Life Style | The Ambengan Tenten https://www.theambengantenten.com Work & Life Balance Tue, 09 May 2023 16:25:12 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 TAT Art Space: Ekshibisi Solo Beluluk dan Kearifan Lokal Bali https://www.theambengantenten.com/tat-art-space-ekshibisi-solo-beluluk-dan-kearifan-lokal-bali/ Mon, 19 Sep 2022 09:13:54 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3821 Siapa sih yang nggak tau Beluluk? Sebagai penikmat media sosial yang berkehidupan di tanah Dewata, rasa-rasanya karakter Beluluk cukup dekat dengan kita semua. Dengan segala celotehannya di media sosial yang kerap kali menyentil isu-isu terhangat, Beluluk seakan hadir sebagai pengingat untuk kita. Setelah sekian lama mengenal Beluluk dari layar telepon genggam, akhirnya saya berkesempatan juga […]

The post TAT Art Space: Ekshibisi Solo Beluluk dan Kearifan Lokal Bali first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Siapa sih yang nggak tau Beluluk? Sebagai penikmat media sosial yang berkehidupan di tanah Dewata, rasa-rasanya karakter Beluluk cukup dekat dengan kita semua. Dengan segala celotehannya di media sosial yang kerap kali menyentil isu-isu terhangat, Beluluk seakan hadir sebagai pengingat untuk kita.

Setelah sekian lama mengenal Beluluk dari layar telepon genggam, akhirnya saya berkesempatan juga untuk mengenal lebih dekat siapa sosok kreator di balik karakter Beluluk. Mengusung tajuk “Pakedek Pakenyem Pawisik”, kali ini TAT Art Space berhasil membuat para undangan berdecak kagum melalui ekshibisi solo Putu Dian sebagai kreator Beluluk. Pasalnya, tidak hanya menyuguhkan beberapa komik strip khas Beluluk, terdapat beberapa aktivasi menarik yang dilakukan oleh Putu Dian hari itu. Acara mewarnai bersama anak-anak, artist talk, serta performance oleh Rare Kual memberikan intimasi tersendiri bagi siapa pun yang hadir.

Sebagai salah seorang perantau yang memilih hidup di tanah Dewata, tentunya ada banyak hal yang seharusnya bisa saya pelajari mengenai kearifan lokal. Melalui pembukaan ekshibisi “Pakedek, Pawisik, Pakenyem” hari itu, saya belajar bahwa ada banyak sisi menarik yang bisa kita mengerti tentang kebudayaan Bali. Ketika mendengar tajuk ekshibisi yang satu ini pun, saya bertanya-tanya mengenai makna yang terpendam di baliknya. Dan benar saja, ada makna tersendiri yang ingin disampaikan melalui pameran satu ini.

Menutur dari kearifan lokal Bali, pakedek pakenyem merupakan sebuah ungkapan populer yang begitu melekat di tengah masyarakat yang secara figuratif merupakan seruan sukacita untuk setiap masalah yang kita rasakan. Sedangkan pawisik yang berarti wahyu, merupakan isyarat semesta pada manusia akan sesuatu yang telah/sedang/akan terjadi. Pakedek, pakenyem, pawisik memberikan makna di mana Putu Dian mencoba mengajak teman-teman semua untuk tetap bersenang hati walau masalah hidup terus ada. Yang menariknya lagi, Putu Dian membawa serta seri terbarunya bertajuk “Speak Up” yang berisi 30 karakter Beluluk dengan kolom dialog yang bisa diisi oleh teman-teman semua. Melalui seri ini pula, Putu Dian ingin mengingatkan kita semua untuk berani mengungkapkan ide yang kita miliki.

Setelah aktivasi dan artist talk, setiap tamu undangan pun diajak serta untuk melihat-lihat setiap sudut TAT Art Space yang direspon melalui banyak dekorasi menarik. Tentunya, hari itu menjadi satu lagi hari yang saya habiskan dengan sukacita. Berbincang dengan Putu Dian, tamu-tamu undangan, serta banyak lagi teman-teman yang hadir membuat saya mengerti bagaimana budaya dapat dikemas dalam satu wadah menarik melalui seni.

The post TAT Art Space: Ekshibisi Solo Beluluk dan Kearifan Lokal Bali first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
How to Tackle Ideas-Blockage as An Entrepreneur? https://www.theambengantenten.com/how-to-tackle-ideas-blockage-as-an-entrepreneur/ Wed, 31 Aug 2022 10:50:31 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3806 As a millenial who works in a fast-paced environment that demands things done within seconds, I think we agree that we get stuck easily from time to time. Clients come and go with things they want from us, yet never enough resources of ideas that keep us afloat. We all have been there, of course—stuck […]

The post How to Tackle Ideas-Blockage as An Entrepreneur? first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

As a millenial who works in a fast-paced environment that demands things done within seconds, I think we agree that we get stuck easily from time to time. Clients come and go with things they want from us, yet never enough resources of ideas that keep us afloat. We all have been there, of course—stuck in a situation where we have to move fast without any anticipation of what to offer on the table.

Of course we all have our own way to tackle this idea-blockage problem. But does everyone really know how? Here’s a little tips on how to tackle idea-blockage!

Move your ass off of that table.

When we don’t know what to do, it’s most likely because we don’t have enough perspective to explore on. Human’s brain is one complex thing that needs constant change to see the bigger picture of many things. So when I’m stuck, I usually choose to take a walk around the house, move a little, and even do chores before going back to things I was supposed to originally do before—which is finishing the deadline of the work itself. Moving around helps your brain to process things better for it helps the flow of your blood.

