentunya, semua orang punya cara-cara sederhana versi mereka. Tapi kalau kalian bertanya versi saya, berikut cara saya:

 

Bernapas dengan Tenang Setiap Bangun Pagi

Saya mengerti bahwa bernapas adalah hal esensial dalam berkehidupan. Namun ketika kegiatan semakin menumpuk dan setiap kita dikejar waktu, kebanyakan dari kita selalu lupa untuk bernapas. Menarik napas yang dalam setiap pagi adalah cara sederhana untuk memulai hari yang panjang. Terlebih setelah semuanya terhenti karena pandemi dan keterbiasaan manusia akan hiruk pikuk yang serba cepat, tentunya hari-hari akan terasa lebih panjang. Kita lupa bagaimana caranya berfungsi dan mengambil kendali atas hidup ini.

Jadi apabila kamu sedang membaca tulisan yang satu ini, tolong bernapaslah dengan lebih tenang.

Buat Ceklis Kegiatan Harian

Untuk banyak orang, saya paham membuat ceklis bukanlah sebuah kebiasaan yang bisa diaplikasikan dalam semalam. Tapi menurut saya, kebiasaan menuliskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam satu hari adalah sebuah cara kita untuk tetap waras menjalani hari-hari semasa pandemi—terlebih dengan banyaknya pertemuan daring yang kita lakukan. Bukan masalah besar apabila kita tidak bisa mengerjakan semua ceklis yang ada. Setidaknya, kita bisa melihat progres apa saja yang telah kita lakukan dalam satu hari yang ada.

Ambil Waktu Istirahat di Setiap Sela Online Meeting

Pandemi membuat kita belajar untuk lebih menghargai waktu untuk diri sendiri. Ketika pada awal masanya semua kegiatan daring yang dilakukan terasa menyenangkan, lambat laun semua langkah terasa seperti sebuah obligasi. Keharusan untuk melakukan ini dan itu dalam satu waktu yang bersamaan membuat tiap-tiap kita lupa untuk menghargai waktu itu sendiri. Teknologi yang ada tentu mempermudah segalanya. Tapi kita hanyalah manusia yang tetap membutuhkan jeda. Dan menurut saya, manusiawi rasanya untuk mengambil waktu istirahat di setiap sela pertemuan daring yang kita punya.

Singkirkan Segala Distraksi

Matikan handphone-mu. Kunci pintu kamarmu. Distraksi memang bisa datang dari mana saja. Tapi saya rasa distraksi lebih sering datang dari diri sendiri. Apabila kita bisa meminimalisir segala bentuk distraksi, saya rasa semua bisa berjalan dengan sebagaimana seharusnya. Bernapaslah sekali lagi untuk mengembalikan seisi tubuhmu ke detik ini.

Tulis Bagaimana Harimu di Setiap Akhir Hari

Journaling adalah sebuah kebiasaan baru yang saya lakukan setelah pandemi. Setelah kebiasaan bertemu teman yang harus diminimalisir karena pandemi, menulis menjadi satu-satunya cara terbaik untuk menjaga kewarasan. Menurut saya, journaling mampu memberikan kita perspektif lain jangka panjang. Dengan cara ini, kita bisa melihat banyaknya progres yang telah kita buat.

 

Entah sampai kapan pandemi ini akan berlangsung, saya rasa yang bisa kita lakukan hari ini ialah terus menjalaninya saja. Setidaknya, dunia sedang memberikan kita jeda untuk lebih menghargai diri sendiri setelah sederet kebiasaan yang membuat kita harus bisa serba-cepat. Besok lusa, apabila pandemi sudah tidak ada, semoga kebiasaan-kebiasaan baik yang kita bangun selama work from home tetap bisa kita pertahankan. Dan semoga saja, produktivitas kita tidak akan berubah seiring berjalannya waktu.

The post 5 Kebiasaan Baik Untuk Lebih Produktif first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
TAT Office Space: An Answer for Y’all Hustler https://www.theambengantenten.com/tat-office-space-an-answer-for-yall-hustler/ Wed, 29 Jun 2022 12:40:13 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3708 What’s the worst thing that could harm you from working remotely? The increase of spending from cafe-hopping on a daily basis? The lack of communication with your team? Or…? I understand that the pandemic has somehow changed the idea of working culture throughout the world these days. Post-pandemic working behavior has shifted from the conventional […]

The post TAT Office Space: An Answer for Y’all Hustler first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

What’s the worst thing that could harm you from working remotely? The increase of spending from cafe-hopping on a daily basis? The lack of communication with your team? Or…?

