TAT Art Space | The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website https://www.theambengantenten.com Work & Life Balance Fri, 19 May 2023 04:05:11 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 Pameran Tunggal oleh Hajriansyah Membawa Nuansa Baru dalam Seni di Bali https://www.theambengantenten.com/id/pameran-tunggal-oleh-hajriansyah-membawa-nuansa-baru-dalam-seni-di-bali-2/ Sat, 20 May 2023 04:04:53 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4502 Denpasar, Bali – Seorang seniman yang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Hajriansyah, telah menggelar pameran tunggal pertamanya setelah menjalani masa vakum selama 8 tahun dalam dunia seni. Hajriansyah, yang juga merupakan Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin dan alumni ISI Jogja pada tahun 80-an, telah kembali menemukan semangat baru dalam berkarya dan menghadirkan 20 karya seni […]

The post Pameran Tunggal oleh Hajriansyah Membawa Nuansa Baru dalam Seni di Bali first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Denpasar, Bali – Seorang seniman yang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Hajriansyah, telah menggelar pameran tunggal pertamanya setelah menjalani masa vakum selama 8 tahun dalam dunia seni. Hajriansyah, yang juga merupakan Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin dan alumni ISI Jogja pada tahun 80-an, telah kembali menemukan semangat baru dalam berkarya dan menghadirkan 20 karya seni unik dalam pameran bertajuk “Love Life Lite”.

Pameran ini diadakan di TAT Art Space, sebuah ruang seni di The Ambengan Tenten, Denpasar, Bali. Dengan periode pameran mulai dari tanggal 12 hingga 25 Mei 2023, Love Life Lite menjadi ajang bagi Hajriansyah untuk mengekspresikan gagasannya yang terbaru. Dalam karya-karyanya, Hajriansyah menggabungkan tema budaya dan kearifan lokal Tanah Banua dengan sentuhan surealis menggunakan kuas yang besar.

Acara pembukaan pameran ini diwarnai oleh pidato pembuka dari pendiri TAT, Kinno Thingker, serta sambutan dari Yurison Suryantara, manajer TAT Art Space, dan Bagus Gonk, seorang seniman terkenal yang juga bertindak sebagai kurator seni. Kehadiran tokoh-tokoh ini menambah keistimewaan pada pameran Love Life Lite, memberikan apresiasi terhadap karya seni Hajriansyah dan memberikan wawasan lebih dalam tentang pesan yang ingin disampaikan oleh seniman ini.

Dalam pameran ini, pengunjung dapat menikmati keindahan dan kompleksitas dalam setiap karya yang dipajang. Hajriansyah berhasil menangkap esensi budaya dan kearifan lokal Tanah Banua, menghadirkannya dalam bentuk visual yang memukau. Dengan menggabungkan elemen surealis, ia memberikan sudut pandang baru yang memperkaya pengalaman melihat seni.

Tak hanya itu, pameran Love Life Lite juga menghadirkan penampilan Musikalisasi Puisi Hajriansyah dan rekan-rekannya. Kombinasi antara kata-kata puitis dan irama musik “Sape Dayak” diharapkan akan menciptakan pengalaman yang lebih mendalam bagi para pengunjung. Melalui gabungan seni visual, musik, dan puisi, pameran ini memberikan kesempatan bagi penonton untuk merasakan dan menghayati karya-karya Hajriansyah secara lebih menyeluruh.

Hajriansyah berharap pameran ini dapat menginspirasi orang-orang untuk menghargai kekayaan budaya lokal dan melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas. Dalam Love Life Lite, ia mengajak pengunjung untuk merenung, bermimpi, dan mengeksplorasi dunia imajinatif yang tercipta melalui karya-karyanya. Pameran ini membuktikan bahwa karya seni memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang dan membangun jembatan antara budaya.

The post Pameran Tunggal oleh Hajriansyah Membawa Nuansa Baru dalam Seni di Bali first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Jakarta Film Week Menggelar Acara Screening dan Diskusi Film Kolaborasi dengan Bukan Biasa dan TAT Art Space https://www.theambengantenten.com/id/jakarta-film-week-menggelar-acara-screening-dan-diskusi-film-kolaborasi-dengan-bukan-biasa-dan-tat-art-space-2/ Fri, 19 May 2023 03:47:32 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4496 Denpasar, Bali – Jakarta Film Week bekerja sama dengan Bukan Biasa dan TAT Art Space mengadakan acara screening dan diskusi film yang menarik di TAT Art Space. Acara ini berlangsung selama dua hari, mulai dari 28 hingga 29 April 2023. TAT Art Space, yang merupakan sebuah creative space di The Ambengan Tenten Denpasar Bali, menjadi […]

The post Jakarta Film Week Menggelar Acara Screening dan Diskusi Film Kolaborasi dengan Bukan Biasa dan TAT Art Space first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Denpasar, Bali – Jakarta Film Week bekerja sama dengan Bukan Biasa dan TAT Art Space mengadakan acara screening dan diskusi film yang menarik di TAT Art Space. Acara ini berlangsung selama dua hari, mulai dari 28 hingga 29 April 2023. TAT Art Space, yang merupakan sebuah creative space di The Ambengan Tenten Denpasar Bali, menjadi tempat yang sempurna untuk menyelenggarakan acara ini.

