event bali | The Ambengan Tenten https://www.theambengantenten.com Work & Life Balance Wed, 31 May 2023 04:01:25 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 “In Search For Meaning” by Felisa Tan: A Journey to Unearth Significance https://www.theambengantenten.com/in-search-for-meaning-by-felisa-tan-a-journey-to-unearth-significance/ Wed, 17 May 2023 05:55:55 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4482 Denpasar, Bali – TAT Art Space at The Ambengan Tenten, Denpasar, played host to a meaningful art exhibition titled “In Search For Meaning” by Felisa Tan, a photography artist who recently launched her debut book. The event was attended by renowned art curator, Bagus Gonk, who led an intimate discussion with the exhibition visitors. The […]

The post “In Search For Meaning” by Felisa Tan: A Journey to Unearth Significance first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
Denpasar, Bali – TAT Art Space at The Ambengan Tenten, Denpasar, played host to a meaningful art exhibition titled “In Search For Meaning” by Felisa Tan, a photography artist who recently launched her debut book. The event was attended by renowned art curator, Bagus Gonk, who led an intimate discussion with the exhibition visitors. The art exhibition took place from March 4th to 19th, 2023, showcasing 12 stunning artworks.

`Felisa Tan, born in 1993, is a self-taught photography artist based in Jakarta, Indonesia. She began taking photos at home and regularly posted them on DeviantArt since 2007. Photography became the language she chose to express her love for the world. Through extensive travel experiences to over 50 countries from a young age, Felisa Tan has developed a deep appreciation for different cultures and perspectives. Through an ongoing process of evolution, both as an artist and as a human being, she has created a record of how she experiences the world.

Respecting the beauty as it is, Felisa strives to capture her artworks as accurately as possible, drawing from her own real-life experiences. The breadth of subjects she captures in her photography is a reflection of her sensitivity in seeing beauty, even in the most ordinary places. Through her artworks, she hopes to inspire her audience to pause for a moment and appreciate the various blessings that may be overlooked in a noisy world.

Bagus Gonk, a renowned curator in the art world, was present at the event to guide the discussion with the visitors. This intimate discussion provided an opportunity for the exhibition visitors to share their thoughts, ask questions, and explore the meaning behind Felisa Tan’s artworks. Bagus Gonk’s presence at the event made the exhibition even more special, offering profound insights into art and creativity.

The art exhibition “In Search For Meaning” at TAT Art Space is an invitation for the younger generation to explore art and enrich their understanding of the meaning of life. Felisa Tan’s artworks present different perspectives on the beauty that is sometimes overlooked in everyday life. The exhibition also serves as an opportunity for visitors to be inspired and realize the many blessings that may go unnoticed in a life filled with noise and busyness.

“In Search For Meaning” is an art exhibition that invites us to see the world with fresh eyes, appreciate the beauty in every moment, and embrace the diversity of cultures around us. This exhibition will be a profound and inspiring experience for visitors who seek to delve into the meaning in art and life.

The post “In Search For Meaning” by Felisa Tan: A Journey to Unearth Significance first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
Meniti Perjalanan Diri Melalui Niti Windu di TAT Art Space https://www.theambengantenten.com/meniti-perjalanan-diri-melalui-niti-windu-di-tat-art-space/ Mon, 16 Jan 2023 09:00:15 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4153 Jumat (13/01) lalu, TAT Art Space by The Ambengan Tenten kembali membuka pintunya untuk publik dalam pembukaan pameran solo Budi Kampret, seorang seniman asal Ngawi yang mengusung tajuk “Niti Windu”. Budi Kampret sendiri mengakui bahwa pameran solonya kali ini merupakan rangkuman perjalanan hidup yang dirasakannya selama pandemi melanda hingga akhirnya beliau mampu menghasilkan banyak karya […]

The post Meniti Perjalanan Diri Melalui Niti Windu di TAT Art Space first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Jumat (13/01) lalu, TAT Art Space by The Ambengan Tenten kembali membuka pintunya untuk publik dalam pembukaan pameran solo Budi Kampret, seorang seniman asal Ngawi yang mengusung tajuk “Niti Windu”. Budi Kampret sendiri mengakui bahwa pameran solonya kali ini merupakan rangkuman perjalanan hidup yang dirasakannya selama pandemi melanda hingga akhirnya beliau mampu menghasilkan banyak karya yang merepresentasikan jiwa-jiwa terkungkung pascapandemi COVID-19.

