fbpx

Mengenal Jenis Lampu dan Sistem Pencahayaan Ruangan

 In Article

Mengenal Jenis Lampu dan Sistem Pencahayaan Ruangan – Pada era modern saat ini teknologi dan perkembangan lampu semakin beragam dan inovatif. Fungsi lampu pun tak hanya sebatas untuk menerangi ruangan tapi juga digunakan untuk menciptakan suasana ruangan yang berbeda-beda dan membangun mood penghuninya. Untuk menciptakan suasana ruangan dengan tata cahaya perlu mengetahui berbagai jenis lampu, tata letak lampu yang tepat, dan pemilihan warna yang sesuai serta sistem pencahayaan ruangan yang ingin digunakan. Buat kalian yang memiliki apartemen di bali dan ingin mencoba mendesain tata cahaya bisa memahami terlebih dahulu jenis, standar dan sistem pencahayaan ruangan yang ada.

Mengenal Jenis Lampu dan Sistem Pencahayaan Ruangan

JENIS-JENIS LAMPU

  • Lampu pijar, ciri-ciri lampu pijar : efficacy-12 lumens/watt, indeks perubahan warna – 1A, suhu warna – hangat (2.500k-2.700k), umur lampu 1-2.000 jam.
  • Lampu tungsten – halogen, ciri-ciri lampu tungsten – halogen : efficacy-18 lumens/watt, indeks perubahan warna – 1A, suhu warna – hangat (3000k-3200k), umur lampu 2-4.000 jam.
  • Lampu neon halofosfat, ciri-ciri lampu neon halofosfat : efficacy-80 lumens/watt, indeks perubahan warna – 2-3, suhu warna – apa saja, umur lampu 7-15.000 jam.
  • Lampu neon tri-fosfor, ciri-ciri lampu neon tri-fosfor : efficacy-90 lumens/watt, indeks perubahan warna – 1a-1b, suhu warna – apa saja, umur lampu 7-15.000 jam.
  • Lampu uap merkuri, ciri-ciri lampu uap merkuri : efficacy 50-60 lumens/watt, indeks perubahan warna – 3, suhu warna – menengah, umur lampu 16.000-24.000 jam.

JENIS-JENIS PENCAHAYAAN BERDASARKAN SISTEM

  • Pencahayaan langsung atau direct lighting. Pada sistem pencahayaan ruangan ini cahaya secara penuh diarahkan langsung ke objek yang diterangi. Jika tidak tepat memilih lampu untuk direct lighting bisa menyebabkan mata silau.
  • Pencahayaan semi langsung atau semi direct lighting. Sistem pencahayaan ruangan ini 60%-90% cahaya akan diarahkan langsung ke objek yang diterangi, sisa cahayanya akan dipantulkan ke langit-langit dan dinding.
  • Pencahayaan difus atau general diffuse lighting. Pada sistem pencahayaan ini 40%-60% cahaya akan diarahkan langsung ke objek yang diterangi, sisa cahayanya akan dipantulkan ke langit-langit dan dinding.
  • Pencahayaan semi tidak langsung atau semi indirect lighting. Sistem pencahayaan ruangan 60%-90% cahaya akan diarahkan langsung ke langit-langit, sisa cahayanya akan diarahkan ke bawah.
  • Pencahayaan tidak langsung atau indirect lighting. Dengan sistem pencahayaan ruangan ini 90%-100% cahaya akan diarahkan langsung ke langit-langit kemudian dipantulkan untuk menerangi seluruh ruangan.

JENIS-JENIS PENCAHAYAAN BERDASARKAN FUNGSI

General lighting

General lighting atau yang dikenal dengan istilah ambient lighting adalah pencahayaan umum dan utama yang secara merata menerangi sebuah ruangan. Pencahayaan general lighting digunakan untuk menerangi ruangan secara umum dan seragam. Untuk menghasilkan cahaya yang merata dan menyeluruh, biasanya lampu akan dipasang di tengah-tengah ruangan atau di beberapa titik dengan pola simetris. General lighting merupakan lapisan pertama dari sistem pencahayaan ruangan yang mampu mengatur suasana ruang, untuk mengatur intesitas cahaya sesuai kebutuhan bisa ditambahkan dimmer sebagai kontrol. General lighting bisa menggunakan downlight, lampu gantung, chandelier, dan lain sebagainya. Pada ruangan-ruangan apartemen di bali umumnya menggunakan lampu downlight sebagai general lighting.

Task lighting

Task lighting merupakan sistem pencahayaan ruangan yang terarah dan terpusat, memiliki intesitas cahaya yang lebih banyak daripada cahaya sekitarnya. Fungsi task lighting adalah untuk memberikan  penerangan pada area tertentu, untuk memberikan visibilitas pada aktivitas seperti membaca, bersolek, berpakaian, memasak, dan melakukan kegiatan tertentu. Pencahayaan yang langsung dan intens sangat ideal untuk aktivitas yang memerlukan fokus lebih tinggi, karena task lighting mampu mencegah mata mudah lelah dan tegang saat memerlukan fokus lebih tinggi. Task lighting yang sering digunakan seperti lampu baca di atas meja, lampu di kabinet dapur, pendant light atau lampu gantung di langit-langit dapur dan meja makan. Hampir semua apartemen di bali sudah menggunakan task lighting untuk kenyamanan penghuninya.

Accent Lighting

Accent lighting atau yang bisa disebut dengan decorative lighting merupakan sistem pencahayaan ruangan yang terarah dan mampu menciptakan efek visual yang menarik. Accent lighting digunakan khusus untuk menyorot area tertentu pada suatu ruangan, seperti lukisan, ukiran-ukiran yang dipajang, tanaman, maupun dekorasi lainnya. Sistem pencahayaan ruangan jenis accent lighting ini memerlukan cahaya tiga kali lebih banyak daripada cahaya di sekitarnya. Beberapa contoh accent lighting yang sering digunakan, antara lain lampu sorot (track lighting), lampu langit-langit yang tersembunyi (cove lighting), lampu canister, lampu dinding atau wall sconces. Bila menata accent lighting dengan baik akan mampu menghasilkan tampilan ruang yang dekoratif dan menarik. Buat kalian yang memiliki apartemen di bali bisa menggunakan accent lighting ini untuk membuat ruangan jadi lebih menarik.

Semoga artikel mengenal jenis lampu dan sistem pencahayaan ruangan ini bisa menginspirasi buat kalian yang memiliki apartemen di bali. Nantikan artikel-artikel kami selanjutnya yang tentunya akan tetap menarik dan bisa menambah wawasan kalian tentang dunia arsitektur dan interior design untuk mempercantik ruangan apartemen yang saat ini kamu miliki.

Leave a Comment

whatsapp Office
whatsapp Rent Apartment