Acara Jakarta Film Week kali ini menghadirkan sebanyak 30 film lokal yang akan ditayangkan selama dua hari penuh. Peserta acara akan dapat menikmati berbagai genre film, mulai dari drama hingga dokumenter, yang diproduksi oleh para sineas lokal Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mempromosikan dan memajukan perfilman Indonesia serta mengapresiasi karya-karya lokal yang kreatif dan beragam.

Selain pemutaran film, acara ini juga menawarkan diskusi mendalam tentang film-film yang ditayangkan. Diskusi akan melibatkan pembuat film, sutradara, dan aktor/aktris yang terlibat dalam produksi film tersebut. Diskusi ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memahami lebih dalam tentang proses kreatif dan tantangan yang dihadapi oleh para sineas dalam industri perfilman Indonesia.

Jakarta Film Week telah menjadi salah satu platform yang penting dalam mempromosikan dan memajukan industri perfilman Indonesia. Acara ini memberikan kesempatan kepada sineas-sineas muda untuk memperluas jaringan, berkolaborasi, dan memperkenalkan karya-karya mereka kepada khalayak yang lebih luas. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi generasi muda untuk terlibat dalam industri perfilman.

Bukan Biasa, sebagai mitra kolaborasi dalam acara ini, merupakan platform online yang fokus pada promosi dan penyebaran film-film indie Indonesia. Dengan bekerja sama dengan Jakarta Film Week, Bukan Biasa berharap dapat memperluas jangkauan penonton dan meningkatkan apresiasi terhadap film-film indie lokal.

TAT Art Space, sebagai tuan rumah acara, merupakan tempat yang ideal untuk mengadakan acara semacam ini. Sebagai sebuah creative space, TAT Art Space mendukung pengembangan seni dan budaya, termasuk industri perfilman. Dengan suasana yang inspiratif dan fasilitas yang memadai, TAT Art Space menciptakan pengalaman yang unik bagi para peserta acara Jakarta Film Week.

Diharapkan bahwa acara screening dan diskusi film kolaborasi Jakarta Film Week ini akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempromosikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang karya-karya film lokal Indonesia. Dengan berbagai film yang ditayangkan dan diskusi yang mendalam, acara ini diharapkan dapat membangun apresiasi yang lebih besar terhadap perfilman Indonesia dan menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif dalam industri ini.

The post Jakarta Film Week Menggelar Acara Screening dan Diskusi Film Kolaborasi dengan Bukan Biasa dan TAT Art Space first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
GINCU Art Exhibition & Performance: Menunjukkan Keindahan dan Kesetaraan Perempuan https://www.theambengantenten.com/id/gincu-art-exhibition-performance-menunjukkan-keindahan-dan-kesetaraan-perempuan/ Thu, 18 May 2023 06:53:49 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4484 Denpasar, 17 Mei 2023 – Sebuah pameran seni kolektif yang mengangkat isu-isu feminis dan keindahan perempuan, yang diberi nama GINCU, diadakan di TAT Art Space di The Ambengan Tenten, Denpasar. Acara ini diselenggarakan oleh kelompok seniman perempuan Iluh Bali Art dengan tujuan mempromosikan kesetaraan gender dan menghargai keunikan serta bakat perempuan dalam berbagai hal. Pameran […]

The post GINCU Art Exhibition & Performance: Menunjukkan Keindahan dan Kesetaraan Perempuan first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Denpasar, 17 Mei 2023 – Sebuah pameran seni kolektif yang mengangkat isu-isu feminis dan keindahan perempuan, yang diberi nama GINCU, diadakan di TAT Art Space di The Ambengan Tenten, Denpasar. Acara ini diselenggarakan oleh kelompok seniman perempuan Iluh Bali Art dengan tujuan mempromosikan kesetaraan gender dan menghargai keunikan serta bakat perempuan dalam berbagai hal.

Pameran ini telah berlangsung sejak tanggal 14 April hingga 5 Mei 2023. Terdapat sepuluh seniman yang ikut berpartisipasi dalam pameran ini, antara lain Ketut Efrata, Evy Novita, Sarita Ibnoe, Novi Sumariani, Jasmine Okubo, Mira El Amir, Luh Pande Sandat Wangi, Nancy Ng, Dyah Ayu Wulandari, dan seorang penulis bernama Saras Tantri. Kehadiran mereka memberikan kekayaan ekspresi artistik yang beragam dalam pameran ini.

Pada pembukaan pameran, Ibu Robin Lim, Pendiri Yayasan Bumi Sehat, memberikan kata sambutan yang menginspirasi. Para tamu yang menghadiri pembukaan juga diminta untuk mengenakan dresscode bertema “Red, Bold, Gincu Tone” untuk menambah keunikan acara ini. Hal ini menggarisbawahi esensi dari pameran GINCU, yaitu lipstik atau gincu sebagai simbol keindahan perempuan.