Meet with people and actually talk

I find that meeting people helps me a lot in finding back my sanity when it comes to writing. Or any kind of creative thinking, really. Connecting ourselves with people somehow gives us perspective we’ve never known existed. Or even better, we could always make something new out of the conversation. Here in The Ambengan Tenten, I could always find that flexibility of connecting myself with people. The fresh-from-the-oven insight is something that we could always use to tackle this idea-blockage problem.

Make a mindmap of things you like

How could one find a great idea if everything else is scattered everywhere around? People always forget this step when we’re trying to find the perfect ideas to pitch. This particular brainstorming idea could be tricky if we don’t remind ourselves of the end goal of the project itself. So my little suggestion is: always make a mindmap of things you’re familiar with so you can always make a better pitching idea out of it. And of course, with a little help from this next step of…

Find references

It could be from nature, the internet, or even the next closest thing to you! I use Pinterest, Medium, or Quora for my own writing research. But there are a lot more references that you can use as an entrepreneur from the internet. Like I said before, we get different styles of working. Creativity is limitless as long as you can always put yourself in different angles. So always find your own reference before you let this blockage even happening on your part.

So tell me, what’s your own best solution to tackle idea-blockage?

The post How to Tackle Ideas-Blockage as An Entrepreneur? first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
Aghumi: Mengemas Tarot dalam Konsep Teatrikal https://www.theambengantenten.com/aghumi-mengemas-tarot-dalam-konsep-teatrikal/ Mon, 22 Aug 2022 11:19:32 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3793 Sebagai seorang penggemar tarot, tentunya menarik untuk selalu mengulik makna di balik setiap kartu yang ada. Menurut saya, selalu ada cerita yang bisa kita rasakan dari masing-masing kartunya. Berbicara mengenai kartu tarot, saya rasa saya bisa menghabiskan semalam suntuk hanya untuk yang satu ini. Dan tentu saja, ketika saya tau ada pementasan seni yang mengangkat […]

The post Aghumi: Mengemas Tarot dalam Konsep Teatrikal first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Sebagai seorang penggemar tarot, tentunya menarik untuk selalu mengulik makna di balik setiap kartu yang ada. Menurut saya, selalu ada cerita yang bisa kita rasakan dari masing-masing kartunya. Berbicara mengenai kartu tarot, saya rasa saya bisa menghabiskan semalam suntuk hanya untuk yang satu ini. Dan tentu saja, ketika saya tau ada pementasan seni yang mengangkat kartu tarot dalam ceritanya, saya tak buang waktu untuk datang dan melihat secara langsung.

Pada TERUPA Festival (5/8/20) lalu, sebuah komunitas seni yang saya kenal di The Ambengan Tenten, Aghumi, membuka acara hari itu dengan sebuah teatrikal yang mengusung cerita mengenai kartu The Fool. Sebagai kartu pertama Major Arcana dalam tarot, tentunya kartu The Fool menyimpan makna tersendiri. Saya pribadi selalu merasa bahwa kartu ini ibarat seorang anak kecil naif yang memimpikan dunia. Matanya yang haus akan banyak sisi kehidupan selalu membawanya menjadi sosok idealis nan polos yang terkadang dianggap bodoh.

Selain kartu The Fool, pementasan yang bertajuk “The Fool: Pelesiran Wayang-wayangan” ini juga diilhami oleh seorang perupa tersohor, Ni Tanjung yang memiliki idealisme tinggi terkait seni yang berhasil mengubah cara pandang banyak mata mengenai seni global. The Fool yang juga melambangkan awal mula kehidupan ini memiliki makna di mana semua yang bermula dari titik nol merupakan perlambang dari unsur-unsur keterbatasan yang justru memberikan esensi keutuhan entitas diri. Dalam keterbatasannya, semua orang mampu menciptakan perubahan sederhana yang dimulai dari dirinya.

Yang paling menarik dari pementasan satu ini, Aghumi berhasil memboyong teman-teman dari komunitas Teater Petir, Teater Sangsaka, Teater Loak, dan Narwastu Austism Learning Awareness untuk ikut andil dalam acara ini. Beberapa properti pentas yang digunakan juga merupakan hasil kerajinan tangan dari teman-teman autis dari Narwastu. Dedikasi Aghumi rasa-rasanya memang harus diacungi jempol, terlebih bagaimana mereka mampu mengajarkan seni kepada anak-anak berusia 5-15 tahun untuk mengekspresikan dirinya melalui seni itu sendiri.

Seperti apa yang dituturkan oleh Tika, salah seorang teman dari Aghumi, rasa-rasanya memang dunia butuh ruang lebih besar untuk kita memberikan pengakuan lebih baik kepada orang-orang di sekitar. Sekecil apa pun perjuanganmu, kau patut untuk diapresiasi sebagaimana mestinya. Sesederhana apa pun mimpimu, kau berhak untuk percaya bahwa mimpi akan membawamu mendunia.

Pembukaan acara TERUPA Festival terasa semakin hangat kala pementasan teatrikal itu telah usai. Tak lupa performance pendukung dari teman-teman SIJI dan musik tradisional oleh Yasa Balinese Music, sore itu semakin romantis kala tiap manusia saling mengoneksikan dirinya di TAT Art Space. Dan menurut saya, tak ada yang lebih menarik ketimbang diingatkan bahwa tiap-tiap kita memberikan perbedaan dengan caranya masing-masing.

