The Ambengan Tenten | The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website https://www.theambengantenten.com Work & Life Balance Wed, 17 May 2023 05:25:07 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 “In Search For Meaning” oleh Felisa Tan: Sebuah Perjalanan untuk Menggali Makna https://www.theambengantenten.com/id/in-search-for-meaning-oleh-felisa-tan-sebuah-perjalanan-untuk-menggali-makna/ Wed, 17 May 2023 05:25:07 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4477 Denpasar, Bali – TAT Art Space di The Ambengan Tenten, Denpasar, menjadi tuan rumah bagi pameran seni yang penuh makna yang bertajuk “In Search For Meaning” oleh Felisa Tan, seorang seniman fotografi yang baru meluncurkan buku debutnya. Acara ini turut dihadiri oleh kurator seni yang terkenal, Bagus Gonk, yang memimpin diskusi intim dengan pengunjung pameran. […]

The post “In Search For Meaning” oleh Felisa Tan: Sebuah Perjalanan untuk Menggali Makna first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Denpasar, Bali – TAT Art Space di The Ambengan Tenten, Denpasar, menjadi tuan rumah bagi pameran seni yang penuh makna yang bertajuk “In Search For Meaning” oleh Felisa Tan, seorang seniman fotografi yang baru meluncurkan buku debutnya. Acara ini turut dihadiri oleh kurator seni yang terkenal, Bagus Gonk, yang memimpin diskusi intim dengan pengunjung pameran. Pameran seni ini berlangsung mulai tanggal 4 hingga 19 Maret 2023, menampilkan 12 karya seni yang menakjubkan.

Felisa Tan, yang lahir pada tahun 1993, merupakan seorang seniman fotografi yang belajar secara otodidak dan berbasis di Jakarta, Indonesia. Ia mulai mengambil foto-foto di rumah dan secara teratur mempostingnya di DeviantArt sejak tahun 2007. Fotografi menjadi bahasa yang dipilihnya untuk mengungkapkan cintanya terhadap dunia. Berkat pengalaman perjalanan yang luas ke lebih dari 50 negara sejak usia muda, Felisa Tan telah mengembangkan apresiasi yang mendalam terhadap budaya dan perspektif yang berbeda. Melalui proses evolusi yang berkesinambungan, baik sebagai seorang seniman maupun manusia, ia menciptakan sebuah rekaman tentang bagaimana ia mengalami dunia.

Dengan menghormati keindahan apa adanya, Felisa berusaha menjaga karya-karyanya seakurat mungkin dengan pengalaman nyata yang ia alami. Luasnya subjek yang ia tangkap dalam fotografi adalah cerminan dari sensitivitasnya dalam melihat keindahan, bahkan di tempat-tempat yang paling biasa sekalipun. Melalui karya-karyanya, ia berharap dapat menginspirasi penontonnya untuk berhenti sejenak dan menghargai berbagai anugerah yang mungkin terlewatkan dalam dunia yang penuh kebisingan.

Bagus Gonk, kurator yang terkenal dalam dunia seni, turut hadir dalam acara ini untuk memandu diskusi dengan pengunjung. Diskusi intim ini memberikan kesempatan bagi para pengunjung pameran untuk berbagi pemikiran, bertanya, dan mengeksplorasi makna di balik karya-karya Felisa Tan. Keberadaan Bagus Gonk dalam acara tersebut menjadikan pameran ini semakin istimewa dan memberikan pandangan mendalam tentang seni dan kreativitas.

Pameran seni “In Search For Meaning” di TAT Art Space merupakan ajakan bagi generasi muda untuk mengeksplorasi seni dan memperkaya pemahaman mereka tentang makna kehidupan. Karya-karya Felisa Tan menghadirkan perspektif yang berbeda tentang keindahan yang terkadang terabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pameran ini juga menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk terinspirasi dan menyadari betapa banyak berkah yang mungkin terlewatkan dalam kehidupan yang penuh dengan kebisingan dan kesibukan.

“In Search For Meaning” adalah pameran seni yang mengajak kita untuk melihat dunia dengan mata baru, mengapresiasi keindahan dalam setiap momen, dan menghargai keberagaman budaya yang ada di sekitar kita. Pameran ini akan menjadi pengalaman yang mendalam dan menginspirasi bagi para pengunjung yang ingin menyelami makna dalam seni dan kehidupan.