Budi Kampret yang lebih akrab menggunakan arang sebagai media utamanya dalam berkesenian pun mengakui bahwa pamerannya kali ini merupakan tantangan tersendiri baginya mengingat bagaimana dirinya harus kembali menggunakan cat akrilik dan kanvas sebagai media bermainnya. Tak dapat dimungkiri, karya-karya ciamiknya pada pameran Niti Windu kali ini  pun memberikan sentimental tersendiri baginya. Tak lupa dengan pertunjukan wayang koran bertajuk “Lawat Tresne” yang didalangi oleh Budi Kampret sendiri, Budi mencoba menyuguhkan narasi budaya yang bersifat terbuka bagi penonton yang ingin menginterpretasikan maknanya.

Yurison Suryantara, selaku Manager TAT Art Space juga mengakui bahwa ini adalah pameran solo kedua yang banyak mengusung kebudayaan Jawa di dalamnya. Melalui narasi Niti Windu sendiri, baik pengunjung ataupun kolektor seni yang ada diajak bersama-sama untuk menelisik lebih jauh terkait dengan apa yang masing-masing dari mereka rasakan. Berkaca pada karya seni yang bersifat terbuka dalam pemaknaannya, sekali lagi TAT Art Space mampu memberikan warna baru pada skena seni Denpasar.

Pameran Niti Windu sendiri masih akan dibuka untuk publik hingga Jumat, 27 Januari 2023 mendatang di TAT Art Space by The Ambengan Tenten.

 

Silakan kunjungi katalog Niti Windu pada tautan berikut.

The post Meniti Perjalanan Diri Melalui Niti Windu di TAT Art Space first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
HNS Studio dan Mimpinya yang Bertajuk “Local Hero” https://www.theambengantenten.com/hns-studio-dan-mimpinya-yang-bertajuk-local-hero/ Mon, 31 Oct 2022 06:02:00 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3853   \Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Jumat lalu (28/10) The Ambengan Tenten kembali menggelar pembukaan pameran untuk kesekian kalinya. Yang membuat saya sedikit tergelitik ialah tema pameran yang diusungnya bertajuk “Local Hero”. Entah apa yang ingin disampaikannya pada pameran kali ini. Namun berbeda dari ekshibisi sebelumnya yang memamerkan sederet karya pribadi seorang visual/street artist, pameran […]

The post HNS Studio dan Mimpinya yang Bertajuk “Local Hero” first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

 

\Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Jumat lalu (28/10) The Ambengan Tenten kembali menggelar pembukaan pameran untuk kesekian kalinya. Yang membuat saya sedikit tergelitik ialah tema pameran yang diusungnya bertajuk “Local Hero”. Entah apa yang ingin disampaikannya pada pameran kali ini. Namun berbeda dari ekshibisi sebelumnya yang memamerkan sederet karya pribadi seorang visual/street artist, pameran kali ini merupakan karya kolektif dari sebuah studio asal Tampaksiring, Gianyar.