Aghumi berhasil menyulap sebuah filosofi sederhana menjadi sebuah pementasan yang tak kalah luar biasa. Di balik itu semua, mungkin kita pun perlu mengingatkan diri bahwa hidup akan selalu baik-baik saja apabila kita mau percaya pada mimpi yang kita punya.

The post Aghumi: Mengemas Tarot dalam Konsep Teatrikal first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
TERUPA Festival: Ekshibisi NFT yang Mengusung Konsep Tersendiri https://www.theambengantenten.com/terupa-festival-ekshibisi-nft-yang-mengusung-konsep-tersendiri/ Fri, 19 Aug 2022 05:58:04 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3789 Ketika mendengar kata “festival”, siapa pun pasti akan membayangkan sebuah acara megah padat aktivitas. Dengan ideal waktu berlangsungnya selama beberapa hari, pengunjung dapat menikmati seharian berkegiatan dan bersenang-senang. Begitu ‘kan yang kebanyakan dari kita pikirkan? Tentunya, saya pun membayangkan hal serupa. Setelah beberapa waktu tak terdengar kabarnya, The Ambengan Tenten kembali hadir dengan inovasi menariknya. […]

The post TERUPA Festival: Ekshibisi NFT yang Mengusung Konsep Tersendiri first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Ketika mendengar kata “festival”, siapa pun pasti akan membayangkan sebuah acara megah padat aktivitas. Dengan ideal waktu berlangsungnya selama beberapa hari, pengunjung dapat menikmati seharian berkegiatan dan bersenang-senang. Begitu ‘kan yang kebanyakan dari kita pikirkan? Tentunya, saya pun membayangkan hal serupa.

Setelah beberapa waktu tak terdengar kabarnya, The Ambengan Tenten kembali hadir dengan inovasi menariknya. Kali ini, The Ambengan Tenten menghadirkan sebuah festival bertajuk “TERUPA”. Berasal dari kata “terupa” atau yang berarti “tampak”, menurut filosofinya merupakan makna dari penyatuan indera, pikiran, dan juga jiwa. Sedikit menggelitik tentunya apabila merunut dari namanya, tapi sangat menarik untuk dicaritahu.

Festival yang ternyata merupakan ekshibisi NFT (Non-Fungible Token) ini menghadirkan 70 karya NFT dari 70 seniman digital yang berbeda. Menariknya, 70 karya ini diekshibit dalam bentuk fisik yang dicetak pada media kanvas. Karya-karya ini tentunya merupakan karya terpilih yang sudah dikurasi dan merupakan karya seniman-seniman muda berbakat dari berbagai penjuru Indonesia. Tak hanya ekshibisi saja, ada pula beragam aktivitas menarik yang disuguhkan selama 3 hari acara ini berlangsung—mulai dari talkshow, food truck, hingga workshop yang terbuka untuk umum.

Seperti acara yang sudah-sudah, pembukaan acara kali itu kembali didukung oleh teman-teman dari komunitas seni Aghumi yang mementaskan karya teatrikal. Tak lupa didukung oleh banyak teman-teman komunitas seperti Majalabs, Superlative Secret Society, HNS, serta Rotybroi—semua seakan memberikan waktunya secara cuma-cuma untuk ikut memeriahkan acara tersebut. Menariknya lagi, saya jadi mengenal banyak sekali teman-teman komunitas di tengah gempitanya acara TERUPA.

Ketiga hari acara berlangsung, saya melihat bagaimana semua orang saling membantu, terkoneksi, mengapresiasi setiap karya masing-masing. Ada banyak kreator yang bahkan saya temui jauh-jauh datang ke Bali hanya untuk melihat karya mereka dipamerkan pada acara ini. Animo yang lagi-lagi berhasil disuguhkan oleh The Ambengan Tenten rasa-rasanya harus kembali saya acungi jempol.

Dan sekali lagi, saya masih menanti acara semacam apa lagi yang akan dihadirkan oleh ruang ini.

The post TERUPA Festival: Ekshibisi NFT yang Mengusung Konsep Tersendiri first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
NFT Pitch Bali: Merealisasi Mimpi dalam Proyek NFT https://www.theambengantenten.com/nft-pitch-bali-merealisasi-mimpi-dalam-proyek-nft/ Wed, 20 Jul 2022 12:00:58 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3768 What a gloomy Saturday, pikir saya pagi itu ketika memulai hari. Setelah minggu yang panjang, tentunya yang saya inginkan sebenarnya hanya duduk manis di rumah dan menikmati akhir pekan dengan tenang. Tapi nyatanya, di sinilah saya kembali menemui diri—berkumpul di tengah keramaian manusia dan mengoneksikan diri dengan lebih banyak perspektif baru. Hari itu (Sabtu, 16/07), […]

The post NFT Pitch Bali: Merealisasi Mimpi dalam Proyek NFT first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

What a gloomy Saturday, pikir saya pagi itu ketika memulai hari. Setelah minggu yang panjang, tentunya yang saya inginkan sebenarnya hanya duduk manis di rumah dan menikmati akhir pekan dengan tenang. Tapi nyatanya, di sinilah saya kembali menemui diri—berkumpul di tengah keramaian manusia dan mengoneksikan diri dengan lebih banyak perspektif baru.

