exhibition bali | The Ambengan Tenten https://www.theambengantenten.com Work & Life Balance Tue, 09 May 2023 16:23:53 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 TAT Art Space dan Mikroskopik oleh Hamka Visualisasikan Kejujuran https://www.theambengantenten.com/tat-art-space-dan-mikroskopik-oleh-hamka-visualisasikan-kejujuran/ Sun, 12 Feb 2023 08:27:15 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4223 Jumat (10/02) lalu, TAT Art Space kembali meramaikan skena seni Denpasar dengan satu lagi pameran yang sangat berbeda dengan pameran-pameran sebelumnya. Mengusung tema wahana, pameran bertajuk “Mikroskopik” ini merupakan hasil buah pikir Hamka, seorang seniman asal Malang yang membawakan gaya realisme dalam bentuk abstrak. Mengenal seorang Hamka jauh sebelum pembukaan pamerannya yang kali ini, saya […]

The post TAT Art Space dan Mikroskopik oleh Hamka Visualisasikan Kejujuran first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Jumat (10/02) lalu, TAT Art Space kembali meramaikan skena seni Denpasar dengan satu lagi pameran yang sangat berbeda dengan pameran-pameran sebelumnya. Mengusung tema wahana, pameran bertajuk “Mikroskopik” ini merupakan hasil buah pikir Hamka, seorang seniman asal Malang yang membawakan gaya realisme dalam bentuk abstrak.

Mengenal seorang Hamka jauh sebelum pembukaan pamerannya yang kali ini, saya merasa Hamka berhasil membawakan sesuatu yang jauh sangat berbeda walau tetap dengan gayanya yang melekat di kepala. Berdasarkan penuturan Hamka sendiri, 16 karya yang dipamerkan ini merupakan hasil kejujuran hati yang dirasakannya selama menjalani kehidupan setelah pandemi 3 tahun belakangan. Dengan ciri khasnya yang tetap konsisten menggunakan cat UV, Hamka mencoba mengemas setiap bentuk makro kehidupan dalam bentuk mikroskopik yang lebih abstrak. Sebagai seorang seniman yang lebih dikenal dengan gaya realismenya, pameran “Mikroskopik” ini tentunya berhasil mendobrak stigma masyarakat mengenai citra seorang Hamka yang memamerkan abstraksi tersendiri dalam karya-karyanya kali ini.

Sebelum Mikroskopik resmi dibuka, pemutaran dokumenter singkat bertajuk serupa yang digarap oleh Taktik Berulah ini juga berhasil memberikan perspektif tersendiri bagi masyarakat mengenai proses berpikir seorang Hamka selama pengerjaan 16 karya barunya tersebut. Disebut-sebut sebagai wahana, pameran Hamka kali ini mencoba membawa setiap mata yang melihat untuk menginterpretasikan sendiri setiap karyanya dengan banyak cara. Ruang gelap yang ditata sedemikian rupa berhasil membuat saya dan setiap undangan yang hadir berdecak kagum ketika berada di ruang pameran TAT Art Space. Ketika berbicara langsung dengan Hamka, ia menuturkan bahwa tiap-tiap karya dalam pameran ini pun dapat dinikmati dengan 3 cara berbeda—ketika ruangan terang, ketika disorot oleh lampu UV, serta ketika ruangan gelap total. Menurut saya pribadi, tentunya karya-karya ini membuat interpretasi yang muncul menjadi begitu luas dan liar bagi setiap mata yang menikmatinya.

Dalam pameran ini, Hamka pun berharap bahwa tiap-tiap mata yang melihat mampu menjadi lebih jujur dengan dirinya sendiri, sebagaimana diri Hamka yang telah berhasil menjadi lebih jujur selama prosesnya berkarya. Pameran ini mengajak siapa pun yang melihat untuk terkoneksi sekali lagi dengan dirinya sendiri melalui permainan interpretasi bentuk dalam karya-karya Hamka yang nampak abstrak sesuai apa yang dilihat matanya. Dan harus saya akui, Mikroskopik berhasil membuat saya kembali berkaca dengan apa yang saya rasa melalui karya-karya yang ada.

Sekali lagi, seperti yang sudah-sudah, TAT Art Space berhasil membawa para undangan yang hadir bermain-main dengan dirinya. Mikroskopik masih dibuka untuk umum hingga 24 Februari 2023 mendatang di TAT Art Space by The Ambengan Tenten, Jl. Imam Bonjol Gg. Rahayu no. 16A, Denpasar.