HNS Studio adalah sebuah studio desain hasil mimpi seorang seniman lokal kenamaan yang lebih akrab disapa Raka Jana. Dan ketika ditanya mengapa pameran kali ini tidak membawa namanya saja, Raka Jana beranggapan bahwa semua ini bukanlah hanya mimpinya seorang. Melainkan mimpi teman-teman dari HNS Studio juga. Terkait tajuk yang diusungnya, Raka Jana pun mengingatkan kita semua untuk selalu menemukan inspirasi dari hal-hal terdekat di sekitar kita. “Local Hero” seakan hadir sebagai pengingat bahwa mimpi hanyalah mimpi tanpa mereka yang memberikan dukungannya untuk kita. Dan siapa sangka juga? Pada pameran kali ini, Raka Jana membawa serta sudut kamar indekosnya sebagai bentuk memorabilia bahwa sebuah mimpi dapat menjadi realita juga.

Hal yang sama tentunya juga dirasakan oleh seluruh tim HNS Studio—bahwasanya pahlawan menurut versi mereka ialah orang-orang yang sangat menginspirasi dalam berkarya. Ekosistem yang terbangun di dalamnya pun telah berhasil menginspirasi masing-masing dari mereka dan menjadikannya pahlawan versi mereka sendiri. Hal ini dapat dilihat dari kerjasama segenap tim HNS Studio pada hari pembukaan pameran “Local Hero” berlangsung.

Raka Jana mungkin memiliki nama besarnya sendiri. Namun yang membuat saya berdecak kagum ialah keinginannya untuk membagi spotlight yang sama agar baik dirinya maupun HNS Studio bisa menjadi besar bersama. Sederet karya yang dipamerkan pada ekshibisi kali ini tentunya merupakan hasil jerih payah teman-teman HNS Studio. Dan dengan dicoretnya papan pembukaan hari itu, publik dapat menikmati karya-karya HNS Studio dan Raka Jana hingga 2 minggu ke depan sampai tanggal 12 November mendatang.

“Local Hero” resmi dibuka oleh Raka Jana (28/10)

Sekali lagi, TAT Art Space mampu memberikan saya perspektif baru lainnya. Dan sejujurnya, saya tidak sabar menantikan kejutan pameran-pameran mereka selanjutnya.

The post HNS Studio dan Mimpinya yang Bertajuk “Local Hero” first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
TAT Art Space: Ekshibisi Solo Beluluk dan Kearifan Lokal Bali https://www.theambengantenten.com/tat-art-space-ekshibisi-solo-beluluk-dan-kearifan-lokal-bali/ Mon, 19 Sep 2022 09:13:54 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3821 Siapa sih yang nggak tau Beluluk? Sebagai penikmat media sosial yang berkehidupan di tanah Dewata, rasa-rasanya karakter Beluluk cukup dekat dengan kita semua. Dengan segala celotehannya di media sosial yang kerap kali menyentil isu-isu terhangat, Beluluk seakan hadir sebagai pengingat untuk kita. Setelah sekian lama mengenal Beluluk dari layar telepon genggam, akhirnya saya berkesempatan juga […]

The post TAT Art Space: Ekshibisi Solo Beluluk dan Kearifan Lokal Bali first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Siapa sih yang nggak tau Beluluk? Sebagai penikmat media sosial yang berkehidupan di tanah Dewata, rasa-rasanya karakter Beluluk cukup dekat dengan kita semua. Dengan segala celotehannya di media sosial yang kerap kali menyentil isu-isu terhangat, Beluluk seakan hadir sebagai pengingat untuk kita.

Setelah sekian lama mengenal Beluluk dari layar telepon genggam, akhirnya saya berkesempatan juga untuk mengenal lebih dekat siapa sosok kreator di balik karakter Beluluk. Mengusung tajuk “Pakedek Pakenyem Pawisik”, kali ini TAT Art Space berhasil membuat para undangan berdecak kagum melalui ekshibisi solo Putu Dian sebagai kreator Beluluk. Pasalnya, tidak hanya menyuguhkan beberapa komik strip khas Beluluk, terdapat beberapa aktivasi menarik yang dilakukan oleh Putu Dian hari itu. Acara mewarnai bersama anak-anak, artist talk, serta performance oleh Rare Kual memberikan intimasi tersendiri bagi siapa pun yang hadir.