I understand that the pandemic has somehow changed the idea of working culture throughout the world these days. Post-pandemic working behavior has shifted from the conventional way of commuting, working, and going back home to the new era of working just about anywhere at all. There are a lot of pros and cons of this new culture, of course—I wouldn’t deny that myself. But I think we all agree that working remotely is way more fun when done right.

Forget about spending too much on coffee from working at the cafe for 8 hours straight, or the lack of brainstorm and team communication that causes you to lose the creative side of you, because I know a place that is just about right for any of you, a hustler looking for an answer.

The Ambengan Tenten is really not just an option. In fact, I think it’s your only answer. Located in a very strategic area of the business district, Imam Bonjol St. Denpasar, this place offers you a whole new level of working space. Here you can have an office of your own, or even for your team members. Not to mention the ambience that supports your productivity level, I think this place could also change your perspective of a working culture.

 

 

 

In this digital era, we may only know of a coworking space—a place where all digital nomads work and connect. But what about a conventional office space for you and your startup team where you can also connect yourself with other startup teams? Besides the all-included facilities, the variety of people’s backgrounds that are working here has exceptionally helped everyone build relations with each other. It’s an all-in package that you cannot find in the heart of Denpasar but here. You may find something similar in Canggu, Seminyak, or even Jimbaran. But believe me when I say that TAT Office Space is a whole new level of a working space, because they provide a lot for a very good deal. And plus, if you’re ever stuck with your creativity, there’s always a place to getaway where you can relax and connect for a while.

Smoking and chilling area, TAT Office Space

Bale Bengong, The Ambengan Tenten

The basic needs of a conventional office is just one thing they offer. But I think it’s everything else in between that you can never find anywhere else. It’s the convenience, connection, and ambience that you will never regret of having. It’s a combination of the typical office space and a feeling of working remotely where you can always meet new people and connect yourself with them.

So forget about working remotely at some cafe that’ll only waste your money, if you are a hustler who likes to elevate your working culture, TAT Office Space is indeed your answer.

 

 

 

 

For more information:

The post TAT Office Space: An Answer for Y’all Hustler first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
Aplikasi Pendukung Saat Work From Bali yang Bisa Kalian Manfaatkan! https://www.theambengantenten.com/aplikasi-pendukung-saat-work-from-bali-yang-bisa-kalian-manfaatkan/ Fri, 24 Sep 2021 05:06:12 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=2648 Aplikasi Pendukung Saat Work From Bali yang Bisa Kalian Manfaatkan! – Salah satu manfaat saat memilih work from Bali untuk pekerjaan jarak jauh kalian adalah mencapai keseimbangan antara kehidupan yang lebih baik dan kebutuhan pribadi yang bisa diisi dengan mengeksplor pulau dewata tersebut. Ini semua bagus, secara teori, tetapi kenyataan menunjukkan kepada kita bahwa mencapai […]

The post Aplikasi Pendukung Saat Work From Bali yang Bisa Kalian Manfaatkan! first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
Aplikasi Pendukung Saat Work From Bali yang Bisa Kalian Manfaatkan! – Salah satu manfaat saat memilih work from Bali untuk pekerjaan jarak jauh kalian adalah mencapai keseimbangan antara kehidupan yang lebih baik dan kebutuhan pribadi yang bisa diisi dengan mengeksplor pulau dewata tersebut. Ini semua bagus, secara teori, tetapi kenyataan menunjukkan kepada kita bahwa mencapai manfaat ini tidak datang secara otomatis.

Hilangnya motivasi saat bekerja, merasa rindu terhadap rumah dan keluarga juga orang terdekat memang menjadi kendala. Namun komunikasi dan kolaborasi juga adalah penghalang yang jelas ketika kalian work from Bali.

Aplikasi Pendukung Saat Work From Bali yang Bisa Kalian Manfaatkan!

Aplikasi Pendukung Saat Work From Bali

Mengingat pekerjaan jarak jauh yang kalian jalani, tentunya banyak aplikasi pendukung yang akan dimanfaatkan selama program work from Bali ini berlangsung.

