productivity tips | The Ambengan Tenten https://www.theambengantenten.com Work & Life Balance Mon, 18 Jul 2022 12:35:42 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 Kenapa Sih Kita Suka Menunda? Dan Bagaimana Cara Menyelesaikannya? https://www.theambengantenten.com/kenapa-sih-kita-suka-menunda-dan-bagaimana-cara-menyelesaikannya/ Fri, 15 Jul 2022 03:51:02 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3763 Sebagai anak muda yang baru mengenal dunia kerja, saya percaya tiap-tiap kita punya mimpi yang ingin dikejar. Entah itu tangga karir yang ingin dicapai atau idealisme pribadi untuk menemukan titik kesempurnaan. Apa pun itu permasalahannya, kita semua pasti pernah menunda pekerjaan. Saya mengerti, sebuah ide tak selamanya bisa datang dalam semalam saja. Semua orang butuh […]

The post Kenapa Sih Kita Suka Menunda? Dan Bagaimana Cara Menyelesaikannya? first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

Sebagai anak muda yang baru mengenal dunia kerja, saya percaya tiap-tiap kita punya mimpi yang ingin dikejar. Entah itu tangga karir yang ingin dicapai atau idealisme pribadi untuk menemukan titik kesempurnaan. Apa pun itu permasalahannya, kita semua pasti pernah menunda pekerjaan. Saya mengerti, sebuah ide tak selamanya bisa datang dalam semalam saja. Semua orang butuh waktu untuk berpikir sebelum akhirnya bisa menuangkan ide dalam kepalanya menjadi sesuatu yang nyata.

Menurut Dr. Tim Pychyl, seorang profesor psikologi dan tim Procrastination Research Group di Universitas Carleton Ottawa, procrastination atau menunda terjadi karena masalah regulasi emosi dan bukan karena manajemen waktu seseorang yang buruk. Dalam sebuah studi yang mereka lakukan pada tahun 2013, mereka menemukan bahwa procrastination merupakan sebuah problematika di mana seseorang melihat urgensi untuk memperbaiki suasana hati yang negatif alih-alih menyelesaikan tugas itu sendiri. Artinya, setiap orang bisa memperbaiki itu dengan melihat segala sesuatunya dari perspektif yang berbeda.

Saya pun pernah menunda-nunda pekerjaan. Tapi tentunya, saya punya beberapa cara untuk membuat semuanya menjadi lebih efisien tanpa menunda atau pun menumpuk pekerjaan lainnya.

Multitasking adalah penghambat efisiensi

Kita mungkin berpikir dengan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, kita bisa menambah efisiensi waktu yang kita punya dan menyelesaikan segalanya bersamaan. Tapi tunggu dulu, itu adalah asumsi yang kurang tepat. Ketika kita melakukan dua pekerjaan sekaligus, otak kita tidak akan bisa fokus dan berakhir menunda kedua pekerjaan tersebut karena dipaksa untuk bekerja dua kali lebih keras. Alih-alih, cobalah untuk melakukan pekerjaan satu per satu hingga selesai sebelum melanjutkannya ke pekerjaan lainnya. Dengan begitu, fokus kita tidak akan terbagi ke banyak hal dan kita akan mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa harus menunda-nundanya.

Buatlah task list/todo list selama satu hari

Sebagai seseorang yang cukup berantakan, saya belajar bahwa saya butuh melacak pekerjaan apa-apa saja yang harus saya lakukan dalam satu hari. Dan menurut saya, membuat todo list adalah hal sederhana yang paling mudah untuk saya coba dalam membantu saya lebih fokus melakukan kegiatan dalam satu hari. Dengan begitu pula, saya tidak akan berhenti untuk mengingat-ingat apa saja yang harus saya kerjakan dan berakhir menunda pekerjaan yang ada.

