art space bali | The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website https://www.theambengantenten.com Work & Life Balance Fri, 19 May 2023 04:05:11 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.15 Pameran Tunggal oleh Hajriansyah Membawa Nuansa Baru dalam Seni di Bali https://www.theambengantenten.com/id/pameran-tunggal-oleh-hajriansyah-membawa-nuansa-baru-dalam-seni-di-bali-2/ Sat, 20 May 2023 04:04:53 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4502 Denpasar, Bali – Seorang seniman yang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Hajriansyah, telah menggelar pameran tunggal pertamanya setelah menjalani masa vakum selama 8 tahun dalam dunia seni. Hajriansyah, yang juga merupakan Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin dan alumni ISI Jogja pada tahun 80-an, telah kembali menemukan semangat baru dalam berkarya dan menghadirkan 20 karya seni […]

The post Pameran Tunggal oleh Hajriansyah Membawa Nuansa Baru dalam Seni di Bali first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Denpasar, Bali – Seorang seniman yang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Hajriansyah, telah menggelar pameran tunggal pertamanya setelah menjalani masa vakum selama 8 tahun dalam dunia seni. Hajriansyah, yang juga merupakan Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin dan alumni ISI Jogja pada tahun 80-an, telah kembali menemukan semangat baru dalam berkarya dan menghadirkan 20 karya seni unik dalam pameran bertajuk “Love Life Lite”.

Pameran ini diadakan di TAT Art Space, sebuah ruang seni di The Ambengan Tenten, Denpasar, Bali. Dengan periode pameran mulai dari tanggal 12 hingga 25 Mei 2023, Love Life Lite menjadi ajang bagi Hajriansyah untuk mengekspresikan gagasannya yang terbaru. Dalam karya-karyanya, Hajriansyah menggabungkan tema budaya dan kearifan lokal Tanah Banua dengan sentuhan surealis menggunakan kuas yang besar.

Acara pembukaan pameran ini diwarnai oleh pidato pembuka dari pendiri TAT, Kinno Thingker, serta sambutan dari Yurison Suryantara, manajer TAT Art Space, dan Bagus Gonk, seorang seniman terkenal yang juga bertindak sebagai kurator seni. Kehadiran tokoh-tokoh ini menambah keistimewaan pada pameran Love Life Lite, memberikan apresiasi terhadap karya seni Hajriansyah dan memberikan wawasan lebih dalam tentang pesan yang ingin disampaikan oleh seniman ini.

Dalam pameran ini, pengunjung dapat menikmati keindahan dan kompleksitas dalam setiap karya yang dipajang. Hajriansyah berhasil menangkap esensi budaya dan kearifan lokal Tanah Banua, menghadirkannya dalam bentuk visual yang memukau. Dengan menggabungkan elemen surealis, ia memberikan sudut pandang baru yang memperkaya pengalaman melihat seni.

Tak hanya itu, pameran Love Life Lite juga menghadirkan penampilan Musikalisasi Puisi Hajriansyah dan rekan-rekannya. Kombinasi antara kata-kata puitis dan irama musik “Sape Dayak” diharapkan akan menciptakan pengalaman yang lebih mendalam bagi para pengunjung. Melalui gabungan seni visual, musik, dan puisi, pameran ini memberikan kesempatan bagi penonton untuk merasakan dan menghayati karya-karya Hajriansyah secara lebih menyeluruh.

Hajriansyah berharap pameran ini dapat menginspirasi orang-orang untuk menghargai kekayaan budaya lokal dan melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas. Dalam Love Life Lite, ia mengajak pengunjung untuk merenung, bermimpi, dan mengeksplorasi dunia imajinatif yang tercipta melalui karya-karyanya. Pameran ini membuktikan bahwa karya seni memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang dan membangun jembatan antara budaya.

The post Pameran Tunggal oleh Hajriansyah Membawa Nuansa Baru dalam Seni di Bali first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Jakarta Film Week Menggelar Acara Screening dan Diskusi Film Kolaborasi dengan Bukan Biasa dan TAT Art Space https://www.theambengantenten.com/id/jakarta-film-week-menggelar-acara-screening-dan-diskusi-film-kolaborasi-dengan-bukan-biasa-dan-tat-art-space-2/ Fri, 19 May 2023 03:47:32 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4496 Denpasar, Bali – Jakarta Film Week bekerja sama dengan Bukan Biasa dan TAT Art Space mengadakan acara screening dan diskusi film yang menarik di TAT Art Space. Acara ini berlangsung selama dua hari, mulai dari 28 hingga 29 April 2023. TAT Art Space, yang merupakan sebuah creative space di The Ambengan Tenten Denpasar Bali, menjadi […]

The post Jakarta Film Week Menggelar Acara Screening dan Diskusi Film Kolaborasi dengan Bukan Biasa dan TAT Art Space first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Denpasar, Bali – Jakarta Film Week bekerja sama dengan Bukan Biasa dan TAT Art Space mengadakan acara screening dan diskusi film yang menarik di TAT Art Space. Acara ini berlangsung selama dua hari, mulai dari 28 hingga 29 April 2023. TAT Art Space, yang merupakan sebuah creative space di The Ambengan Tenten Denpasar Bali, menjadi tempat yang sempurna untuk menyelenggarakan acara ini.