Hari itu (Sabtu, 16/07), The Ambengan Tenten kembali menggelar satu lagi acara menarik yang cukup membuka mata saya. Bekerjasama dengan Majalabs dan TokoCrypto, kali ini The Ambengan Tenten berkesempatan menjadi tuan rumah untuk acara NFT Pitch Bali yang merupakan program milik Majalabs yang bertujuan untuk mengedukasi teman-teman terkhususnya di Bali terkait dengan teknologi NFT. Dengan beberapa nama besar seperti Adrian Zakhary dan Raka Jana, rangkaian acara NFT Pitch Bali terasa seperti dunia yang begitu awam bagi saya pribadi.

Sesi talkshow bersama para bintang tamu: Adrian, Lee, Raka, Kinno (Sab, 16/07)

Yang menarik dari hari itu, selain talkshow bersama beberapa bintang tamu, terdapat coaching session bagi para finalis terpilih Majalabs. Kelima finalis terpilih ini merupakan finalis proyek NFT yang lantas mendapat privilese tersendiri. Tidak main-main, kelima finalis ini pun didatangkan langsung dari berbagai penjuru Indonesia ke Bali untuk dibantu mengembangkan ide yang sedari awal telah mereka tuangkan dalam proyek NFT mereka.

Walau saya bukan salah satu coach dengan eligibilitas tersendiri, hari itu saya berkesempatan untuk turut serta dalam sesi coaching mereka. Sederet nama seperti Arnold Ong, Adrian Zakhary, Raka Jana, Dwiyana, serta Anto Nugroho memberikan banyak sekali masukan kepada para finalis guna mengembangkan proyek NFT yang mereka miliki. Tak hanya nama penting yang menjadi coach dalam NFT Pitch Bali itu saja, saya pun berkesempatan mendengarkan para finalis mempresentasikan proyek mereka di hadapan para coach. Mulai dari proyek NFT berbasis progressive web app yang bertujuan untuk membantu para petani kopi se-Indonesia hingga proyek NFT yang mendukung konservasi laut—tiap-tiap finalis memiliki misi dan idealisme tersendiri yang mereka tuangkan dalam sebuah proyek berbasis NFT.

Finalis NFT Pitch Bali dalam coaching session (Sab, 16/07)

Saya mungkin bukanlah seseorang yang paham betul mengenai teknologi. Ada banyak hal yang tentunya bisa kita pelajari terkait akan hal ini. Di tengah arus globalisasi dunia yang mau tak mau mengharuskan kita mengerti, rasa-rasanya Majalabs berhasil hadir dengan sebuah solusi edukasi menarik bagi banyak kaum awam. Bersama dengan itu pula, sebagai bentuk dukungan The Ambengan Tenten dalam memberikan edukasi teknologi, tempat ini pun telah berhasil memberikan ruangnya untuk saya dan teman-teman lainnya belajar bersama.

Satu lagi hari di mana saya merasa terisi. Begitu pikir saya sebelum akhirnya pulang ke rumah. Tentunya, disertai dengan bekal ilmu baru dari acara NFT Pitch Bali hari itu.

Mengingat The Ambengan Tenten pun akan menghadirkan sebuah acara ekshibisi NFT bertajuk TERUPA Festival, pemenang dari NFT Pitch Bali (oleh Majalabs) nantinya akan diumumkan pada acara tersebut. Untuk itu, mungkin saya harus kembali mengambil kesempatan dan hadir ke acara yang akan diselenggarakan tanggal 5-7 Agustus 2022 nanti. Bagi teman-teman lainnya yang mungkin luang pada waktu-waktu tersebut, silakan mampir dan ikut saya menyaksikan bagaimana tempat ini mampu menyatukan banyak perspektif manusia dalam satu ruang yang sama di TAT Art Space (oleh The Ambengan Tenten).

The post NFT Pitch Bali: Merealisasi Mimpi dalam Proyek NFT first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
Road to Terupa: Sebuah Misi Humanis Seorang Raka Jana https://www.theambengantenten.com/road-to-terupa-sebuah-misi-humanis-seorang-raka-jana/ Fri, 08 Jul 2022 07:40:49 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3728   Di era serba digital ini, siapa sih yang tidak mengenal sosok Raka Jana? Seorang seniman muda lokal asal Tampaksiring ini mungkin adalah satu dari beberapa cerita sukses pemuda Bali yang berhasil mematahkan stigma. Kata orang tua, menggambar tak akan pernah memberikan hidup yang nyaman. Tapi siapa sangka bahwa Raka Jana berhasil mengubah hidupnya dan […]

The post Road to Terupa: Sebuah Misi Humanis Seorang Raka Jana first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

 

Di era serba digital ini, siapa sih yang tidak mengenal sosok Raka Jana?

Seorang seniman muda lokal asal Tampaksiring ini mungkin adalah satu dari beberapa cerita sukses pemuda Bali yang berhasil mematahkan stigma. Kata orang tua, menggambar tak akan pernah memberikan hidup yang nyaman. Tapi siapa sangka bahwa Raka Jana berhasil mengubah hidupnya dan banyak orang di sekitarnya hanya dari menggambar saja?