Sebagai salah seorang perantau yang memilih hidup di tanah Dewata, tentunya ada banyak hal yang seharusnya bisa saya pelajari mengenai kearifan lokal. Melalui pembukaan ekshibisi “Pakedek, Pawisik, Pakenyem” hari itu, saya belajar bahwa ada banyak sisi menarik yang bisa kita mengerti tentang kebudayaan Bali. Ketika mendengar tajuk ekshibisi yang satu ini pun, saya bertanya-tanya mengenai makna yang terpendam di baliknya. Dan benar saja, ada makna tersendiri yang ingin disampaikan melalui pameran satu ini.

Menutur dari kearifan lokal Bali, pakedek pakenyem merupakan sebuah ungkapan populer yang begitu melekat di tengah masyarakat yang secara figuratif merupakan seruan sukacita untuk setiap masalah yang kita rasakan. Sedangkan pawisik yang berarti wahyu, merupakan isyarat semesta pada manusia akan sesuatu yang telah/sedang/akan terjadi. Pakedek, pakenyem, pawisik memberikan makna di mana Putu Dian mencoba mengajak teman-teman semua untuk tetap bersenang hati walau masalah hidup terus ada. Yang menariknya lagi, Putu Dian membawa serta seri terbarunya bertajuk “Speak Up” yang berisi 30 karakter Beluluk dengan kolom dialog yang bisa diisi oleh teman-teman semua. Melalui seri ini pula, Putu Dian ingin mengingatkan kita semua untuk berani mengungkapkan ide yang kita miliki.

Setelah aktivasi dan artist talk, setiap tamu undangan pun diajak serta untuk melihat-lihat setiap sudut TAT Art Space yang direspon melalui banyak dekorasi menarik. Tentunya, hari itu menjadi satu lagi hari yang saya habiskan dengan sukacita. Berbincang dengan Putu Dian, tamu-tamu undangan, serta banyak lagi teman-teman yang hadir membuat saya mengerti bagaimana budaya dapat dikemas dalam satu wadah menarik melalui seni.

The post TAT Art Space: Ekshibisi Solo Beluluk dan Kearifan Lokal Bali first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
Majalabs: dari VR Experience hingga Bali Digital Fashion Week 2022 https://www.theambengantenten.com/majalabs-dari-vr-experience-hingga-bali-digital-fashion-week-2022/ Tue, 23 Aug 2022 05:28:53 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3797 Di tengah gemblengan dunia teknologi yang kian hari kian berkembang, kita semua butuh sumber terbaik untuk tidak ketinggalan. Terlebih dengan banyaknya inovasi yang ada, tiap-tiap kita seakan dipaksa untuk bisa beradaptasi secepat yang kita bisa. Tapi bagaimana apabila kita tidak memiliki sumber-sumber tersebut untuk belajar? Pada acara TERUPA Festival (6/8/20) yang digelar oleh The Ambengan […]

The post Majalabs: dari VR Experience hingga Bali Digital Fashion Week 2022 first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Di tengah gemblengan dunia teknologi yang kian hari kian berkembang, kita semua butuh sumber terbaik untuk tidak ketinggalan. Terlebih dengan banyaknya inovasi yang ada, tiap-tiap kita seakan dipaksa untuk bisa beradaptasi secepat yang kita bisa. Tapi bagaimana apabila kita tidak memiliki sumber-sumber tersebut untuk belajar?

Pada acara TERUPA Festival (6/8/20) yang digelar oleh The Ambengan Tenten, ada banyak ilmu baru terkait teknologi yang bisa kita dapatkan di sana. Salah satu yang menarik bagi saya ialah booth Majalabs yang menyediakan VR Experience pada acara tersebut. Selain untuk entertainment, VR Experience yang mereka berikan juga merupakan sebentuk edukasi untuk teman-teman yang belum sepenuhnya memahami tentang penggunaan teknologi yang dapat diimplementasikan dalam banyak hal.