Acara Jakarta Film Week kali ini menghadirkan sebanyak 30 film lokal yang akan ditayangkan selama dua hari penuh. Peserta acara akan dapat menikmati berbagai genre film, mulai dari drama hingga dokumenter, yang diproduksi oleh para sineas lokal Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mempromosikan dan memajukan perfilman Indonesia serta mengapresiasi karya-karya lokal yang kreatif dan beragam.

Selain pemutaran film, acara ini juga menawarkan diskusi mendalam tentang film-film yang ditayangkan. Diskusi akan melibatkan pembuat film, sutradara, dan aktor/aktris yang terlibat dalam produksi film tersebut. Diskusi ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memahami lebih dalam tentang proses kreatif dan tantangan yang dihadapi oleh para sineas dalam industri perfilman Indonesia.

Jakarta Film Week telah menjadi salah satu platform yang penting dalam mempromosikan dan memajukan industri perfilman Indonesia. Acara ini memberikan kesempatan kepada sineas-sineas muda untuk memperluas jaringan, berkolaborasi, dan memperkenalkan karya-karya mereka kepada khalayak yang lebih luas. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi generasi muda untuk terlibat dalam industri perfilman.

Bukan Biasa, sebagai mitra kolaborasi dalam acara ini, merupakan platform online yang fokus pada promosi dan penyebaran film-film indie Indonesia. Dengan bekerja sama dengan Jakarta Film Week, Bukan Biasa berharap dapat memperluas jangkauan penonton dan meningkatkan apresiasi terhadap film-film indie lokal.

TAT Art Space, sebagai tuan rumah acara, merupakan tempat yang ideal untuk mengadakan acara semacam ini. Sebagai sebuah creative space, TAT Art Space mendukung pengembangan seni dan budaya, termasuk industri perfilman. Dengan suasana yang inspiratif dan fasilitas yang memadai, TAT Art Space menciptakan pengalaman yang unik bagi para peserta acara Jakarta Film Week.

Diharapkan bahwa acara screening dan diskusi film kolaborasi Jakarta Film Week ini akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempromosikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang karya-karya film lokal Indonesia. Dengan berbagai film yang ditayangkan dan diskusi yang mendalam, acara ini diharapkan dapat membangun apresiasi yang lebih besar terhadap perfilman Indonesia dan menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif dalam industri ini.

The post Jakarta Film Week Menggelar Acara Screening dan Diskusi Film Kolaborasi dengan Bukan Biasa dan TAT Art Space first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Reflection: Serentetan Karya Seni yang Membuat Kita Berefleksi https://www.theambengantenten.com/id/reflection-serentetan-karya-seni-yang-membuat-kita-berefleksi-2/ Mon, 15 May 2023 03:25:23 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4423 Siapa sangka visual artist yang sebelumnya tidak pernah saya ketahui namanya ternyata merupakan seniman papan atas yang karyanya sudah mendunia? Fivust adalah nama yang asing untuk saya pada awalnya. Namun usut punya usut, Jumat lalu TAT Art Space kembali membuka galerinya untuk publik dan memamerkan sejumlah karya milik Fivust bertajuk “Reflection”. Yang menarik, ini adalah […]

The post Reflection: Serentetan Karya Seni yang Membuat Kita Berefleksi first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>

Foto oleh Fivust

Siapa sangka visual artist yang sebelumnya tidak pernah saya ketahui namanya ternyata merupakan seniman papan atas yang karyanya sudah mendunia?

Fivust adalah nama yang asing untuk saya pada awalnya. Namun usut punya usut, Jumat lalu TAT Art Space kembali membuka galerinya untuk publik dan memamerkan sejumlah karya milik Fivust bertajuk “Reflection”. Yang menarik, ini adalah kali pertama TAT Art Space membuka pintunya untuk street artist yang seringkali diremehkan dan dianggap tidak sejalan dengan seni kontemporer kebanyakan. Fivust adalah seorang visual artist yang muralnya sudah ada di banyak negara—mulai dari Jepang, Australia, bahkan hingga Rusia. Dan untuk pertama kalinya, Fivust menggelar pameran solonya di Indonesia, tepatnya di TAT Art Space by The Ambengan Tenten, Bali.