The post TAT Art Space dan Mikroskopik oleh Hamka Visualisasikan Kejujuran first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
Meniti Perjalanan Diri Melalui Niti Windu di TAT Art Space https://www.theambengantenten.com/meniti-perjalanan-diri-melalui-niti-windu-di-tat-art-space/ Mon, 16 Jan 2023 09:00:15 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4153 Jumat (13/01) lalu, TAT Art Space by The Ambengan Tenten kembali membuka pintunya untuk publik dalam pembukaan pameran solo Budi Kampret, seorang seniman asal Ngawi yang mengusung tajuk “Niti Windu”. Budi Kampret sendiri mengakui bahwa pameran solonya kali ini merupakan rangkuman perjalanan hidup yang dirasakannya selama pandemi melanda hingga akhirnya beliau mampu menghasilkan banyak karya […]

The post Meniti Perjalanan Diri Melalui Niti Windu di TAT Art Space first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Jumat (13/01) lalu, TAT Art Space by The Ambengan Tenten kembali membuka pintunya untuk publik dalam pembukaan pameran solo Budi Kampret, seorang seniman asal Ngawi yang mengusung tajuk “Niti Windu”. Budi Kampret sendiri mengakui bahwa pameran solonya kali ini merupakan rangkuman perjalanan hidup yang dirasakannya selama pandemi melanda hingga akhirnya beliau mampu menghasilkan banyak karya yang merepresentasikan jiwa-jiwa terkungkung pascapandemi COVID-19.

Budi Kampret yang lebih akrab menggunakan arang sebagai media utamanya dalam berkesenian pun mengakui bahwa pamerannya kali ini merupakan tantangan tersendiri baginya mengingat bagaimana dirinya harus kembali menggunakan cat akrilik dan kanvas sebagai media bermainnya. Tak dapat dimungkiri, karya-karya ciamiknya pada pameran Niti Windu kali ini  pun memberikan sentimental tersendiri baginya. Tak lupa dengan pertunjukan wayang koran bertajuk “Lawat Tresne” yang didalangi oleh Budi Kampret sendiri, Budi mencoba menyuguhkan narasi budaya yang bersifat terbuka bagi penonton yang ingin menginterpretasikan maknanya.

Yurison Suryantara, selaku Manager TAT Art Space juga mengakui bahwa ini adalah pameran solo kedua yang banyak mengusung kebudayaan Jawa di dalamnya. Melalui narasi Niti Windu sendiri, baik pengunjung ataupun kolektor seni yang ada diajak bersama-sama untuk menelisik lebih jauh terkait dengan apa yang masing-masing dari mereka rasakan. Berkaca pada karya seni yang bersifat terbuka dalam pemaknaannya, sekali lagi TAT Art Space mampu memberikan warna baru pada skena seni Denpasar.

Pameran Niti Windu sendiri masih akan dibuka untuk publik hingga Jumat, 27 Januari 2023 mendatang di TAT Art Space by The Ambengan Tenten.

 

Silakan kunjungi katalog Niti Windu pada tautan berikut.

The post Meniti Perjalanan Diri Melalui Niti Windu di TAT Art Space first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
Biyang Exhibition: Kolektif Perupa Bali Menyambut Hari Ibu https://www.theambengantenten.com/biyang-exhibition-kolektif-perupa-bali-menyambut-hari-ibu/ Tue, 13 Dec 2022 12:26:37 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4005 Biyang, merunut dalam bahasa Sansekerta, berarti Ibu atau induk. Dalam kebudayaan Bali sendiri, “Biyang” merupakan sebuah tanda penghormatan terhadap Ibu. Kata “Biyang” inilah yang lantas disepakati oleh 14 seniman lokal Bali yang bersama-sama menggelar ekshibisi kolektif dalam rangka menyambut hari Ibu. Berangkat dari inspirasi ini, 14 orang perupa muda ini bersama-sama mencoba merespon dalam bentuk […]

The post Biyang Exhibition: Kolektif Perupa Bali Menyambut Hari Ibu first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Biyang, merunut dalam bahasa Sansekerta, berarti Ibu atau induk. Dalam kebudayaan Bali sendiri, “Biyang” merupakan sebuah tanda penghormatan terhadap Ibu. Kata “Biyang” inilah yang lantas disepakati oleh 14 seniman lokal Bali yang bersama-sama menggelar ekshibisi kolektif dalam rangka menyambut hari Ibu.

Berangkat dari inspirasi ini, 14 orang perupa muda ini bersama-sama mencoba merespon dalam bentuk banyak karya mengingat bagaimana tiap-tiap mereka memiliki persepsi tersendiri yang mampu membangkitkan sebuah rasa dan membangun ide mengenai kata “Ibu” dalam kepala mereka.

Menurut banyak orang, Ibu mungkin adalah cinta pertama. Namun tak dapat dimungkiri, tidak semua dapat merasakan dinamika kehidupan sosial serupa ketika bicara mengenai figur seorang Ibu dalam hidupnya. Untuk sebagian lain, Ibu juga bisa berarti bumi—pemberi kehidupan bagi siapa pun yang hidup dan tumbuh di dalamnya. Personifikasi akan alam yang diibaratkan dengan sosok “Ibu” tentunya juga memberikan perspektif tersendiri bagi kita semua. Bagi saya pribadi, rasanya konsep “Ibu” ini terlalu luas untuk dijelaskan secara gamblang. Namun ketika akhirnya menghadiri pembukaan Biyang pada Sabtu (10/12) lalu, saya mengerti akan makna “Ibu” yang ternyata memberikan banyak perspektif berbeda bagi tiap-tiap individu yang melihatnya.