Beberapa hari lalu, tim The Ambengan Tenten berkesempatan menyambangi HNS Studio milik kreator NFT lokal kenamaan Raka Jana yang berlokasi di Tampaksiring, Gianyar. Awalnya, tak banyak ekspektasi yang kala itu saya punya. Saya pikir, saya hanya perlu ikut datang, mendengarkan, lalu menulis satu lagi artikel untuk ruang multifungsi, The Ambengan Tenten ini. Tapi ternyata saya salah. Hari itu, ada banyak perspektif baru yang sebelumnya tak pernah saya tau.

Raka Jana memang hanyalah seorang anak desa biasa. Tapi saya bisa melihat mata hausnya akan dunia tak ada habis-habisnya. Pria berusia 31 tahun ini mengaku bahwa semua yang dimilikinya hari ini adalah sebentuk manifestasi Raka Jana kecil. Berbekal dari kecintaannya terhadap manga dan anime Jepang, Raka berhasil mengadopsinya ke dalam gaya menggambarnya yang disertai dengan beberapa kebudayaan Bali yang menjadi ciri khas seorang Rakajana.

Di luar kesuksesan proyek Baliverse NFT miliknya, tentunya ada misi humanis tersendiri yang ia bawa dalam diri. HNS (Hope Never Sleeps) Studio adalah sebuah studio kreatif yang dibangunnya sejak 2015 silam, jauh sebelum nama Raka Jana mengudara dalam dunia NFT. HNS Studio kini mempekerjakan lebih dari 30 tenaga lokal dengan harapan bahwa setiap orang yang mencari penghidupan melalui menggambar tak akan pernah lagi diremehkan. Yang menarik, ketika ditanya untuk memilih antara nama besar Raka Jana dan HNS Studio, tanpa pikir panjang beliau memilih HNS Studio sebagai jawabannya. Dari sini, tentunya kita bisa melihat ada misi lebih besar ketimbang sekadarnya nama besar.

Raka mengaku bahwa ada banyak impact yang ingin ia ciptakan melalui namanya. Sebagai seorang anak desa, ia ingin mengubah stigma dan membagi mimpi yang sama dengan orang-orang di luar sana. Dengan menjadi advisor Majalabs, Raka sudah membuat banyak kelas workshop terkait menggambar dan juga NFT sebagai bentuk timbal baliknya kepada hidup.

Hari itu, saya merasa terisi dengan diri sendiri. Saya pikir kita setuju bahwa tiap-tiap kita pasti punya mimpi yang ingin direalisasikan menjadi realita. Raka Jana mungkin sudah berhasil dengan caranya. Lalu, bukankah ini adalah waktunya untuk kita?Raka Jana akan hadir dalam acara Terupa: NFT Festival di The Ambengan Tenten awal Agustus nanti. Saya sudah merasakan magisnya isi kepala seorang Raka Jana. Esok mungkin adalah waktunya anda. Nantikan info lengkap mengenai Terupa: NFT Festival dan workshop day bersama Raka Jana di media sosial @ambengantenten.

 

 

 

The post Road to Terupa: Sebuah Misi Humanis Seorang Raka Jana first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
5 Kebiasaan Baik Untuk Lebih Produktif https://www.theambengantenten.com/5-kebiasaan-baik-untuk-lebih-produktif/ Mon, 04 Jul 2022 09:00:13 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3725   Katanya, manusia membutuhkan waktu 21 hari lamanya untuk membangun sebuah kebiasaan baru. Fakta trivia ini saya temukan semasa pandemi baru saja melanda. Terlebih di saat semua orang harus berhenti sejenak dari segala kesibukan dunia dan dipaksa menetap di satu tempat yang sama untuk waktu yang lama, saya rasa kita semua setuju bahwa ada banyak […]

The post 5 Kebiasaan Baik Untuk Lebih Produktif first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

 

Katanya, manusia membutuhkan waktu 21 hari lamanya untuk membangun sebuah kebiasaan baru. Fakta trivia ini saya temukan semasa pandemi baru saja melanda. Terlebih di saat semua orang harus berhenti sejenak dari segala kesibukan dunia dan dipaksa menetap di satu tempat yang sama untuk waktu yang lama, saya rasa kita semua setuju bahwa ada banyak perubahan yang harus kita lakukan demi menjaga kebiasaan-kebiasaan produktif yang telah kita punya sebelum pandemi melanda. Dari sana, saya belajar untuk lebih memaksimalkan waktu berlebih yang sempat saya punya menjadi hal-hal yang lebih bermanfaat guna tetap menjaga kewarasan otak saya.

Tentunya, semua orang punya cara-cara sederhana versi mereka. Tapi kalau kalian bertanya versi saya, berikut cara saya:

 

Bernapas dengan Tenang Setiap Bangun Pagi

Saya mengerti bahwa bernapas adalah hal esensial dalam berkehidupan. Namun ketika kegiatan semakin menumpuk dan setiap kita dikejar waktu, kebanyakan dari kita selalu lupa untuk bernapas. Menarik napas yang dalam setiap pagi adalah cara sederhana untuk memulai hari yang panjang. Terlebih setelah semuanya terhenti karena pandemi dan keterbiasaan manusia akan hiruk pikuk yang serba cepat, tentunya hari-hari akan terasa lebih panjang. Kita lupa bagaimana caranya berfungsi dan mengambil kendali atas hidup ini.

Jadi apabila kamu sedang membaca tulisan yang satu ini, tolong bernapaslah dengan lebih tenang.