Selain pameran seni, acara ini juga menyajikan pertunjukan tari yang dipimpin oleh Jasmine Okubo, bekerja sama dengan Yayasan Kita Poleng Bali. Yayasan tersebut merupakan lembaga yang berfokus pada pemberdayaan tuna rungu dan tuna wicara. Kolaborasi ini menjadi ajang bagi seniman dan kelompok pemberdayaan untuk saling mendukung dan mempromosikan isu-isu penting yang berhubungan dengan perempuan.

Pameran GINCU ini memiliki tujuan yang kuat dalam menyuarakan pesan kesetaraan gender dan menghargai keindahan perempuan. Dengan mengangkat tagar #EMPOWERYOURVIRTUES, pameran ini ingin menekankan pentingnya mengapresiasi kelebihan, bakat, dan keunikannya perempuan dalam segala hal, baik yang sederhana maupun yang besar.

Pameran ini telah mencuri perhatian masyarakat seni dan pengunjung dengan konsep yang inovatif dan pesan yang kuat. GINCU Art Exhibition & Performance memberikan panggung bagi para seniman perempuan untuk mengekspresikan diri mereka dan mengajak semua orang untuk merayakan keindahan perempuan serta memperjuangkan kesetaraan gender.

The post GINCU Art Exhibition & Performance: Menunjukkan Keindahan dan Kesetaraan Perempuan first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
“In Search For Meaning” oleh Felisa Tan: Sebuah Perjalanan untuk Menggali Makna https://www.theambengantenten.com/id/in-search-for-meaning-oleh-felisa-tan-sebuah-perjalanan-untuk-menggali-makna/ Wed, 17 May 2023 05:25:07 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4477 Denpasar, Bali – TAT Art Space di The Ambengan Tenten, Denpasar, menjadi tuan rumah bagi pameran seni yang penuh makna yang bertajuk “In Search For Meaning” oleh Felisa Tan, seorang seniman fotografi yang baru meluncurkan buku debutnya. Acara ini turut dihadiri oleh kurator seni yang terkenal, Bagus Gonk, yang memimpin diskusi intim dengan pengunjung pameran. […]

The post “In Search For Meaning” oleh Felisa Tan: Sebuah Perjalanan untuk Menggali Makna first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Denpasar, Bali – TAT Art Space di The Ambengan Tenten, Denpasar, menjadi tuan rumah bagi pameran seni yang penuh makna yang bertajuk “In Search For Meaning” oleh Felisa Tan, seorang seniman fotografi yang baru meluncurkan buku debutnya. Acara ini turut dihadiri oleh kurator seni yang terkenal, Bagus Gonk, yang memimpin diskusi intim dengan pengunjung pameran. Pameran seni ini berlangsung mulai tanggal 4 hingga 19 Maret 2023, menampilkan 12 karya seni yang menakjubkan.

Felisa Tan, yang lahir pada tahun 1993, merupakan seorang seniman fotografi yang belajar secara otodidak dan berbasis di Jakarta, Indonesia. Ia mulai mengambil foto-foto di rumah dan secara teratur mempostingnya di DeviantArt sejak tahun 2007. Fotografi menjadi bahasa yang dipilihnya untuk mengungkapkan cintanya terhadap dunia. Berkat pengalaman perjalanan yang luas ke lebih dari 50 negara sejak usia muda, Felisa Tan telah mengembangkan apresiasi yang mendalam terhadap budaya dan perspektif yang berbeda. Melalui proses evolusi yang berkesinambungan, baik sebagai seorang seniman maupun manusia, ia menciptakan sebuah rekaman tentang bagaimana ia mengalami dunia.

Dengan menghormati keindahan apa adanya, Felisa berusaha menjaga karya-karyanya seakurat mungkin dengan pengalaman nyata yang ia alami. Luasnya subjek yang ia tangkap dalam fotografi adalah cerminan dari sensitivitasnya dalam melihat keindahan, bahkan di tempat-tempat yang paling biasa sekalipun. Melalui karya-karyanya, ia berharap dapat menginspirasi penontonnya untuk berhenti sejenak dan menghargai berbagai anugerah yang mungkin terlewatkan dalam dunia yang penuh kebisingan.

Bagus Gonk, kurator yang terkenal dalam dunia seni, turut hadir dalam acara ini untuk memandu diskusi dengan pengunjung. Diskusi intim ini memberikan kesempatan bagi para pengunjung pameran untuk berbagi pemikiran, bertanya, dan mengeksplorasi makna di balik karya-karya Felisa Tan. Keberadaan Bagus Gonk dalam acara tersebut menjadikan pameran ini semakin istimewa dan memberikan pandangan mendalam tentang seni dan kreativitas.