Bangunlah lebih pagi dari biasanya

Memasuki jam 9 pagi, semua orang tentunya sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing dan lupa bahwa ada target yang harus mereka capai dalam satu hari. Saya belajar ini ketika pandemi: kala manusia masih terjaga dalam tidurnya dan dunia belum terlalu bising berkehidupan, gunakanlah waktu-waktu tersebut untuk lebih fokus dalam melakukan kegiatan-kegiatanmu guna meminimalisir distraksi di sana sini. Maka dari itu, cobalah bangun lebih pagi dari biasanya. Menyepilah sejenak untuk merasakan dunia yang lebih tenang. Niscaya, kau akan merasa lebih fokus dengan dirimu dan mampu mengerjakan pekerjaanmu dengan lebih efisien.

Ambillah waktu jeda setiap kau usai melakukan pekerjaan

Di The Ambengan Tenten, kami sering menggunakan trik yang satu ini: lakukan pekerjaanmu selama 25 menit dan beristirahatlah sejenak selama 5 menit. Teknik ini dinamakan Metode Podomoro yang ditemukan oleh Francesco Cirillo pada akhir tahun 80-an. Tujuan dari teknik ini adalah untuk mengurangi efek interupsi internal dan eksternal pada fokus dan aliran. Dengan begitu, seseorang bisa lebih efisien dalam mengerjakan pekerjaannya tanpa banyak distraksi yang disebabkan oleh kepalanya. Dengan teknik ini pula, kita sama saja memberi jeda untuk otak kita beristirahat sejenak setelah fokus bekerja sebelum akhirnya kembali melakukan apa yang seharusnya kita selesaikan.

Pilih tempat yang tepat

Setelah pandemi dan keharusan untuk bisa bekerja dari mana saja, saya belajar bahwa fenomena satu ini ibarat pisau bermata dua: ada hal baik dan buruk yang tentunya berjalan beriringan karenanya. Kita bisa dengan bebas memilih tempat kita bekerja. Namun pada saat yang bersamaan, bisa saja hal itu menjadi bumerang di kemudian hari. Memilih tempat bekerja yang tepat merupakan trik lain untuk bisa lebih fokus dan meminimalisir distraksi. Di The Ambengan Tenten sendiri, saya menemukan sebuah ruang bekerja yang nyaman tanpa banyak gangguan serta lingkungan yang sangat positif dalam memberikan dukungan. Mencari tempat di mana kita bisa terkoneksi dengan banyak kepala yang berpikir sejalan dengan kita adalah hal yang saya temukan di tempat ini. Dan tentunya, kau bisa mencoba hal serupa. Pilihlah tempat yang tepat untuk meminimalisir segala bentuk gangguan yang mampu membuatmu kembali menunda pekerjaanmu. Dan mungkin, The Ambengan Tenten bisa menjadi pilihan yang tepat untukmu.

The post Kenapa Sih Kita Suka Menunda? Dan Bagaimana Cara Menyelesaikannya? first appeared on The Ambengan Tenten.]]>
5 Kebiasaan Baik Untuk Lebih Produktif https://www.theambengantenten.com/5-kebiasaan-baik-untuk-lebih-produktif/ Mon, 04 Jul 2022 09:00:13 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=3725   Katanya, manusia membutuhkan waktu 21 hari lamanya untuk membangun sebuah kebiasaan baru. Fakta trivia ini saya temukan semasa pandemi baru saja melanda. Terlebih di saat semua orang harus berhenti sejenak dari segala kesibukan dunia dan dipaksa menetap di satu tempat yang sama untuk waktu yang lama, saya rasa kita semua setuju bahwa ada banyak […]

The post 5 Kebiasaan Baik Untuk Lebih Produktif first appeared on The Ambengan Tenten.]]>

 

Katanya, manusia membutuhkan waktu 21 hari lamanya untuk membangun sebuah kebiasaan baru. Fakta trivia ini saya temukan semasa pandemi baru saja melanda. Terlebih di saat semua orang harus berhenti sejenak dari segala kesibukan dunia dan dipaksa menetap di satu tempat yang sama untuk waktu yang lama, saya rasa kita semua setuju bahwa ada banyak perubahan yang harus kita lakukan demi menjaga kebiasaan-kebiasaan produktif yang telah kita punya sebelum pandemi melanda. Dari sana, saya belajar untuk lebih memaksimalkan waktu berlebih yang sempat saya punya menjadi hal-hal yang lebih bermanfaat guna tetap menjaga kewarasan otak saya.