Buat Ceklis Kegiatan Harian

Untuk banyak orang, saya paham membuat ceklis bukanlah sebuah kebiasaan yang bisa diaplikasikan dalam semalam. Tapi menurut saya, kebiasaan menuliskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam satu hari adalah sebuah cara kita untuk tetap waras menjalani hari-hari semasa pandemi—terlebih dengan banyaknya pertemuan daring yang kita lakukan. Bukan masalah besar apabila kita tidak bisa mengerjakan semua ceklis yang ada. Setidaknya, kita bisa melihat progres apa saja yang telah kita lakukan dalam satu hari yang ada.

Ambil Waktu Istirahat di Setiap Sela Online Meeting

Pandemi membuat kita belajar untuk lebih menghargai waktu untuk diri sendiri. Ketika pada awal masanya semua kegiatan daring yang dilakukan terasa menyenangkan, lambat laun semua langkah terasa seperti sebuah obligasi. Keharusan untuk melakukan ini dan itu dalam satu waktu yang bersamaan membuat tiap-tiap kita lupa untuk menghargai waktu itu sendiri. Teknologi yang ada tentu mempermudah segalanya. Tapi kita hanyalah manusia yang tetap membutuhkan jeda. Dan menurut saya, manusiawi rasanya untuk mengambil waktu istirahat di setiap sela pertemuan daring yang kita punya.

Singkirkan Segala Distraksi

Matikan handphone-mu. Kunci pintu kamarmu. Distraksi memang bisa datang dari mana saja. Tapi saya rasa distraksi lebih sering datang dari diri sendiri. Apabila kita bisa meminimalisir segala bentuk distraksi, saya rasa semua bisa berjalan dengan sebagaimana seharusnya. Bernapaslah sekali lagi untuk mengembalikan seisi tubuhmu ke detik ini.

Tulis Bagaimana Harimu di Setiap Akhir Hari

Journaling adalah sebuah kebiasaan baru yang saya lakukan setelah pandemi. Setelah kebiasaan bertemu teman yang harus diminimalisir karena pandemi, menulis menjadi satu-satunya cara terbaik untuk menjaga kewarasan. Menurut saya, journaling mampu memberikan kita perspektif lain jangka panjang. Dengan cara ini, kita bisa melihat banyaknya progres yang telah kita buat.

 

Entah sampai kapan pandemi ini akan berlangsung, saya rasa yang bisa kita lakukan hari ini ialah terus menjalaninya saja. Setidaknya, dunia sedang memberikan kita jeda untuk lebih menghargai diri sendiri setelah sederet kebiasaan yang membuat kita harus bisa serba-cepat. Besok lusa, apabila pandemi sudah tidak ada, semoga kebiasaan-kebiasaan baik yang kita bangun selama work from home tetap bisa kita pertahankan. Dan semoga saja, produktivitas kita tidak akan berubah seiring berjalannya waktu.

The post 5 Kebiasaan Baik Untuk Lebih Produktif first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
VESCOFART: Intimasi Sebuah Acara Melalui Seni, Kopi, dan Vespa https://www.theambengantenten.com/vescofart-intimasi-sebuah-acara-melalui-seni-kopi-dan-vespa/ https://www.theambengantenten.com/vescofart-intimasi-sebuah-acara-melalui-seni-kopi-dan-vespa/#comments Tue, 14 Jun 2022 07:26:54 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3673 Sejak kecil, saya tumbuh dekat dengan kecintaan beberapa anggota keluarga terhadap Vespa. Dulu, Ayah serta Kakek saya adalah seorang kolektor Vespa. Dan yang menarik, komunitas Vespa yang mereka ikuti lantas menjadi keluarga kecil tersendiri untuk saya. Setelah saya dewasa, tentunya ada sentimen tersendiri yang masih melekat dalam ingatan saya ketika berbicara mengenai Vespa. Beberapa waktu […]

The post VESCOFART: Intimasi Sebuah Acara Melalui Seni, Kopi, dan Vespa first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Mangun Edwin, Hamka, dan Wilman Hermana untuk VESCOFART, The Ambengan Tenten (10/06/22)

Sejak kecil, saya tumbuh dekat dengan kecintaan beberapa anggota keluarga terhadap Vespa. Dulu, Ayah serta Kakek saya adalah seorang kolektor Vespa. Dan yang menarik, komunitas Vespa yang mereka ikuti lantas menjadi keluarga kecil tersendiri untuk saya. Setelah saya dewasa, tentunya ada sentimen tersendiri yang masih melekat dalam ingatan saya ketika berbicara mengenai Vespa.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan hadir dalam satu lagi acara yang digelar oleh The Ambengan Tenten dalam rangka memeriahkan Vespa World Days 2020-2022 yang berlangsung di Bali. Tentu saja, saya lantas hadir tanpa tedeng aling-aling. Yang menarik dari acara bertajuk VESCOFART ini, mereka menyatukan banyak kalangan melalui kecintaan mereka yang sama terhadap Vespa. Lintas kalangan yang diundang pun tidak main-main. Salah seorang pemahat kenamaan ibu kota, Wilman Hermana, yang merupakan artis pemahat patung Gatotkaca untuk film laga Jagad Satria Dewa: Gatotkaca (Bramantyo, 2022) pun turut hadir dalam acara hari itu. Tak hanya beliau saja, seorang antusias kopi kenamaan asal Bandung, Mangun Edwin serta seorang seniman lokal Bali kenamaan, Hamka juga turut diundang untuk sekadarnya berbincang bersama.