Selain memamerkan 14 karya dengan ragam rupa dan media, pembukaan Biyang juga berhasil membuat tiap-tiap undangan yang hadir berdecak kagum dengan penampilan teatrikal dari UKM Kesenian Udayana yang juga mengusung konsep “Ibu” di dalamnya. 

UKM Kesenian Udayana pada pembukaan Biyang (Sabtu, 10/12)

Pada ekshibisi kali ini, saya bisa melihat bagaimana keempat belas seniman muda berbakat yang menginisiasi, mencoba membawa dan mengajak serta teman-teman untuk meresapi kembali makna “Ibu” yang kita miliki dalam diri. Lebih dari itu, saya kembali belajar bahwa karya seni merupakan buah pikir tersendiri yang tidak dapat dipisahkan dari tiap-tiap perupanya.

Dalam menyambut hari Ibu tahun ini, satu lagi pameran yang digelar oleh TAT Art Space berhasil membuat kita belajar untuk kembali memaknai diri. Biyang ekshibisi masih akan dibuka untuk publik hingga 23 Desember 2022. Untuk siapa pun yang mungkin belum menyempatkan waktunya untuk melihat langsung pameran ini, saya rasa ini adalah waktu yang tepat untuk mengingatkan diri sekali lagi.

The post Biyang Exhibition: Kolektif Perupa Bali Menyambut Hari Ibu first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
HNS Studio dan Mimpinya yang Bertajuk “Local Hero” https://www.theambengantenten.com/hns-studio-dan-mimpinya-yang-bertajuk-local-hero/ Mon, 31 Oct 2022 06:02:00 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3853   \Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Jumat lalu (28/10) The Ambengan Tenten kembali menggelar pembukaan pameran untuk kesekian kalinya. Yang membuat saya sedikit tergelitik ialah tema pameran yang diusungnya bertajuk “Local Hero”. Entah apa yang ingin disampaikannya pada pameran kali ini. Namun berbeda dari ekshibisi sebelumnya yang memamerkan sederet karya pribadi seorang visual/street artist, pameran […]

The post HNS Studio dan Mimpinya yang Bertajuk “Local Hero” first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

 

\Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Jumat lalu (28/10) The Ambengan Tenten kembali menggelar pembukaan pameran untuk kesekian kalinya. Yang membuat saya sedikit tergelitik ialah tema pameran yang diusungnya bertajuk “Local Hero”. Entah apa yang ingin disampaikannya pada pameran kali ini. Namun berbeda dari ekshibisi sebelumnya yang memamerkan sederet karya pribadi seorang visual/street artist, pameran kali ini merupakan karya kolektif dari sebuah studio asal Tampaksiring, Gianyar.

HNS Studio adalah sebuah studio desain hasil mimpi seorang seniman lokal kenamaan yang lebih akrab disapa Raka Jana. Dan ketika ditanya mengapa pameran kali ini tidak membawa namanya saja, Raka Jana beranggapan bahwa semua ini bukanlah hanya mimpinya seorang. Melainkan mimpi teman-teman dari HNS Studio juga. Terkait tajuk yang diusungnya, Raka Jana pun mengingatkan kita semua untuk selalu menemukan inspirasi dari hal-hal terdekat di sekitar kita. “Local Hero” seakan hadir sebagai pengingat bahwa mimpi hanyalah mimpi tanpa mereka yang memberikan dukungannya untuk kita. Dan siapa sangka juga? Pada pameran kali ini, Raka Jana membawa serta sudut kamar indekosnya sebagai bentuk memorabilia bahwa sebuah mimpi dapat menjadi realita juga.

Hal yang sama tentunya juga dirasakan oleh seluruh tim HNS Studio—bahwasanya pahlawan menurut versi mereka ialah orang-orang yang sangat menginspirasi dalam berkarya. Ekosistem yang terbangun di dalamnya pun telah berhasil menginspirasi masing-masing dari mereka dan menjadikannya pahlawan versi mereka sendiri. Hal ini dapat dilihat dari kerjasama segenap tim HNS Studio pada hari pembukaan pameran “Local Hero” berlangsung.

Raka Jana mungkin memiliki nama besarnya sendiri. Namun yang membuat saya berdecak kagum ialah keinginannya untuk membagi spotlight yang sama agar baik dirinya maupun HNS Studio bisa menjadi besar bersama. Sederet karya yang dipamerkan pada ekshibisi kali ini tentunya merupakan hasil jerih payah teman-teman HNS Studio. Dan dengan dicoretnya papan pembukaan hari itu, publik dapat menikmati karya-karya HNS Studio dan Raka Jana hingga 2 minggu ke depan sampai tanggal 12 November mendatang.

“Local Hero” resmi dibuka oleh Raka Jana (28/10)

Sekali lagi, TAT Art Space mampu memberikan saya perspektif baru lainnya. Dan sejujurnya, saya tidak sabar menantikan kejutan pameran-pameran mereka selanjutnya.

The post HNS Studio dan Mimpinya yang Bertajuk “Local Hero” first appeared on The Ambengan Tenten.]]>