Pameran seni “In Search For Meaning” di TAT Art Space merupakan ajakan bagi generasi muda untuk mengeksplorasi seni dan memperkaya pemahaman mereka tentang makna kehidupan. Karya-karya Felisa Tan menghadirkan perspektif yang berbeda tentang keindahan yang terkadang terabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pameran ini juga menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk terinspirasi dan menyadari betapa banyak berkah yang mungkin terlewatkan dalam kehidupan yang penuh dengan kebisingan dan kesibukan.

“In Search For Meaning” adalah pameran seni yang mengajak kita untuk melihat dunia dengan mata baru, mengapresiasi keindahan dalam setiap momen, dan menghargai keberagaman budaya yang ada di sekitar kita. Pameran ini akan menjadi pengalaman yang mendalam dan menginspirasi bagi para pengunjung yang ingin menyelami makna dalam seni dan kehidupan.

The post “In Search For Meaning” oleh Felisa Tan: Sebuah Perjalanan untuk Menggali Makna first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
VESCOFART: Intimasi Sebuah Acara Melalui Seni, Kopi, dan Vespa https://www.theambengantenten.com/id/vescofart-intimasi-sebuah-acara-melalui-seni-kopi-dan-vespa-2/ Mon, 15 May 2023 03:28:06 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4437 Sejak kecil, saya tumbuh dekat dengan kecintaan beberapa anggota keluarga terhadap Vespa. Dulu, Ayah serta Kakek saya adalah seorang kolektor Vespa. Dan yang menarik, komunitas Vespa yang mereka ikuti lantas menjadi keluarga kecil tersendiri untuk saya. Setelah saya dewasa, tentunya ada sentimen tersendiri yang masih melekat dalam ingatan saya ketika berbicara mengenai Vespa. Beberapa waktu […]

The post VESCOFART: Intimasi Sebuah Acara Melalui Seni, Kopi, dan Vespa first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>

Mangun Edwin, Hamka, dan Wilman Hermana untuk VESCOFART, The Ambengan Tenten (10/06/22)

Sejak kecil, saya tumbuh dekat dengan kecintaan beberapa anggota keluarga terhadap Vespa. Dulu, Ayah serta Kakek saya adalah seorang kolektor Vespa. Dan yang menarik, komunitas Vespa yang mereka ikuti lantas menjadi keluarga kecil tersendiri untuk saya. Setelah saya dewasa, tentunya ada sentimen tersendiri yang masih melekat dalam ingatan saya ketika berbicara mengenai Vespa.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan hadir dalam satu lagi acara yang digelar oleh The Ambengan Tenten dalam rangka memeriahkan Vespa World Days 2020-2022 yang berlangsung di Bali. Tentu saja, saya lantas hadir tanpa tedeng aling-aling. Yang menarik dari acara bertajuk VESCOFART ini, mereka menyatukan banyak kalangan melalui kecintaan mereka yang sama terhadap Vespa. Lintas kalangan yang diundang pun tidak main-main. Salah seorang pemahat kenamaan ibu kota, Wilman Hermana, yang merupakan artis pemahat patung Gatotkaca untuk film laga Jagad Satria Dewa: Gatotkaca (Bramantyo, 2022) pun turut hadir dalam acara hari itu. Tak hanya beliau saja, seorang antusias kopi kenamaan asal Bandung, Mangun Edwin serta seorang seniman lokal Bali kenamaan, Hamka juga turut diundang untuk sekadarnya berbincang bersama.

Wilman Hermana bersama patung Gatotkaca untuk film laga Jagad Satria Dewa: Gatotkaca (Bramantyo, 2022)

Yang saya ketahui, Mangun Edwin beserta kawan-kawan pun melakukan riding bersama dari Bandung hingga Bali. Melihat beberapa cuplikan video perjalanan Mangun ber-Vespa ria dari pulau Jawa hingga pulau Bali membuat saya iri mengingat bagaimana saya pernah ikut serta Ayah dan Kakek untuk Vespa riding yang pernah mereka lakukan dulu. Pada hari acara VESCOFART berlangsung, Mangun pun mengambil alih bar Argos Specialita dengan 16 varian biji kopinya yang dibawa langsung dari Bandung. Ia membagikan kopi-kopi racikannya ini secara cuma-cuma dengan harapan dapat memeriahkan acara ini. Selain itu, Hamka pun membuka lapak melukisnya untuk siapa pun yang ingin melukis bersama hari itu. Di lain sudut The Ambengan Tenten, tempat ini pun berkesempatan untuk memamerkan pahatan Gatotkaca karya Wilman di area TAT Art Space.

Mangun Edwin meracik biji kopi yang dibawanya dari Bandung (Jum, 10/06/22)

Live painting bersama Hamka; mewarnai aksesoris motor Vespa (Jum, 10/06/22)

 

Sore itu, semua orang berkumpul sembari melukis dan meracik kopi bersama. Saya tidak melihat adanya kesenjangan apa pun walau mereka memiliki hobi yang berbeda. Toh, tiap-tiap orang yang datang tetap memiliki kecintaan yang sama terhadap Vespa. Begitu pun saya, ada sentimen tersendiri yang berhasil menarik saya untuk datang hari itu. Tak sampai di situ saja, seorang DJ kaset, Ferrite Head—yang ternyata juga pecinta Vespa—turut memeriahkan sore kami yang menyenangkan. Dengan musik-musik disko 90-an, ada sepercik ingatan masa muda yang menambah kehangatan acara sore itu.