“Kita hanya ingin mengedukasi teman-teman tentang pentingnya membuka mata terhadap perkembangan dunia. Teknologi kita mungkin belum se-futuristik itu, tapi nggak ada salahnya ‘kan untuk mencoba keep up dengan dunia?” Begitu tutur Rizal selaku juru bicara Majalabs.

Tak hanya edukasi berbasis VR Experience saja, teman-teman Majalabs juga menuturkan tentang kampanye proyek terbarunya yakni Bali Digital Fashion Week 2022 yang akan digelar pada Oktober nanti. Proyek ini tentunya menggandeng salah seorang fashion designer kenamaan, Schieva yang akan menjadi designer utamanya. Yang menarik dari proyek satu ini ialah fashion show yang berbasis digital, di mana semua orang bisa menikmatinya dari mana saja.

Tak sampai di sana saja, Majalabs juga akhirnya mengumumkan pemenang dari NFT Pitch Bali yang digelar beberapa waktu sebelumnya di The Ambengan Tenten. Dari kelima finalis terpilih, ternyata proyek NFT Perkasa oleh Pak Bagong Soebardjo, seorang pengrajin wayang asal Jogja yang menjadi pemenangnya. Pemenang dari NFT Pitch Bali ini nantinya akan didukung sepenuhnya oleh Majalabs dan banyak pihak lain dalam pendanaan, coaching, serta implementasi roadmap dari proyeknya.

Banyak ilmu menarik tentunya bisa kita dapat secara cuma-cuma. Tapi menurut saya, tak banyak orang baik yang mau membagi ilmunya secara cuma-cuma. Hari itu, saya belajar mengenai banyak hal. Berkat Majalabs dan segudang ilmu menariknya, saya rasa sudah saatnya kita membuka diri terhadap perkembangan teknologi yang tak bisa kita hindari lagi.

Klik tautan berikut ini untuk mendapatkan info terbaru mengenai Majalabs.

The post Majalabs: dari VR Experience hingga Bali Digital Fashion Week 2022 first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
Aghumi: Mengemas Tarot dalam Konsep Teatrikal https://www.theambengantenten.com/aghumi-mengemas-tarot-dalam-konsep-teatrikal/ Mon, 22 Aug 2022 11:19:32 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3793 Sebagai seorang penggemar tarot, tentunya menarik untuk selalu mengulik makna di balik setiap kartu yang ada. Menurut saya, selalu ada cerita yang bisa kita rasakan dari masing-masing kartunya. Berbicara mengenai kartu tarot, saya rasa saya bisa menghabiskan semalam suntuk hanya untuk yang satu ini. Dan tentu saja, ketika saya tau ada pementasan seni yang mengangkat […]

The post Aghumi: Mengemas Tarot dalam Konsep Teatrikal first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Sebagai seorang penggemar tarot, tentunya menarik untuk selalu mengulik makna di balik setiap kartu yang ada. Menurut saya, selalu ada cerita yang bisa kita rasakan dari masing-masing kartunya. Berbicara mengenai kartu tarot, saya rasa saya bisa menghabiskan semalam suntuk hanya untuk yang satu ini. Dan tentu saja, ketika saya tau ada pementasan seni yang mengangkat kartu tarot dalam ceritanya, saya tak buang waktu untuk datang dan melihat secara langsung.

Pada TERUPA Festival (5/8/20) lalu, sebuah komunitas seni yang saya kenal di The Ambengan Tenten, Aghumi, membuka acara hari itu dengan sebuah teatrikal yang mengusung cerita mengenai kartu The Fool. Sebagai kartu pertama Major Arcana dalam tarot, tentunya kartu The Fool menyimpan makna tersendiri. Saya pribadi selalu merasa bahwa kartu ini ibarat seorang anak kecil naif yang memimpikan dunia. Matanya yang haus akan banyak sisi kehidupan selalu membawanya menjadi sosok idealis nan polos yang terkadang dianggap bodoh.