Tentunya, semua orang punya cara-cara sederhana versi mereka. Tapi kalau kalian bertanya versi saya, berikut cara saya:

 

Bernapas dengan Tenang Setiap Bangun Pagi

Saya mengerti bahwa bernapas adalah hal esensial dalam berkehidupan. Namun ketika kegiatan semakin menumpuk dan setiap kita dikejar waktu, kebanyakan dari kita selalu lupa untuk bernapas. Menarik napas yang dalam setiap pagi adalah cara sederhana untuk memulai hari yang panjang. Terlebih setelah semuanya terhenti karena pandemi dan keterbiasaan manusia akan hiruk pikuk yang serba cepat, tentunya hari-hari akan terasa lebih panjang. Kita lupa bagaimana caranya berfungsi dan mengambil kendali atas hidup ini.

Jadi apabila kamu sedang membaca tulisan yang satu ini, tolong bernapaslah dengan lebih tenang.

Buat Ceklis Kegiatan Harian

Untuk banyak orang, saya paham membuat ceklis bukanlah sebuah kebiasaan yang bisa diaplikasikan dalam semalam. Tapi menurut saya, kebiasaan menuliskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam satu hari adalah sebuah cara kita untuk tetap waras menjalani hari-hari semasa pandemi—terlebih dengan banyaknya pertemuan daring yang kita lakukan. Bukan masalah besar apabila kita tidak bisa mengerjakan semua ceklis yang ada. Setidaknya, kita bisa melihat progres apa saja yang telah kita lakukan dalam satu hari yang ada.

Ambil Waktu Istirahat di Setiap Sela Online Meeting

Pandemi membuat kita belajar untuk lebih menghargai waktu untuk diri sendiri. Ketika pada awal masanya semua kegiatan daring yang dilakukan terasa menyenangkan, lambat laun semua langkah terasa seperti sebuah obligasi. Keharusan untuk melakukan ini dan itu dalam satu waktu yang bersamaan membuat tiap-tiap kita lupa untuk menghargai waktu itu sendiri. Teknologi yang ada tentu mempermudah segalanya. Tapi kita hanyalah manusia yang tetap membutuhkan jeda. Dan menurut saya, manusiawi rasanya untuk mengambil waktu istirahat di setiap sela pertemuan daring yang kita punya.

Singkirkan Segala Distraksi

Matikan handphone-mu. Kunci pintu kamarmu. Distraksi memang bisa datang dari mana saja. Tapi saya rasa distraksi lebih sering datang dari diri sendiri. Apabila kita bisa meminimalisir segala bentuk distraksi, saya rasa semua bisa berjalan dengan sebagaimana seharusnya. Bernapaslah sekali lagi untuk mengembalikan seisi tubuhmu ke detik ini.

Tulis Bagaimana Harimu di Setiap Akhir Hari

Journaling adalah sebuah kebiasaan baru yang saya lakukan setelah pandemi. Setelah kebiasaan bertemu teman yang harus diminimalisir karena pandemi, menulis menjadi satu-satunya cara terbaik untuk menjaga kewarasan. Menurut saya, journaling mampu memberikan kita perspektif lain jangka panjang. Dengan cara ini, kita bisa melihat banyaknya progres yang telah kita buat.

 

Entah sampai kapan pandemi ini akan berlangsung, saya rasa yang bisa kita lakukan hari ini ialah terus menjalaninya saja. Setidaknya, dunia sedang memberikan kita jeda untuk lebih menghargai diri sendiri setelah sederet kebiasaan yang membuat kita harus bisa serba-cepat. Besok lusa, apabila pandemi sudah tidak ada, semoga kebiasaan-kebiasaan baik yang kita bangun selama work from home tetap bisa kita pertahankan. Dan semoga saja, produktivitas kita tidak akan berubah seiring berjalannya waktu.

The post 5 Kebiasaan Baik Untuk Lebih Produktif first appeared on The Ambengan Tenten.]]>