Saya tak akan memungkiri bahwa The Ambengan Tenten berhasil menarik beberapa hati untuk tinggal lebih lama. Melalui VESCOFART, saya rasa semua setuju bahwa seni dan Vespa berhasil menciptakan intimasinya tersendiri. Di lain kesempatan nanti, saya ingin melihat intimasi serupa dari tempat ini.

The post VESCOFART: Intimasi Sebuah Acara Melalui Seni, Kopi, dan Vespa first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
TERUPA Festival: Ekshibisi NFT yang Mengusung Konsep Tersendiri https://www.theambengantenten.com/id/terupa-festival-ekshibisi-nft-yang-mengusung-konsep-tersendiri-2/ Mon, 15 May 2023 03:27:20 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4433 Ketika mendengar kata “festival”, siapa pun pasti akan membayangkan sebuah acara megah padat aktivitas. Dengan ideal waktu berlangsungnya selama beberapa hari, pengunjung dapat menikmati seharian berkegiatan dan bersenang-senang. Begitu ‘kan yang kebanyakan dari kita pikirkan? Tentunya, saya pun membayangkan hal serupa. Setelah beberapa waktu tak terdengar kabarnya, The Ambengan Tenten kembali hadir dengan inovasi menariknya. […]

The post TERUPA Festival: Ekshibisi NFT yang Mengusung Konsep Tersendiri first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>

Ketika mendengar kata “festival”, siapa pun pasti akan membayangkan sebuah acara megah padat aktivitas. Dengan ideal waktu berlangsungnya selama beberapa hari, pengunjung dapat menikmati seharian berkegiatan dan bersenang-senang. Begitu ‘kan yang kebanyakan dari kita pikirkan? Tentunya, saya pun membayangkan hal serupa.

Setelah beberapa waktu tak terdengar kabarnya, The Ambengan Tenten kembali hadir dengan inovasi menariknya. Kali ini, The Ambengan Tenten menghadirkan sebuah festival bertajuk “TERUPA”. Berasal dari kata “terupa” atau yang berarti “tampak”, menurut filosofinya merupakan makna dari penyatuan indera, pikiran, dan juga jiwa. Sedikit menggelitik tentunya apabila merunut dari namanya, tapi sangat menarik untuk dicaritahu.

Festival yang ternyata merupakan ekshibisi NFT (Non-Fungible Token) ini menghadirkan 70 karya NFT dari 70 seniman digital yang berbeda. Menariknya, 70 karya ini diekshibit dalam bentuk fisik yang dicetak pada media kanvas. Karya-karya ini tentunya merupakan karya terpilih yang sudah dikurasi dan merupakan karya seniman-seniman muda berbakat dari berbagai penjuru Indonesia. Tak hanya ekshibisi saja, ada pula beragam aktivitas menarik yang disuguhkan selama 3 hari acara ini berlangsung—mulai dari talkshow, food truck, hingga workshop yang terbuka untuk umum.

Seperti acara yang sudah-sudah, pembukaan acara kali itu kembali didukung oleh teman-teman dari komunitas seni Aghumi yang mementaskan karya teatrikal. Tak lupa didukung oleh banyak teman-teman komunitas seperti Majalabs, Superlative Secret Society, HNS, serta Rotybroi—semua seakan memberikan waktunya secara cuma-cuma untuk ikut memeriahkan acara tersebut. Menariknya lagi, saya jadi mengenal banyak sekali teman-teman komunitas di tengah gempitanya acara TERUPA.

Ketiga hari acara berlangsung, saya melihat bagaimana semua orang saling membantu, terkoneksi, mengapresiasi setiap karya masing-masing. Ada banyak kreator yang bahkan saya temui jauh-jauh datang ke Bali hanya untuk melihat karya mereka dipamerkan pada acara ini. Animo yang lagi-lagi berhasil disuguhkan oleh The Ambengan Tenten rasa-rasanya harus kembali saya acungi jempol.

Dan sekali lagi, saya masih menanti acara semacam apa lagi yang akan dihadirkan oleh ruang ini.