“Reflection”, menurut Fivust sendiri, merupakan perwujudan dan citra yang muncul dari dalam dirinya setelah mengakhiri suatu babak kehidupan. Tajuk ini dipilih berdasarkan gejolak yang dirasakannnya terhadap ketidakpastian pandemi. Dengan pameran ini, Fivust bermaksud menggelitik setiap penikmat seni untuk melirik urgensi dan melihat kembali ke cermin sembari menikmati perubahan besar dan kecil yang muncul selama masa pandemi dan pascapandemi. Lebih dari 15 karya dipamerkan mulai dari patung, karya kanvas, hingga instalasi yang merupakan serentetan karya yang diproduksinya selama masa pandemi (2020-2022).

Dari sudut pandang Fivust, tentunya pandemi juga berhasil mempengaruhi proses kreatifnya dalam berkarya. Keterpaksaan untuk menahan dan merefleksikan diri lebih jauh telah menghasilkan karya dengan cita rasa yang berbeda. Lebih mendalam dan bergema, tanpa dibatasi oleh fragmen waktu. Selain menghadirkan karya dengan ide, teknik, dan tampilan baru yang diciptakan sebagai respon visual terhadap identitas, “Reflection” juga akan memberikan kesempatan kepada penonton untuk merenungkan apa yang telah kita lalui dan bagaimana kita harus menghadapinya. Diri kita saat ini adalah perayaan dari apa yang telah kita lalui sebagai sebagai seorang individu di masa lalu.

Kala Jumat itu melarut dalam pembukaan “Reflection”, saya bisa melihat ada banyak wajah baru yang turut bersukacita atas satu lagi pencapaian teman seniman kita. Tak lupa dengan live painting oleh Fivust yang menambah decak kagum para undangan yang hadir, kehadiran Fivust pada TAT Art Space memberikan kesan akrab yang mampu melepaskan stigma-stigma tersendiri terhadap teman-teman street/visual artist di luar sana. Dan sekali lagi, TAT Art Space berhasil membangun ruangnya dengan aktivasi menarik yang mampu membuat setiap mata meliriknya. Tentunya, saya yakin siapa pun yang hadir setuju dengan saya.

Mungkin memang ada baiknya apabila hal-hal sederhana bisa membuat kita terus berkaca akan perkembangan diri kita. Untuk siapa pun yang membaca tulisan ini, apabila kalian belum sempat hadir kemarin, silakan datang dan rasakan magisnya sebuah karya yang mampu mengubah perspektif kita. “Reflection” oleh Fivust masih dapat dinikmati hingga 21 Oktober 2022 nanti.

Selamat menikmati karya seni, selamat berefleksi.

The post Reflection: Serentetan Karya Seni yang Membuat Kita Berefleksi first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
HNS Studio dan Mimpinya yang Bertajuk “Local Hero” https://www.theambengantenten.com/id/hns-studio-dan-mimpinya-yang-bertajuk-local-hero-2/ Mon, 15 May 2023 03:23:58 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4421   Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Jumat lalu (28/10) The Ambengan Tenten kembali menggelar pembukaan pameran untuk kesekian kalinya. Yang membuat saya sedikit tergelitik ialah tema pameran yang diusungnya bertajuk “Local Hero”. Entah apa yang ingin disampaikannya pada pameran kali ini. Namun berbeda dari ekshibisi sebelumnya yang memamerkan sederet karya pribadi seorang visual/street artist, pameran […]

The post HNS Studio dan Mimpinya yang Bertajuk “Local Hero” first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>

 

Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Jumat lalu (28/10) The Ambengan Tenten kembali menggelar pembukaan pameran untuk kesekian kalinya. Yang membuat saya sedikit tergelitik ialah tema pameran yang diusungnya bertajuk “Local Hero”. Entah apa yang ingin disampaikannya pada pameran kali ini. Namun berbeda dari ekshibisi sebelumnya yang memamerkan sederet karya pribadi seorang visual/street artist, pameran kali ini merupakan karya kolektif dari sebuah studio asal Tampaksiring, Gianyar.

HNS Studio adalah sebuah studio desain hasil mimpi seorang seniman lokal kenamaan yang lebih akrab disapa Raka Jana. Dan ketika ditanya mengapa pameran kali ini tidak membawa namanya saja, Raka Jana beranggapan bahwa semua ini bukanlah hanya mimpinya seorang. Melainkan mimpi teman-teman dari HNS Studio juga. Terkait tajuk yang diusungnya, Raka Jana pun mengingatkan kita semua untuk selalu menemukan inspirasi dari hal-hal terdekat di sekitar kita. “Local Hero” seakan hadir sebagai pengingat bahwa mimpi hanyalah mimpi tanpa mereka yang memberikan dukungannya untuk kita. Dan siapa sangka juga? Pada pameran kali ini, Raka Jana membawa serta sudut kamar indekosnya sebagai bentuk memorabilia bahwa sebuah mimpi dapat menjadi realita juga.