Selain kartu The Fool, pementasan yang bertajuk “The Fool: Pelesiran Wayang-wayangan” ini juga diilhami oleh seorang perupa tersohor, Ni Tanjung yang memiliki idealisme tinggi terkait seni yang berhasil mengubah cara pandang banyak mata mengenai seni global. The Fool yang juga melambangkan awal mula kehidupan ini memiliki makna di mana semua yang bermula dari titik nol merupakan perlambang dari unsur-unsur keterbatasan yang justru memberikan esensi keutuhan entitas diri. Dalam keterbatasannya, semua orang mampu menciptakan perubahan sederhana yang dimulai dari dirinya.

Yang paling menarik dari pementasan satu ini, Aghumi berhasil memboyong teman-teman dari komunitas Teater Petir, Teater Sangsaka, Teater Loak, dan Narwastu Austism Learning Awareness untuk ikut andil dalam acara ini. Beberapa properti pentas yang digunakan juga merupakan hasil kerajinan tangan dari teman-teman autis dari Narwastu. Dedikasi Aghumi rasa-rasanya memang harus diacungi jempol, terlebih bagaimana mereka mampu mengajarkan seni kepada anak-anak berusia 5-15 tahun untuk mengekspresikan dirinya melalui seni itu sendiri.

Seperti apa yang dituturkan oleh Tika, salah seorang teman dari Aghumi, rasa-rasanya memang dunia butuh ruang lebih besar untuk kita memberikan pengakuan lebih baik kepada orang-orang di sekitar. Sekecil apa pun perjuanganmu, kau patut untuk diapresiasi sebagaimana mestinya. Sesederhana apa pun mimpimu, kau berhak untuk percaya bahwa mimpi akan membawamu mendunia.

Pembukaan acara TERUPA Festival terasa semakin hangat kala pementasan teatrikal itu telah usai. Tak lupa performance pendukung dari teman-teman SIJI dan musik tradisional oleh Yasa Balinese Music, sore itu semakin romantis kala tiap manusia saling mengoneksikan dirinya di TAT Art Space. Dan menurut saya, tak ada yang lebih menarik ketimbang diingatkan bahwa tiap-tiap kita memberikan perbedaan dengan caranya masing-masing.

Aghumi berhasil menyulap sebuah filosofi sederhana menjadi sebuah pementasan yang tak kalah luar biasa. Di balik itu semua, mungkin kita pun perlu mengingatkan diri bahwa hidup akan selalu baik-baik saja apabila kita mau percaya pada mimpi yang kita punya.

The post Aghumi: Mengemas Tarot dalam Konsep Teatrikal first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
TERUPA Festival: Ekshibisi NFT yang Mengusung Konsep Tersendiri https://www.theambengantenten.com/terupa-festival-ekshibisi-nft-yang-mengusung-konsep-tersendiri/ Fri, 19 Aug 2022 05:58:04 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3789 Ketika mendengar kata “festival”, siapa pun pasti akan membayangkan sebuah acara megah padat aktivitas. Dengan ideal waktu berlangsungnya selama beberapa hari, pengunjung dapat menikmati seharian berkegiatan dan bersenang-senang. Begitu ‘kan yang kebanyakan dari kita pikirkan? Tentunya, saya pun membayangkan hal serupa. Setelah beberapa waktu tak terdengar kabarnya, The Ambengan Tenten kembali hadir dengan inovasi menariknya. […]

The post TERUPA Festival: Ekshibisi NFT yang Mengusung Konsep Tersendiri first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Ketika mendengar kata “festival”, siapa pun pasti akan membayangkan sebuah acara megah padat aktivitas. Dengan ideal waktu berlangsungnya selama beberapa hari, pengunjung dapat menikmati seharian berkegiatan dan bersenang-senang. Begitu ‘kan yang kebanyakan dari kita pikirkan? Tentunya, saya pun membayangkan hal serupa.