The post TERUPA Festival: Ekshibisi NFT yang Mengusung Konsep Tersendiri first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Aghumi: Mengemas Tarot dalam Konsep Teatrikal https://www.theambengantenten.com/id/aghumi-mengemas-tarot-dalam-konsep-teatrikal-2/ Mon, 15 May 2023 03:26:53 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4431 Sebagai seorang penggemar tarot, tentunya menarik untuk selalu mengulik makna di balik setiap kartu yang ada. Menurut saya, selalu ada cerita yang bisa kita rasakan dari masing-masing kartunya. Berbicara mengenai kartu tarot, saya rasa saya bisa menghabiskan semalam suntuk hanya untuk yang satu ini. Dan tentu saja, ketika saya tau ada pementasan seni yang mengangkat […]

The post Aghumi: Mengemas Tarot dalam Konsep Teatrikal first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>

Sebagai seorang penggemar tarot, tentunya menarik untuk selalu mengulik makna di balik setiap kartu yang ada. Menurut saya, selalu ada cerita yang bisa kita rasakan dari masing-masing kartunya. Berbicara mengenai kartu tarot, saya rasa saya bisa menghabiskan semalam suntuk hanya untuk yang satu ini. Dan tentu saja, ketika saya tau ada pementasan seni yang mengangkat kartu tarot dalam ceritanya, saya tak buang waktu untuk datang dan melihat secara langsung.

Pada TERUPA Festival (5/8/20) lalu, sebuah komunitas seni yang saya kenal di The Ambengan Tenten, Aghumi, membuka acara hari itu dengan sebuah teatrikal yang mengusung cerita mengenai kartu The Fool. Sebagai kartu pertama Major Arcana dalam tarot, tentunya kartu The Fool menyimpan makna tersendiri. Saya pribadi selalu merasa bahwa kartu ini ibarat seorang anak kecil naif yang memimpikan dunia. Matanya yang haus akan banyak sisi kehidupan selalu membawanya menjadi sosok idealis nan polos yang terkadang dianggap bodoh.

Selain kartu The Fool, pementasan yang bertajuk “The Fool: Pelesiran Wayang-wayangan” ini juga diilhami oleh seorang perupa tersohor, Ni Tanjung yang memiliki idealisme tinggi terkait seni yang berhasil mengubah cara pandang banyak mata mengenai seni global. The Fool yang juga melambangkan awal mula kehidupan ini memiliki makna di mana semua yang bermula dari titik nol merupakan perlambang dari unsur-unsur keterbatasan yang justru memberikan esensi keutuhan entitas diri. Dalam keterbatasannya, semua orang mampu menciptakan perubahan sederhana yang dimulai dari dirinya.

Yang paling menarik dari pementasan satu ini, Aghumi berhasil memboyong teman-teman dari komunitas Teater Petir, Teater Sangsaka, Teater Loak, dan Narwastu Austism Learning Awareness untuk ikut andil dalam acara ini. Beberapa properti pentas yang digunakan juga merupakan hasil kerajinan tangan dari teman-teman autis dari Narwastu. Dedikasi Aghumi rasa-rasanya memang harus diacungi jempol, terlebih bagaimana mereka mampu mengajarkan seni kepada anak-anak berusia 5-15 tahun untuk mengekspresikan dirinya melalui seni itu sendiri.

Seperti apa yang dituturkan oleh Tika, salah seorang teman dari Aghumi, rasa-rasanya memang dunia butuh ruang lebih besar untuk kita memberikan pengakuan lebih baik kepada orang-orang di sekitar. Sekecil apa pun perjuanganmu, kau patut untuk diapresiasi sebagaimana mestinya. Sesederhana apa pun mimpimu, kau berhak untuk percaya bahwa mimpi akan membawamu mendunia.

Pembukaan acara TERUPA Festival terasa semakin hangat kala pementasan teatrikal itu telah usai. Tak lupa performance pendukung dari teman-teman SIJI dan musik tradisional oleh Yasa Balinese Music, sore itu semakin romantis kala tiap manusia saling mengoneksikan dirinya di TAT Art Space. Dan menurut saya, tak ada yang lebih menarik ketimbang diingatkan bahwa tiap-tiap kita memberikan perbedaan dengan caranya masing-masing.

Aghumi berhasil menyulap sebuah filosofi sederhana menjadi sebuah pementasan yang tak kalah luar biasa. Di balik itu semua, mungkin kita pun perlu mengingatkan diri bahwa hidup akan selalu baik-baik saja apabila kita mau percaya pada mimpi yang kita punya.

The post Aghumi: Mengemas Tarot dalam Konsep Teatrikal first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Majalabs: dari VR Experience hingga Bali Digital Fashion Week 2022 https://www.theambengantenten.com/id/majalabs-dari-vr-experience-hingga-bali-digital-fashion-week-2022-2/ Mon, 15 May 2023 03:26:33 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4429 Di tengah gemblengan dunia teknologi yang kian hari kian berkembang, kita semua butuh sumber terbaik untuk tidak ketinggalan. Terlebih dengan banyaknya inovasi yang ada, tiap-tiap kita seakan dipaksa untuk bisa beradaptasi secepat yang kita bisa. Tapi bagaimana apabila kita tidak memiliki sumber-sumber tersebut untuk belajar? Pada acara TERUPA Festival (6/8/20) yang digelar oleh The Ambengan […]

The post Majalabs: dari VR Experience hingga Bali Digital Fashion Week 2022 first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>

Di tengah gemblengan dunia teknologi yang kian hari kian berkembang, kita semua butuh sumber terbaik untuk tidak ketinggalan. Terlebih dengan banyaknya inovasi yang ada, tiap-tiap kita seakan dipaksa untuk bisa beradaptasi secepat yang kita bisa. Tapi bagaimana apabila kita tidak memiliki sumber-sumber tersebut untuk belajar?