Apa sajakah aplikasi itu? Mari kita lihat dibawah penjelasannya!

Serene

Serene adalah alat yang mampu mengalihkan gangguan, membantu kalian tetap fokus dan menyelesaikan tugas lebih cepat.

Slack

Slack adalah alat komunikasi tim, sebagaimana seharusnya bagi pekerja jarak jauh.

Where work happens” adalah slogan yang menyertai platform Slack, dan pertumbuhan popularitas perusahaan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir menempatkannya di antara alat perpesanan yang paling banyak digunakan di dunia.

Lebih dari 750.000 perusahaan menggunakan perangkat lunak ini, yang menawarkan keuntungan karena dapat mengatur berbagai saluran yang dapat diatur berdasarkan subjek atau grup, dengan pesan langsung juga tersedia. File dapat dibagikan dalam percakapan, sementara panggilan video melalui Slack dapat menampilkan hingga 15 orang.

Zoom

Zoom adalah panggilan video dan suara untuk grup dan bisa juga untuk perorangan.

Diluncurkan pada tahun 2012, Zoom melihat lonjakan pengguna setelah pandemi COVID-19 yang membuat banyak orang menggunakan platform untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga. Berkat kemudahan penggunaannya, perangkat lunak ini menjadi aplikasi konferensi video paling populer di tahun 2020.

Bagi mereka yang bekerja dari rumah atau work from Bali, Zoom telah menjadi sarana penting untuk berkomunikasi tatap muka dengan kolega dan klien. Paket gratisnya memungkinkan obrolan tanpa batas antara dua orang, dengan batas 40 menit dikenakan pada pertemuan lebih dari dua pengguna.

Mereka yang memiliki akun bisnis tidak memiliki batasan waktu dan dapat menampung hingga 300 peserta sebagai standar, dengan hingga 1.000 yang diizinkan melalui add-on.

Toggl

Toggl adalah aplikasi yang mencatat berapa lama waktu yang kalian butuhkan untuk menyelesaikan tugas.

Google Drive

Google Drive adalah pembuatan dokumen, penyimpanan cloud, berbagi file, dan kolaborasi.

Kalender

Kalender adalah suatu aplikasi yang dimanfaatkan dalam pengelolaan semua rencana sesuai tanggal dan mengatur rapat tanpa lusinan email yang menumpuk.

Spark

Spark adalah Fitur email cerdas yang mengelola inbox kalian yang terkadang menghalangi produktivitas dan mengubahnya menjadi aset.

Chrome Remote Desktop

Chrome Remote Desktop adalah aplikasi yang berguna untuk mengakses komputer kalian dengan aman dari perangkat apa pun dan lakukan screen share dengan rekan satu tim untuk kolaborasi yang lebih kuat.

Zapier

Zapier adalah aplikasi yang berfungsi untuk menghemat waktu untuk tugas yang berulang dan beralih antar aplikasi dengan mengotomatiskan proses (misalnya: menyimpan lampiran Gmail secara otomatis ke Google Drive).

Daywise

Daywise adalah aplikasi yang berguna untuk menjadwalkan pemberitahuan untuk berhenti bekerja dan lakukan free time kalian.

Trello

Trello adalah alat organisasi berbasis web yang memungkinkan pengguna membuat boards dan daftar yang terinspirasi Kanban, dengan penekanan pada kerja tim. Lebih dari satu juta tim di seluruh dunia menggunakan layanan ini untuk mengatur rapat, memantau alur kerja, dan melacak proyek melalui tahap-tahap utama pengembangan.

Cukup siapkan board, mulai tambahkan kartu, dan undang orang lain yang ingin kalian gunakan boardnya. Board ini dapat menggabungkan daftar periksa, tanggal jatuh tempo, dan pengingat, sedangkan fungsi drag and drop memungkinkan kalian untuk memindahkan kartu antar kolom. Fitur Butler memungkinkan otomatisasi tugas, dan dimaksudkan untuk mengurangi proses manual.

Dropbox

Dropbox didirikan pada tahun 2007, Dropbox adalah sesuatu yang agak kuno dibandingkan dengan yang lain dalam daftar ini, tetapi serangkaian fitur dan kemampuannya untuk menyinkronkan dengan berbagai perangkat telah memastikan bahwa itu tetap menjadi salah satu layanan hosting file paling populer di sekitar.

