fbpx

Inspirasi Desain Kantor Dengan Gaya Interior Retro

 In Article

Inspirasi Desain Interior Kantor Bergaya Retro – Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang gaya interior vintage, namun masih ada satu lagi gaya interior yang bernuansa klasik yaitu gaya interior retro. Buat kalian yang sewa kantor di bali dan berencana untuk mendekorasi ruang kerjanya jangan sampai salah memilih dua gaya interior ini, karena meski sama-sama mengusung gaya interior bernuansa klasik pada kenyataannya gaya vintage dan gaya retro memiliki perbedaan yang signifikan.

Gaya interior vintage mengadopsi gaya interior sekitar tahun 1920-1960, sedangkan gaya interior retro muncul setelahnya dan mengadopsi gaya interior yang berkembang sekitar tahun 1970-1990. Perbedaan yang paling signifikan terlihat dari pemilihan warna, jika pada gaya vintage lebih dominan warna-warna lembut dan warna pastel, sedangkan gaya retro lebih dominan dengan warna cerah yang beragam.

Inspirasi Desain Kantor Dengan Gaya Interior Retro

SEJARAH GAYA INTERIOR RETRO

Kata retro sebenarnya adalah kependekan dari kata retrospectif yang berasal dari bahasa Perancis. Istilah retro pertama kali digunakan di bidang fashion desain di Perancis sekitar tahun 1970. Tak lama berselang, istilah retro mulai berkembang dan digunakan di berbagai bidang seni termasuk bidang interior. Gaya retro sendiri merupakan gaya yang mengulang gaya klasik yang pouler pada masa lalu. Keunikan gaya retro ini adalah mampu menciptakan suasana ruang yang terkesan ceria dan atraktif, karena adanya perpaduan warna-warna cerah ditambah dengan penggunaan furnitur atau perabotan klasik.

JENIS-JENIS GAYA INTERIOR RETRO

Retro Art Deco

Retro art deco ini merupakan gaya retro yang paling pertama kali lahir. Ciri-ciri retro art deco antara lain kesederhanaan, bentuk-bentuk yang lebih formal dengan elemen garis tegas, menggunakan warna-warna lembut karena masih kuatnya pengaruh gaya interior klasik.

Retro Fifties

Gaya retro fifties muncul saat perkembangan ekonomi dan industri meningkat pesat. Ciri-ciri retro fifties antara lain menggunakan warna-warna yang cerah dan berani untuk furnitur atau perabotan, menggunakan material sintetis berupa plastik, karet, vynil dan fiber.

Retro Pop Art

Pada era sekitar tahun 1960 seiring dengan meningkatnya ekonomi dan industri, bidang seni dan fashion pun mulai berkembang, kemudian menjadi awal lahirnya gaya retro pop art. Ciri-ciri retro pop art terdapat pada keberanian bermain kombinasi bentuk geometri dan juga kombinasi warna-warna yang tak terbatas.

Retro Seventies

Retro seventies merupakan transformasi dari retro art deco yang dipadukan dengan teknologi modern. Warna-warna pada retro seventies pun menggunakan palet-palet warna earthy tone karena pengaruh warna dari retro art deco.

KARAKTERISTIK GAYA INTERIOR RETRO

Menggunakan Warna-Warna Cerah

Salah satu ciri khas utama gaya retro adalah penggunaan dan perpaduan warna-warna cerah dan ceria yang mencolok. Warna-warna cerah yang mencolok biasanya diaplikasikan untuk furnitur. Warna cerah yang populer digunakan untuk gaya retro antara lain warna merah, hijau, kuning, orange dan biru. Buat kalian para milenial muda pecinta warna-warna cerah yang berencana sewa kantor di bali pasti sangat cocok dengan gaya interior yang satu ini.

Menggunakan Bentuk Geometris Dan Pola Repetitif

Pada ruangan yang bergaya interior retro biasanya terdapat pola-pola dari bentuk geometri seperti persegi, segitiga, lingkaran hingga segi enam. Bentuk-bentuk geometri ini kemudian dibuatkan pola yang rapi dan repetitif. Pola-pola ini bisa diaplikasi di lantai, di dinding bahkan sampai furnitur pengisi ruang.

Menggunakan Material Sintetis

Banyak ruang-ruang yang bergaya retro menggunakan material sintetis. Material sintetis ini biasanya diaplikasikan di lantai dan dinding, kemudian dipadukan dengan furnitur kayu yang berwarna cokelat. Material sintetis yang digunakan bisa berupa plastik, karet, vynil dan fiber. Penggunaan material sintetis ini tentu membutuhkan biaya yang lebih sedikit daripada menggunakan material aslinya. Hal ini tentu sangat bagus untuk kalian yang sudah sewa kantor di bali dan ingin menekan biaya pengeluaran untuk dekorasi ruang kerjanya.

Minim Sekat Atau Dinding Pembatas

Pada gaya interior retro ruang-ruang yang didesain sangat minim menggunakan sekat atau dinding pembatas. Untuk menggantikan sekat atau dinding pembatas biasanya digunakan furnitur seperti meja maupun rak untuk memisahkan ruangan yang berdekatan. Hal ini bertujuan membuat kesan ruang yang lebih luas, nyaman dan lega.

Menggunakan Pop Art Yang Unik

Sebenarnya cukup mudah untuk membuat sebuah ruangan memiliki nuansa retro. Tinggal gunakan pop art artis populer jaman dulu atau gunakan wallpaper bergaya retro, bisa juga memajang kutipan-kutipan inspiratif sebagai hiasan dinding. Tentu buat kalian yang sewa kantor di bali tidak akan kesulitan mencari pop art atau wallpaper bergaya retro untuk menghiasi ruang kerja kalian.

Semoga artikel gaya interior retro ini bisa menginspirasi buat kalian yang akan memulai bisnis dan berencana untuk sewa kantor di bali. Nantikan artikel-artikel kami selanjutnya yang masih akan membahas tentang gaya-gaya interior yang populer saat ini.

Leave a Comment

whatsapp Rent Office Space
whatsapp Rent Apartment