Pada acara TERUPA Festival (6/8/20) yang digelar oleh The Ambengan Tenten, ada banyak ilmu baru terkait teknologi yang bisa kita dapatkan di sana. Salah satu yang menarik bagi saya ialah booth Majalabs yang menyediakan VR Experience pada acara tersebut. Selain untuk entertainment, VR Experience yang mereka berikan juga merupakan sebentuk edukasi untuk teman-teman yang belum sepenuhnya memahami tentang penggunaan teknologi yang dapat diimplementasikan dalam banyak hal.

“Kita hanya ingin mengedukasi teman-teman tentang pentingnya membuka mata terhadap perkembangan dunia. Teknologi kita mungkin belum se-futuristik itu, tapi nggak ada salahnya ‘kan untuk mencoba keep up dengan dunia?” Begitu tutur Rizal selaku juru bicara Majalabs.

Tak hanya edukasi berbasis VR Experience saja, teman-teman Majalabs juga menuturkan tentang kampanye proyek terbarunya yakni Bali Digital Fashion Week 2022 yang akan digelar pada Oktober nanti. Proyek ini tentunya menggandeng salah seorang fashion designer kenamaan, Schieva yang akan menjadi designer utamanya. Yang menarik dari proyek satu ini ialah fashion show yang berbasis digital, di mana semua orang bisa menikmatinya dari mana saja.

Tak sampai di sana saja, Majalabs juga akhirnya mengumumkan pemenang dari NFT Pitch Bali yang digelar beberapa waktu sebelumnya di The Ambengan Tenten. Dari kelima finalis terpilih, ternyata proyek NFT Perkasa oleh Pak Bagong Soebardjo, seorang pengrajin wayang asal Jogja yang menjadi pemenangnya. Pemenang dari NFT Pitch Bali ini nantinya akan didukung sepenuhnya oleh Majalabs dan banyak pihak lain dalam pendanaan, coaching, serta implementasi roadmap dari proyeknya.

Banyak ilmu menarik tentunya bisa kita dapat secara cuma-cuma. Tapi menurut saya, tak banyak orang baik yang mau membagi ilmunya secara cuma-cuma. Hari itu, saya belajar mengenai banyak hal. Berkat Majalabs dan segudang ilmu menariknya, saya rasa sudah saatnya kita membuka diri terhadap perkembangan teknologi yang tak bisa kita hindari lagi.

Klik tautan berikut ini untuk mendapatkan info terbaru mengenai Majalabs.

The post Majalabs: dari VR Experience hingga Bali Digital Fashion Week 2022 first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Rise of Indonesian Artists: Membawa TERUPA hingga Galeri Superlative https://www.theambengantenten.com/id/rise-of-indonesian-artists-membawa-terupa-hingga-galeri-superlative-2/ Mon, 15 May 2023 03:26:10 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4427 Setelah TERUPA Festival 2022 awal Agustus lalu, saya sempat berpikir bahwa TAT Art Space akan rehat sejenak dan menghilang dari peradaban komunitas sekitar. Sebagai satu dari sekian banyak yang selalu menantikan acara-acara kolaborasi TAT Art Space, tentunya saya kembali menunggu undangan mereka. Berada di sebuah ruang multifungsi yang merangkul banyak latar belakang tanpa terkecuali menjadi […]

The post Rise of Indonesian Artists: Membawa TERUPA hingga Galeri Superlative first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>

Setelah TERUPA Festival 2022 awal Agustus lalu, saya sempat berpikir bahwa TAT Art Space akan rehat sejenak dan menghilang dari peradaban komunitas sekitar. Sebagai satu dari sekian banyak yang selalu menantikan acara-acara kolaborasi TAT Art Space, tentunya saya kembali menunggu undangan mereka. Berada di sebuah ruang multifungsi yang merangkul banyak latar belakang tanpa terkecuali menjadi salah satu hal yang saya senang dari tempat ini.

TAT Art Space, sama seperti misi awalnya, masih menginginkan sebuah ruang hangat untuk siapa saja yang ingin berkarya. Dengan exhibition room dan juga collaborator room yang mereka sediakan, tentunya menjadi opportunity tersendiri bagi mereka pelaku seni di Bali. Kolaborasi demi kolaborasi berhasil mengangkat TAT Art Space hingga terdengar banyak orang sampai saat ini. Dan benar saja, setelah TERUPA Festival 2022 yang digelarnya tempo hari, TAT Art Space kembali mengingatkan kita akan eksistensinya.

Kali ini, TAT Art Space seakan mencari ruang baru untuk mengudara. Tepat tanggal 20 Agustus 2022 lalu, seluruh karya teman-teman kreator muda berbakat dari seluruh Indonesia yang dipamerkan pada TERUPA Festival 2022 kemarin kembali dipamerkan secara digital di Galeri Superlative yang berlokasi di Legian, Kuta. Kolaborasi ini tentunya bertujuan untuk mengapresiasi karya teman-teman kreator. Tak sampai di sana saja, kolaborasi TAT Art Space dan Superlative Secret Society juga merupakan kolaborasi gabungan bersama Robomot NFT yang juga merupakan proyek kolektif kreator-kreator lokal.