Meskipun pengguna dapat mengakses layanan dengan masuk melalui browser web, Dropbox menawarkan aplikasi desktop dan seluler, yang memastikan proses yang lebih efisien dan lebih cepat untuk mencadangkan, membagikan, dan menyinkronkan file Anda.

Penyimpanan mulai dari 2 TB untuk paket pribadi, dengan opsi bisnis mulai dari 3 TB untuk profesional hingga 5 TB untuk paket standar. Ada juga opsi lanjutan untuk mereka yang membutuhkan lebih banyak penyimpanan, tergantung pada kebutuhan Anda yang sebenarnya.

Seperti yang Anda lihat, masing-masing alat ini memiliki peran yang berbeda, jadi saya tidak merekomendasikan 10 aplikasi berbeda yang pada dasarnya semuanya melakukan hal yang sama. Masing-masing rekomendasi ini akan meningkatkan produktivitas Anda dan saya sepenuhnya berharap Anda akan menggunakan delapan atau lebih rekomendasi ini setelah membaca artikel ini (atau alternatif serupa untuk setiap alat individual).

The post Aplikasi Pendukung Saat Work From Bali yang Bisa Kalian Manfaatkan! first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
Tanda-Tanda Kelelahan yang Bisa Kalian Kenali Selama Work From Bali https://www.theambengantenten.com/tanda-tanda-kelelahan-yang-bisa-kalian-kenali-selama-work-from-bali/ Wed, 22 Sep 2021 04:52:07 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=2645 Tanda-Tanda Kelelahan yang Bisa Kalian Kenali Selama Work From Bali – Apa yang dimaksud dengan kelelahan bekerja dari rumah? Kelelahan bekerja saat work from Bali adalah perasaan kehilangan motivasi atau kelelahan yang disebabkan oleh bekerja secara jarak jauh dalam waktu yang lama. Bagi sebagian dari kita, bekerja jarak jauh adalah normal bahkan sebelum COVID-19 muncul. […]

The post Tanda-Tanda Kelelahan yang Bisa Kalian Kenali Selama Work From Bali first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
Tanda-Tanda Kelelahan yang Bisa Kalian Kenali Selama Work From Bali – Apa yang dimaksud dengan kelelahan bekerja dari rumah?

Kelelahan bekerja saat work from Bali adalah perasaan kehilangan motivasi atau kelelahan yang disebabkan oleh bekerja secara jarak jauh dalam waktu yang lama. Bagi sebagian dari kita, bekerja jarak jauh adalah normal bahkan sebelum COVID-19 muncul.

Namun, apakah kalian telah menekuni work from Bali selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, dan mengalami kelelahan dianggap sebagai hal yang normal?

Tanda-Tanda Kelelahan yang Bisa Kalian Kenali Selama Work From Bali

Kelelahan terjadi terlepas dari apakah kalian work from Bali atau di lingkungan kantor. Jenis kelelahan ini tidak terlalu bergantung pada lingkungan spesifik tempat kalian berada, tetapi lebih pada puncak dan jeda alami dalam energi yang dialami orang secara bertahap dari waktu ke waktu.

Hal ini dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti mengikuti rutinitas jangka panjang yang ditetapkan, terlalu banyak pengulangan dalam hal tugas, dan kurangnya faktor eksternal untuk memotivasi dan mempertahankan energi dan antusiasme.

Mengapa penting untuk mengenali saat Anda mengalami kelelahan?

Mengenali tanda-tanda kelelahan saat work from Bali bisa menjadi tantangan, karena meskipun kita semua menghadapi hari yang sulit untuk melakukan sesuatu atau kita berjuang terhadap hal yang membutuhkan perhatian kita, kelelahan yang lebih luas dan umum cenderung menghampiri secara kumulatif.

Membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan tugas-tugas yang biasa, mendapati diri kalian menyelesaikan pekerjaan lebih sedikit dan lamban dari biasanya, menyadari diri kalian semakin mudah teralihkan, dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk beristirahat sejenak adalah tanda-tandanya, tetapi itu kadang sulit dikenali kecuali kalian proaktif tentang tetap waspada terhadap gejalanya.