Wilman Hermana bersama patung Gatotkaca untuk film laga Jagad Satria Dewa: Gatotkaca (Bramantyo, 2022)

Yang saya ketahui, Mangun Edwin beserta kawan-kawan pun melakukan riding bersama dari Bandung hingga Bali. Melihat beberapa cuplikan video perjalanan Mangun ber-Vespa ria dari pulau Jawa hingga pulau Bali membuat saya iri mengingat bagaimana saya pernah ikut serta Ayah dan Kakek untuk Vespa riding yang pernah mereka lakukan dulu. Pada hari acara VESCOFART berlangsung, Mangun pun mengambil alih bar Argos Specialita dengan 16 varian biji kopinya yang dibawa langsung dari Bandung. Ia membagikan kopi-kopi racikannya ini secara cuma-cuma dengan harapan dapat memeriahkan acara ini. Selain itu, Hamka pun membuka lapak melukisnya untuk siapa pun yang ingin melukis bersama hari itu. Di lain sudut The Ambengan Tenten, tempat ini pun berkesempatan untuk memamerkan pahatan Gatotkaca karya Wilman di area TAT Art Space.

Mangun Edwin meracik biji kopi yang dibawanya dari Bandung (Jum, 10/06/22)

Live painting bersama Hamka; mewarnai aksesoris motor Vespa (Jum, 10/06/22)

 

Sore itu, semua orang berkumpul sembari melukis dan meracik kopi bersama. Saya tidak melihat adanya kesenjangan apa pun walau mereka memiliki hobi yang berbeda. Toh, tiap-tiap orang yang datang tetap memiliki kecintaan yang sama terhadap Vespa. Begitu pun saya, ada sentimen tersendiri yang berhasil menarik saya untuk datang hari itu. Tak sampai di situ saja, seorang DJ kaset, Ferrite Head—yang ternyata juga pecinta Vespa—turut memeriahkan sore kami yang menyenangkan. Dengan musik-musik disko 90-an, ada sepercik ingatan masa muda yang menambah kehangatan acara sore itu.

Saya tak akan memungkiri bahwa The Ambengan Tenten berhasil menarik beberapa hati untuk tinggal lebih lama. Melalui VESCOFART, saya rasa semua setuju bahwa seni dan Vespa berhasil menciptakan intimasinya tersendiri. Di lain kesempatan nanti, saya ingin melihat intimasi serupa dari tempat ini.

The post VESCOFART: Intimasi Sebuah Acara Melalui Seni, Kopi, dan Vespa first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
https://www.theambengantenten.com/vescofart-intimasi-sebuah-acara-melalui-seni-kopi-dan-vespa/feed/ 2
HIDANGAN LEZAT SAAT NATAL DAN AKHIR TAHUN https://www.theambengantenten.com/hidangan-lezat-saat-natal-dan-akhir-tahun/ Thu, 17 Dec 2020 05:45:06 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=2003 theambengantenten.com | Natal dan Tahun Baru sudah sangat dekat. Momen yang ditunggu untuk berkumpul bersama sambil ngemil dan makan. Tapi kondisi yang masih tak menentu saat ini, belum tentu bisa dilakukan, jangan sedih yah. Kalo makan tetep harus donk, kamu bisa bikin menu makanan sederhana sendiri. Udah punya ide buat masak apa belum?. Ini dia […]

The post HIDANGAN LEZAT SAAT NATAL DAN AKHIR TAHUN first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
theambengantenten.com | Natal dan Tahun Baru sudah sangat dekat. Momen yang ditunggu untuk berkumpul bersama sambil ngemil dan makan. Tapi kondisi yang masih tak menentu saat ini, belum tentu bisa dilakukan, jangan sedih yah. Kalo makan tetep harus donk, kamu bisa bikin menu makanan sederhana sendiri. Udah punya ide buat masak apa belum?.

Ini dia beberapa jenis makanan yang bisa kamu coba masak dengan nuansa Natal dan Tahun Baru di apartement

  1. Sosis Bakar

Ternyata makanan olahan ini bisa dibikin berbagai menu lho, bisa goreng, rebus atau pun bakar. Nah biar nuansanya kerasa, tambahkan cita rasa sosis dengan berbagai bumbu, seperti barbecue, lada hitam atau bisa saus tomat dan sambal. Jadi lapar kan..!! hehehe.

  1. Sate Ayam

Banyak yang bilang, bikin sate itu ribet, ternyata ada versi simpelnya lho. Gimana caranya?? Nah, kamu tinggal potong ayam tanpa tulang bentuk kotak, lalu rendam dengan bumbu halus dari campuran bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe juga lengkuas, lalu biarkan sampai meresap, habis itu tinggal panggang di Teflon. Hidangkan dengan saus kacang atau kecap.

  1. Macaroni Salad

Makanan yang satu ini juga cocok buat kamu yang pengen makanan ringan yang segar. Tinggal siapkan macaroni  yang sudah direbus, lalu tambahkan potongan telur rebus, bawang Bombay, tomat dan paprika atau bisa sesuai dengan selera kamu. Biar rasa saladnya gak hambar, beri saja garam, gula dan lada. Nah, masalah sausnya bisa tambahkan minyak zaitun, mustard, mayonnaise atau thousand island.

