TAT Art Space: Ekshibisi Solo Beluluk dan Kearifan Lokal Bali

 In Article

Siapa sih yang nggak tau Beluluk? Sebagai penikmat media sosial yang berkehidupan di tanah Dewata, rasa-rasanya karakter Beluluk cukup dekat dengan kita semua. Dengan segala celotehannya di media sosial yang kerap kali menyentil isu-isu terhangat, Beluluk seakan hadir sebagai pengingat untuk kita.

Setelah sekian lama mengenal Beluluk dari layar telepon genggam, akhirnya saya berkesempatan juga untuk mengenal lebih dekat siapa sosok kreator di balik karakter Beluluk. Mengusung tajuk “Pakedek Pakenyem Pawisik”, kali ini TAT Art Space berhasil membuat para undangan berdecak kagum melalui ekshibisi solo Putu Dian sebagai kreator Beluluk. Pasalnya, tidak hanya menyuguhkan beberapa komik strip khas Beluluk, terdapat beberapa aktivasi menarik yang dilakukan oleh Putu Dian hari itu. Acara mewarnai bersama anak-anak, artist talk, serta performance oleh Rare Kual memberikan intimasi tersendiri bagi siapa pun yang hadir.

Sebagai salah seorang perantau yang memilih hidup di tanah Dewata, tentunya ada banyak hal yang seharusnya bisa saya pelajari mengenai kearifan lokal. Melalui pembukaan ekshibisi “Pakedek, Pawisik, Pakenyem” hari itu, saya belajar bahwa ada banyak sisi menarik yang bisa kita mengerti tentang kebudayaan Bali. Ketika mendengar tajuk ekshibisi yang satu ini pun, saya bertanya-tanya mengenai makna yang terpendam di baliknya. Dan benar saja, ada makna tersendiri yang ingin disampaikan melalui pameran satu ini.

Menutur dari kearifan lokal Bali, pakedek pakenyem merupakan sebuah ungkapan populer yang begitu melekat di tengah masyarakat yang secara figuratif merupakan seruan sukacita untuk setiap masalah yang kita rasakan. Sedangkan pawisik yang berarti wahyu, merupakan isyarat semesta pada manusia akan sesuatu yang telah/sedang/akan terjadi. Pakedek, pakenyem, pawisik memberikan makna di mana Putu Dian mencoba mengajak teman-teman semua untuk tetap bersenang hati walau masalah hidup terus ada. Yang menariknya lagi, Putu Dian membawa serta seri terbarunya bertajuk “Speak Up” yang berisi 30 karakter Beluluk dengan kolom dialog yang bisa diisi oleh teman-teman semua. Melalui seri ini pula, Putu Dian ingin mengingatkan kita semua untuk berani mengungkapkan ide yang kita miliki.

Setelah aktivasi dan artist talk, setiap tamu undangan pun diajak serta untuk melihat-lihat setiap sudut TAT Art Space yang direspon melalui banyak dekorasi menarik. Tentunya, hari itu menjadi satu lagi hari yang saya habiskan dengan sukacita. Berbincang dengan Putu Dian, tamu-tamu undangan, serta banyak lagi teman-teman yang hadir membuat saya mengerti bagaimana budaya dapat dikemas dalam satu wadah menarik melalui seni.

Leave a Comment

whatsapp Rent Office Space
whatsapp Rent Office Space