Setelah beberapa waktu tak terdengar kabarnya, The Ambengan Tenten kembali hadir dengan inovasi menariknya. Kali ini, The Ambengan Tenten menghadirkan sebuah festival bertajuk “TERUPA”. Berasal dari kata “terupa” atau yang berarti “tampak”, menurut filosofinya merupakan makna dari penyatuan indera, pikiran, dan juga jiwa. Sedikit menggelitik tentunya apabila merunut dari namanya, tapi sangat menarik untuk dicaritahu.

Festival yang ternyata merupakan ekshibisi NFT (Non-Fungible Token) ini menghadirkan 70 karya NFT dari 70 seniman digital yang berbeda. Menariknya, 70 karya ini diekshibit dalam bentuk fisik yang dicetak pada media kanvas. Karya-karya ini tentunya merupakan karya terpilih yang sudah dikurasi dan merupakan karya seniman-seniman muda berbakat dari berbagai penjuru Indonesia. Tak hanya ekshibisi saja, ada pula beragam aktivitas menarik yang disuguhkan selama 3 hari acara ini berlangsung—mulai dari talkshow, food truck, hingga workshop yang terbuka untuk umum.

Seperti acara yang sudah-sudah, pembukaan acara kali itu kembali didukung oleh teman-teman dari komunitas seni Aghumi yang mementaskan karya teatrikal. Tak lupa didukung oleh banyak teman-teman komunitas seperti Majalabs, Superlative Secret Society, HNS, serta Rotybroi—semua seakan memberikan waktunya secara cuma-cuma untuk ikut memeriahkan acara tersebut. Menariknya lagi, saya jadi mengenal banyak sekali teman-teman komunitas di tengah gempitanya acara TERUPA.

Ketiga hari acara berlangsung, saya melihat bagaimana semua orang saling membantu, terkoneksi, mengapresiasi setiap karya masing-masing. Ada banyak kreator yang bahkan saya temui jauh-jauh datang ke Bali hanya untuk melihat karya mereka dipamerkan pada acara ini. Animo yang lagi-lagi berhasil disuguhkan oleh The Ambengan Tenten rasa-rasanya harus kembali saya acungi jempol.

Dan sekali lagi, saya masih menanti acara semacam apa lagi yang akan dihadirkan oleh ruang ini.

The post TERUPA Festival: Ekshibisi NFT yang Mengusung Konsep Tersendiri first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
NFT Pitch Bali: Merealisasi Mimpi dalam Proyek NFT https://www.theambengantenten.com/nft-pitch-bali-merealisasi-mimpi-dalam-proyek-nft/ Wed, 20 Jul 2022 12:00:58 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3768 What a gloomy Saturday, pikir saya pagi itu ketika memulai hari. Setelah minggu yang panjang, tentunya yang saya inginkan sebenarnya hanya duduk manis di rumah dan menikmati akhir pekan dengan tenang. Tapi nyatanya, di sinilah saya kembali menemui diri—berkumpul di tengah keramaian manusia dan mengoneksikan diri dengan lebih banyak perspektif baru. Hari itu (Sabtu, 16/07), […]

The post NFT Pitch Bali: Merealisasi Mimpi dalam Proyek NFT first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

What a gloomy Saturday, pikir saya pagi itu ketika memulai hari. Setelah minggu yang panjang, tentunya yang saya inginkan sebenarnya hanya duduk manis di rumah dan menikmati akhir pekan dengan tenang. Tapi nyatanya, di sinilah saya kembali menemui diri—berkumpul di tengah keramaian manusia dan mengoneksikan diri dengan lebih banyak perspektif baru.