Apa saja gejala yang perlu kita perhatikan? Yuk kita simak!

Tanda-Tanda Mengalami Kelelahan

1. Sulit Fokus

Merasa kelelahan selama proses work from Bali sangatlah normal. Hal ini berdampak pada sulitnya untuk fokus saat bekerja. Work from Bali dan diselingi liburan-liburan yang pasti menguras tenaga terkadang juga berakibat pada perubahan mental.

Tetap fokus dan produktif saat work from Bali ternyata sering ditemui juga loh.

2. Kualitas Tidur Memburuk

Kesulitan untuk tidur lalu jam bangun tidur yang tidak sepagi biasanya, salah satu tanda anda mengalami kelelahan.

Jika diperhatikan, pola tidur kalian sudah terganggu, dan terjadi penurunan kualitas tidur.

Tentukan batas dan porsi antara bekerja dan kegiatan diluar pekerjaan. Dengan ini tubuh dan pikiran akan merasa relaks dan kalian akan tidur dengan nyenak.

Jangan lupa juga untuk menjauhkan paparan cahaya yang dihasilkan oleh gadget kalian setidaknya satu jam sebelum jam tidur kalian. Niscaya, keesokan harinya kalian akan bangun dengan lebih segar.

3. Motivasi Berkurang

Tanda terbesar kelelahan bekerja secara jarak jauh mulai muncul ketika kalian tidak memiliki energi atau motivasi untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya di kuasai jika dikerjakan di kantor.

Ketika kalian kehilangan motivasi dan kemauan untuk melakukan tugas-tugas yang kalian nikmati dan bahkan lebih baik daripada orang lain di kantor, inilah saatnya untuk mempertimbangkan kembali cara kalian menyusun pekerjaan jarak jauh untuk diri sendiri. Kehilangan motivasi juga dapat berdampak buruk pada pekerjaan, menyebabkan semakin stres.

4. Produktivitas Menurun

Saat awal pandemi terjadi dan memutuskan untuk melakukan work from Bali, kalian akan merasa senang dan bahkan mengagumi peningkatan produktivitas kalian. Anda lebih banyak beristirahat di antara faktor-faktor lain. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya kalian terhanyut pada suasana yang menenangkan ini. Dan hal tersebut ternyata berbahaya jika dibiarkan. Kinerja menurun karena produktifitas juga menurun. Berhati-hatilah.

5. Lebih Banyak Kesalahan Dari Biasanya

Apakah kalian membuat kesalahan pada tugas yang diberikan? Apakah kalian merasa dikejar tenggat waktu? Mungkin terkadang kalian mendapati diri kalian linglung dalam konferensi video atau kalian merasa menyendiri dan tidak benar-benar berpartisipasi dalam rapat?

Bisa saja ini adalah tanda kalian mengalami kelelahan saat bekerja jarak jauh.

Tetaplah fokus dan cari tahu langkah apa yang baik untuk menebus segala kesalahan yang sudah terjadi dengan menjadi lebih baik di akan datang.

6. Mudah Tersinggung

Jika kalian mendapati diri kalian menjadi pemarah dan lebih mudah tersinggung dari biasanya, ini pertanda kalian membutuhkan istirahat. Biasanya yang menjadi pelampiasan adalah keluarga atau orang-orang terdekat.

Perasaan cepat marah yang intens, terkadang dibarengi dengan sakit kepala. Tentu ini akan membuat frustasi. Mungkin kalian perlu merubah rutinitas agar terbiasa menghadapi hari-hari yang berubah sejak pandemi terjadi.

7. Merasa Terikat atau Terisolasi

Saat kebosanan melanda meski sudah melakukan work from Bali, keinginan untuk didampingi orang terdekat tentu makin meningkat.

Perasaan rindu terhadap rumah pun mulai timbul. Hari makin hari bukannya perasaan senang, yang ada hanya merasa seperti terisolasi.

Belum lagi terbatasnya ruang gerak kita oleh peraturan pemerintah yang berlaku dalam menangguli penyebaran kasus COVID-19.

Tetaplah menjaga komunikasi kalian dengan keluarga atau teman. Ini akan membantu mengobati rasa rindu kalian.

The post Tanda-Tanda Kelelahan yang Bisa Kalian Kenali Selama Work From Bali first appeared on The Ambengan Tenten.]]>