Dengan tajuk “Rise of Indonesian Artists”, acara hari itu seakan membawa kita ke sebuah ruang lain di mana siapa saja bisa menikmati karya-karya anak bangsa yang sudah berkancah di dunia NFT. Lebih dari 70 karya dipamerkan di Galeri Superlative hingga 26 Agustus 2022 nanti. Jadi bagi siapa pun yang belum sempat hadir dan melihat-lihat, silakan datang ke Galeri Superlative!

The post Rise of Indonesian Artists: Membawa TERUPA hingga Galeri Superlative first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
TAT Art Space: Ekshibisi Solo Beluluk dan Kearifan Lokal Bali https://www.theambengantenten.com/id/tat-art-space-ekshibisi-solo-beluluk-dan-kearifan-lokal-bali-2/ Mon, 15 May 2023 03:25:44 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4425 Siapa sih yang nggak tau Beluluk? Sebagai penikmat media sosial yang berkehidupan di tanah Dewata, rasa-rasanya karakter Beluluk cukup dekat dengan kita semua. Dengan segala celotehannya di media sosial yang kerap kali menyentil isu-isu terhangat, Beluluk seakan hadir sebagai pengingat untuk kita. Setelah sekian lama mengenal Beluluk dari layar telepon genggam, akhirnya saya berkesempatan juga […]

The post TAT Art Space: Ekshibisi Solo Beluluk dan Kearifan Lokal Bali first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>

Siapa sih yang nggak tau Beluluk? Sebagai penikmat media sosial yang berkehidupan di tanah Dewata, rasa-rasanya karakter Beluluk cukup dekat dengan kita semua. Dengan segala celotehannya di media sosial yang kerap kali menyentil isu-isu terhangat, Beluluk seakan hadir sebagai pengingat untuk kita.

Setelah sekian lama mengenal Beluluk dari layar telepon genggam, akhirnya saya berkesempatan juga untuk mengenal lebih dekat siapa sosok kreator di balik karakter Beluluk. Mengusung tajuk “Pakedek Pakenyem Pawisik”, kali ini TAT Art Space berhasil membuat para undangan berdecak kagum melalui ekshibisi solo Putu Dian sebagai kreator Beluluk. Pasalnya, tidak hanya menyuguhkan beberapa komik strip khas Beluluk, terdapat beberapa aktivasi menarik yang dilakukan oleh Putu Dian hari itu. Acara mewarnai bersama anak-anak, artist talk, serta performance oleh Rare Kual memberikan intimasi tersendiri bagi siapa pun yang hadir.

Sebagai salah seorang perantau yang memilih hidup di tanah Dewata, tentunya ada banyak hal yang seharusnya bisa saya pelajari mengenai kearifan lokal. Melalui pembukaan ekshibisi “Pakedek, Pawisik, Pakenyem” hari itu, saya belajar bahwa ada banyak sisi menarik yang bisa kita mengerti tentang kebudayaan Bali. Ketika mendengar tajuk ekshibisi yang satu ini pun, saya bertanya-tanya mengenai makna yang terpendam di baliknya. Dan benar saja, ada makna tersendiri yang ingin disampaikan melalui pameran satu ini.

Menutur dari kearifan lokal Bali, pakedek pakenyem merupakan sebuah ungkapan populer yang begitu melekat di tengah masyarakat yang secara figuratif merupakan seruan sukacita untuk setiap masalah yang kita rasakan. Sedangkan pawisik yang berarti wahyu, merupakan isyarat semesta pada manusia akan sesuatu yang telah/sedang/akan terjadi. Pakedek, pakenyem, pawisik memberikan makna di mana Putu Dian mencoba mengajak teman-teman semua untuk tetap bersenang hati walau masalah hidup terus ada. Yang menariknya lagi, Putu Dian membawa serta seri terbarunya bertajuk “Speak Up” yang berisi 30 karakter Beluluk dengan kolom dialog yang bisa diisi oleh teman-teman semua. Melalui seri ini pula, Putu Dian ingin mengingatkan kita semua untuk berani mengungkapkan ide yang kita miliki.

Setelah aktivasi dan artist talk, setiap tamu undangan pun diajak serta untuk melihat-lihat setiap sudut TAT Art Space yang direspon melalui banyak dekorasi menarik. Tentunya, hari itu menjadi satu lagi hari yang saya habiskan dengan sukacita. Berbincang dengan Putu Dian, tamu-tamu undangan, serta banyak lagi teman-teman yang hadir membuat saya mengerti bagaimana budaya dapat dikemas dalam satu wadah menarik melalui seni.

The post TAT Art Space: Ekshibisi Solo Beluluk dan Kearifan Lokal Bali first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>