The post “In Search For Meaning” oleh Felisa Tan: Sebuah Perjalanan untuk Menggali Makna first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>
Biyang Exhibition: Kolektif Perupa Bali Menyambut Hari Ibu https://www.theambengantenten.com/id/biyang-exhibition-kolektif-perupa-bali-menyambut-hari-ibu-2/ Mon, 15 May 2023 03:23:12 +0000 https://www.theambengantenten.com/?p=4419 Biyang, merunut dalam bahasa Sansekerta, berarti Ibu atau induk. Dalam kebudayaan Bali sendiri, “Biyang” merupakan sebuah tanda penghormatan terhadap Ibu. Kata “Biyang” inilah yang lantas disepakati oleh 14 seniman lokal Bali yang bersama-sama menggelar ekshibisi kolektif dalam rangka menyambut hari Ibu. Berangkat dari inspirasi ini, 14 orang perupa muda ini bersama-sama mencoba merespon dalam bentuk […]

The post Biyang Exhibition: Kolektif Perupa Bali Menyambut Hari Ibu first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>

Biyang, merunut dalam bahasa Sansekerta, berarti Ibu atau induk. Dalam kebudayaan Bali sendiri, “Biyang” merupakan sebuah tanda penghormatan terhadap Ibu. Kata “Biyang” inilah yang lantas disepakati oleh 14 seniman lokal Bali yang bersama-sama menggelar ekshibisi kolektif dalam rangka menyambut hari Ibu.

Berangkat dari inspirasi ini, 14 orang perupa muda ini bersama-sama mencoba merespon dalam bentuk banyak karya mengingat bagaimana tiap-tiap mereka memiliki persepsi tersendiri yang mampu membangkitkan sebuah rasa dan membangun ide mengenai kata “Ibu” dalam kepala mereka.

Menurut banyak orang, Ibu mungkin adalah cinta pertama. Namun tak dapat dimungkiri, tidak semua dapat merasakan dinamika kehidupan sosial serupa ketika bicara mengenai figur seorang Ibu dalam hidupnya. Untuk sebagian lain, Ibu juga bisa berarti bumi—pemberi kehidupan bagi siapa pun yang hidup dan tumbuh di dalamnya. Personifikasi akan alam yang diibaratkan dengan sosok “Ibu” tentunya juga memberikan perspektif tersendiri bagi kita semua. Bagi saya pribadi, rasanya konsep “Ibu” ini terlalu luas untuk dijelaskan secara gamblang. Namun ketika akhirnya menghadiri pembukaan Biyang pada Sabtu (10/12) lalu, saya mengerti akan makna “Ibu” yang ternyata memberikan banyak perspektif berbeda bagi tiap-tiap individu yang melihatnya.

Selain memamerkan 14 karya dengan ragam rupa dan media, pembukaan Biyang juga berhasil membuat tiap-tiap undangan yang hadir berdecak kagum dengan penampilan teatrikal dari UKM Kesenian Udayana yang juga mengusung konsep “Ibu” di dalamnya. 

UKM Kesenian Udayana pada pembukaan Biyang (Sabtu, 10/12)

Pada ekshibisi kali ini, saya bisa melihat bagaimana keempat belas seniman muda berbakat yang menginisiasi, mencoba membawa dan mengajak serta teman-teman untuk meresapi kembali makna “Ibu” yang kita miliki dalam diri. Lebih dari itu, saya kembali belajar bahwa karya seni merupakan buah pikir tersendiri yang tidak dapat dipisahkan dari tiap-tiap perupanya.

Dalam menyambut hari Ibu tahun ini, satu lagi pameran yang digelar oleh TAT Art Space berhasil membuat kita belajar untuk kembali memaknai diri. Biyang ekshibisi masih akan dibuka untuk publik hingga 23 Desember 2022. Untuk siapa pun yang mungkin belum menyempatkan waktunya untuk melihat langsung pameran ini, saya rasa ini adalah waktu yang tepat untuk mengingatkan diri sekali lagi.

The post Biyang Exhibition: Kolektif Perupa Bali Menyambut Hari Ibu first appeared on The Ambengan Tenten Apartment, Indonesia - Official Website.]]>