Hal yang sama tentunya juga dirasakan oleh seluruh tim HNS Studio—bahwasanya pahlawan menurut versi mereka ialah orang-orang yang sangat menginspirasi dalam berkarya. Ekosistem yang terbangun di dalamnya pun telah berhasil menginspirasi masing-masing dari mereka dan menjadikannya pahlawan versi mereka sendiri. Hal ini dapat dilihat dari kerjasama segenap tim HNS Studio pada hari pembukaan pameran “Local Hero” berlangsung.

Raka Jana mungkin memiliki nama besarnya sendiri. Namun yang membuat saya berdecak kagum ialah keinginannya untuk membagi spotlight yang sama agar baik dirinya maupun HNS Studio bisa menjadi besar bersama. Sederet karya yang dipamerkan pada ekshibisi kali ini tentunya merupakan hasil jerih payah teman-teman HNS Studio. Dan dengan dicoretnya papan pembukaan hari itu, publik dapat menikmati karya-karya HNS Studio dan Raka Jana hingga 2 minggu ke depan sampai tanggal 12 November mendatang.

“Local Hero” resmi dibuka oleh Raka Jana (28/10)

Sekali lagi, TAT Art Space mampu memberikan saya perspektif baru lainnya. Dan sejujurnya, saya tidak sabar menantikan kejutan pameran-pameran mereka selanjutnya.

The post HNS Studio dan Mimpinya yang Bertajuk “Local Hero” first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Meniti Perjalanan Diri Melalui Niti Windu di TAT Art Space https://www.theambengantenten.com/id/meniti-perjalanan-diri-melalui-niti-windu-di-tat-art-space-2/ Mon, 15 May 2023 03:20:37 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4413 Jumat (13/01) lalu, TAT Art Space by The Ambengan Tenten kembali membuka pintunya untuk publik dalam pembukaan pameran solo Budi Kampret, seorang seniman asal Ngawi yang mengusung tajuk “Niti Windu”. Budi Kampret sendiri mengakui bahwa pameran solonya kali ini merupakan rangkuman perjalanan hidup yang dirasakannya selama pandemi melanda hingga akhirnya beliau mampu menghasilkan banyak karya […]

The post Meniti Perjalanan Diri Melalui Niti Windu di TAT Art Space first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>

Jumat (13/01) lalu, TAT Art Space by The Ambengan Tenten kembali membuka pintunya untuk publik dalam pembukaan pameran solo Budi Kampret, seorang seniman asal Ngawi yang mengusung tajuk “Niti Windu”. Budi Kampret sendiri mengakui bahwa pameran solonya kali ini merupakan rangkuman perjalanan hidup yang dirasakannya selama pandemi melanda hingga akhirnya beliau mampu menghasilkan banyak karya yang merepresentasikan jiwa-jiwa terkungkung pascapandemi COVID-19.

Budi Kampret yang lebih akrab menggunakan arang sebagai media utamanya dalam berkesenian pun mengakui bahwa pamerannya kali ini merupakan tantangan tersendiri baginya mengingat bagaimana dirinya harus kembali menggunakan cat akrilik dan kanvas sebagai media bermainnya. Tak dapat dimungkiri, karya-karya ciamiknya pada pameran Niti Windu kali ini  pun memberikan sentimental tersendiri baginya. Tak lupa dengan pertunjukan wayang koran bertajuk “Lawat Tresne” yang didalangi oleh Budi Kampret sendiri, Budi mencoba menyuguhkan narasi budaya yang bersifat terbuka bagi penonton yang ingin menginterpretasikan maknanya.

Yurison Suryantara, selaku Manager TAT Art Space juga mengakui bahwa ini adalah pameran solo kedua yang banyak mengusung kebudayaan Jawa di dalamnya. Melalui narasi Niti Windu sendiri, baik pengunjung ataupun kolektor seni yang ada diajak bersama-sama untuk menelisik lebih jauh terkait dengan apa yang masing-masing dari mereka rasakan. Berkaca pada karya seni yang bersifat terbuka dalam pemaknaannya, sekali lagi TAT Art Space mampu memberikan warna baru pada skena seni Denpasar.

Pameran Niti Windu sendiri masih akan dibuka untuk publik hingga Jumat, 27 Januari 2023 mendatang di TAT Art Space by The Ambengan Tenten.

 

Silakan kunjungi katalog Niti Windu pada tautan berikut.

The post Meniti Perjalanan Diri Melalui Niti Windu di TAT Art Space first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>