  1. Ayam Karaage

Cemilan menarik ala Jepang. Siapkan daging ayam dan potong sesuai selera lalu bumbui dengan lada dan garam. Untuk lapisan luarnya siapkan tepung beras dan tepung terigu lalu dicampurkan. Siapkan juga mangkuk kocokan telur untuk memasukan potongan daging ayam sebelum dimasukan ke adonan tepung, tinggal goreng deh dengan warna keemasan. Yummiii..!!

  1. Kwetiau

Salahsatu Chinese food yang pas buat sharing bareng keluarga dan teman biasanya, karena mudah dibuat, yaitu kwetiau goreng, Bahan – bahan dan cara memasaknya juga mudah. Beli kwetiau, lalu rebus dan tiriskan. Kemudian panaskan margarin dan tumis bawang putih dan masukan minyak wijen, kecap asin, merica dan garam tambahkan potongan ayam, bisa juga udang, cumi atau bakso daging dan ikan untuk seratnya tinggal masukan sayuran seperti caisin dan tauge. Setelah itu masukan kwetiaunya dan aduk sampai bumbu meresap lalu hidangkan.

 

The Ambengan Tenten, setiap tipe apartemennya memiliki area pantry dan kitchen untuk kebutuhan masak memasak, juga hunian yang memberikan ketenangan serta pelayanan apartment yang lengkap ditambah fasilitas lainnya seperti gym serta coffeeshop. Berlokasi di area strategis pusat bisnis Kota Denpasar – Bali

The post HIDANGAN LEZAT SAAT NATAL DAN AKHIR TAHUN first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
KELEBIHAN HUNIAN MASA DEPAN https://www.theambengantenten.com/kelebihan-hunian-masa-depan/ Tue, 09 Jun 2020 02:18:02 +0000 http://www.theambengantenten.com/?p=1730 theambengantenten.com | Saat ini sebagian orang memutuskan untuk tinggal di apartemen khususnya Generasi Milenial yang memilih untuk melakukan gaya hidup yang serba praktis. Tapi, jangan sembarangan memilih apartemen ya, pilihlah yang berkualitas dengan berbagai kemudahan akses dan fasilitas yang tersedia Faktor pemicu mengapa orang memilih apartemen karena? keinginan untuk memiliki tempat tinggal di pusat kota, […]

The post KELEBIHAN HUNIAN MASA DEPAN first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
theambengantenten.com | Saat ini sebagian orang memutuskan untuk tinggal di apartemen khususnya Generasi Milenial yang memilih untuk melakukan gaya hidup yang serba praktis. Tapi, jangan sembarangan memilih apartemen ya, pilihlah yang berkualitas dengan berbagai kemudahan akses dan fasilitas yang tersedia

Faktor pemicu mengapa orang memilih apartemen karena? keinginan untuk memiliki tempat tinggal di pusat kota, sedangkan ketersediaan hunian perumahan harga nya relatif tinggi

Sebagai hunian masa depan, apartemen juga bisa dijadikan sebagai invertasi sehingga menghasilkan pasif income bulanan jika memilih untuk disewakan

Berikut beberapa kelebihan atau keuntungan hunian apartemen

  1. Great Location

Aspek terpenting adalah lokasi, sebagian besar apartemen berada di tengah kota karena memberikan kemudahan mengakses fasilitas umum, kantor, pusat perbelanjaan dan hiburan, sarana transportasi publik dan sebagainya. Semua pergerakan jadi lebih cepat.

  1. Simple Lifestyle

Melakukan hal – hal yang ribet sudah bukan jaman nya sekarang. Itulah kelebihan apartemen, karena memberikan segala kemudahan dengan fasilitas yang tersedia, anda juga bisa bergerak bebas dan lebih banyak waktu untuk melakukan banyak hal, menghasilkan gaya hidup berkualitas dan praktis.

  1. More Secure and More Comfort

Biasanya akses masuk ke sebuah apartemen akan lebih ketat bahkan cukup rumit, hal tersebut dilakukan karena keamanan merupakan prioritas utama agar penghuni merasa nyaman dan aman. Disetiap titik dilindungi dengan sistem keamanan seperti CCTV untuk memonitor dan merekam aktifitas di area sekita, selain adanya petugas keamanan yang berjaga.

  1. Reasonable Price

Harga perumahan relatif lebih tinggi dibandingkan apartemen. Ketika membeli apartemen, maka hanya membeli bangunan saja, bisa digunakan sebagai hunian atau sebagai investasi jangka panjang, karena sekarang rata-rata orang sudah melek invertasi, apartemen pun bisa disewakan sehingga mendapatkan pasif income. Banyak orang akan mencari Apartemen di masa depan.

  1. Facilities and Minimalist Space

Apartemen biasanya menyediakan fasilitas pendukung seperti kolam renang, lobi, tempat parkir, taman dan lainnya. Fasilitas-fasilitas tersebut Belum tentu bisa diperoleh jika membeli rumah. Hal lainnya yang menjadi incaran generasi saat ini apartemen memiliki ruang minimalis namun fungsional, sehingga bisa memanfaatkan waktu untuk bekerja serta efesian saat membersihkan dan merawat tempat tinggal.

The Ambengan Tenten, menggunakan one gate system, sehingga penghuni akan lebih aman dan nyaman, juga hunian yang memberikan ketenangan serta pelayanan apartment yang lengkap ditambah fasilitas lainnya seperti gym, coffeeshop serta area perkantoran. Berlokasi di area strategis pusat bisnis Kota Denpasar – Bali

The post KELEBIHAN HUNIAN MASA DEPAN first appeared on The Ambengan Tenten.]]>