Hari itu (Sabtu, 16/07), The Ambengan Tenten kembali menggelar satu lagi acara menarik yang cukup membuka mata saya. Bekerjasama dengan Majalabs dan TokoCrypto, kali ini The Ambengan Tenten berkesempatan menjadi tuan rumah untuk acara NFT Pitch Bali yang merupakan program milik Majalabs yang bertujuan untuk mengedukasi teman-teman terkhususnya di Bali terkait dengan teknologi NFT. Dengan beberapa nama besar seperti Adrian Zakhary dan Raka Jana, rangkaian acara NFT Pitch Bali terasa seperti dunia yang begitu awam bagi saya pribadi.

Sesi talkshow bersama para bintang tamu: Adrian, Lee, Raka, Kinno (Sab, 16/07)

Yang menarik dari hari itu, selain talkshow bersama beberapa bintang tamu, terdapat coaching session bagi para finalis terpilih Majalabs. Kelima finalis terpilih ini merupakan finalis proyek NFT yang lantas mendapat privilese tersendiri. Tidak main-main, kelima finalis ini pun didatangkan langsung dari berbagai penjuru Indonesia ke Bali untuk dibantu mengembangkan ide yang sedari awal telah mereka tuangkan dalam proyek NFT mereka.

Walau saya bukan salah satu coach dengan eligibilitas tersendiri, hari itu saya berkesempatan untuk turut serta dalam sesi coaching mereka. Sederet nama seperti Arnold Ong, Adrian Zakhary, Raka Jana, Dwiyana, serta Anto Nugroho memberikan banyak sekali masukan kepada para finalis guna mengembangkan proyek NFT yang mereka miliki. Tak hanya nama penting yang menjadi coach dalam NFT Pitch Bali itu saja, saya pun berkesempatan mendengarkan para finalis mempresentasikan proyek mereka di hadapan para coach. Mulai dari proyek NFT berbasis progressive web app yang bertujuan untuk membantu para petani kopi se-Indonesia hingga proyek NFT yang mendukung konservasi laut—tiap-tiap finalis memiliki misi dan idealisme tersendiri yang mereka tuangkan dalam sebuah proyek berbasis NFT.

Finalis NFT Pitch Bali dalam coaching session (Sab, 16/07)

Saya mungkin bukanlah seseorang yang paham betul mengenai teknologi. Ada banyak hal yang tentunya bisa kita pelajari terkait akan hal ini. Di tengah arus globalisasi dunia yang mau tak mau mengharuskan kita mengerti, rasa-rasanya Majalabs berhasil hadir dengan sebuah solusi edukasi menarik bagi banyak kaum awam. Bersama dengan itu pula, sebagai bentuk dukungan The Ambengan Tenten dalam memberikan edukasi teknologi, tempat ini pun telah berhasil memberikan ruangnya untuk saya dan teman-teman lainnya belajar bersama.

Satu lagi hari di mana saya merasa terisi. Begitu pikir saya sebelum akhirnya pulang ke rumah. Tentunya, disertai dengan bekal ilmu baru dari acara NFT Pitch Bali hari itu.

Mengingat The Ambengan Tenten pun akan menghadirkan sebuah acara ekshibisi NFT bertajuk TERUPA Festival, pemenang dari NFT Pitch Bali (oleh Majalabs) nantinya akan diumumkan pada acara tersebut. Untuk itu, mungkin saya harus kembali mengambil kesempatan dan hadir ke acara yang akan diselenggarakan tanggal 5-7 Agustus 2022 nanti. Bagi teman-teman lainnya yang mungkin luang pada waktu-waktu tersebut, silakan mampir dan ikut saya menyaksikan bagaimana tempat ini mampu menyatukan banyak perspektif manusia dalam satu ruang yang sama di TAT Art Space (oleh The Ambengan Tenten).

The post NFT Pitch Bali: Merealisasi Mimpi dalam Proyek NFT first appeared on The Ambengan Tenten.]]>